in: Motherboard | May 13, 2010 | by: Patrick

Motherboard – FOXCONN H55MX-S

Platform Pengujian Kinerja

Daftar lengkap hardware yang kami gunakan untuk pengujian kinerja motherboard ini adalah sebagai berikut:

Prosesor: Intel Core i5 650

Memori: Kingston Hyper X PC-16000 DDR3, 2 GB (2×1 GB)

Hard disk: Western Digital Caviar Black, 500 GB (32 MB Cache)

Power Supply
: Enermax 700 watt (80 plus, modular)

Monitor
: AOC E936VW, 18,5” (1366×768)

Input: Mouse dan keyboard Genius

Dari sisi software , kami menggunakan system operasi Windows 7 Ultimate Edition, sementara semua driver yang digunakan (chipset, graphics card) berasal dari CD driver bawaan motherboard. Adapun software pengujian yang kami gunakan sebagai berikut:

Sysmark 2007

Suite pengujian sistem dari Bapco yang menggunakan basis aplikasi-aplikasi real world yang umum dipakai oleh para pengguna komputer. Cakupan pengujian Sysmark 2007 cukup luas, termasuk skenario office dengan aplikasi Microsoft Word, Excel, Outlook dan sebagainya, hingga skenario produktivitas dengan aplikasi-aplikasi yang terhitung “agak” berat seperti Adobe After Effects dan Photoshop, serta 3D Studio Max. Walhasil, Sysmark mampu memberikan gambaran mengenai kinerja sebuah system di hampir semua kondisi penggunaan. Skor akhir dinyatakan dalam jumlah poin.

Left 4 Dead

Para penggemar game FPS pasti sudah tak asing lagi dengan judul game yang satu ini. Left 4 Dead menggunakan engine source yang, meskipun sudah cukup berumur, kinerjanya bergantung pada kinerja sistem secara keseluruhan (bukan hanya graphics card). Karena itulah, game ini disertakan dalam pengujian. Kami merekam 2 timedemo buatan sendiri. Satu timedemo (CPU) dirancang untuk condong memberikan beban pada prosesor, sedangkan timedemo yang lain (GPU) kami buat untuk membebani sub-sistem grafis. Skor pengujian dinyatakan dalam satuan FPS (Frame Per Second). Kami menyetel tampilan grafis pada posisi terendah untuk melihat kinerja on-board graphics di pengujian ini.

Winzip

Software ini kami gunakan untuk mengukur kinerja sistem dalam mengompresi file. Kami menyediakan sebuah folder berisi ratusan file dan folder (ukuran total sekitar 700 MB) untuk dikompresi. Untuk menambah beban, digunakan pula enkripsi AES 256-bit. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kompresi kemudian diukur.

Cyberlink Media Espresso

Benchmark terakhir adalah encoding video menggunakan software Media Espresso dari Cyberlink. Kami menggunakan klip video High-Definition format AVI (1920×1080) berdurasi 1 menit 56 detik, serta mengubahnya ke format MP4 dengan dua resolusi: 1920×1080 (transcoding) dan 720×480 (encoding). Sama seperti pengujian kompresi, kami mengukur waktu yang diperlukan sistem untuk menyelesaikan konversi video.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES