in: Gadget | May 2, 2010 | by: Sony Hanifudin

Preview: Microsoft KIN

Microsoft sebagai salah satu raksasa pembuat OS mobilephone/smartphone/PDA kini mulai merambah ke dunia device. Pada 12 April 2010, Microsoft mengumumkan dua buah produknya yang diberi nama Microsoft KIN One dan KIN Two. Kedua produk ini merupakan hasil dari project Microsoft yang dikenal dengan Microsoft Pink Project.

Microsoft menargetkan kedua produk ini untuk para pria dan wanita berkisar usia 30 – 40 tahun yang gemar melakukan kegiatan social networking. Dengan design sliding QWERTY keyboard dan friendly touching screen, nampaknya Microsoft mengonsentrasikan produknya ini untuk dapat dipergunakan semudah mungkin dan sefamiliar mungkin oleh para penggunanya.

KIN One memiliki codename Turtle, mobile phone ini merupakan salah satu besutan Microsoft dengan specifikasi Tegra CPU dari Nvidia, QWERTY sliding keyboard, 2.6″ TFT, QVGA (320 x 240) Display, Capacitive touch screen, 5 megapixel camera, with LED flash, 4Gb of memory, 256MB DDR RAM, Mono Speaker, GPS, Accelerometer, Bluetooth 2.1 with A2DP, USB (for charging; connectivity options currently undisclosed).

Sementara itu KIN Two dengan codename Pure, memiliki specifikasi Tegra CPU dari Nvidia, Side-sliding QWERTY keyboard, Capacitive touch screen, 8 megapixel camera, with LED flash, 8Gb of memory, 256MB DDR RAM, Stereo Speaker, GPS, Accelerometer, Bluetooth 2.1 with A2DP, USB.

Microsoft menjalin kerjasama dengan Nvidia untuk mempergunakan Tegra pada KIN One dan KIN Two. Nvidia sendiri mengklaim bahwa Tegra dapat menghadirkan graphics yang baik dengan memakan sumber daya yang rendah. Juru bicara dari Nvidia (Bruce Chan) mengatakan bahwa untuk membenamkan Tegra kedalam smartphone bukanlah hal mudah “Perlu waktu untuk mendesainnya ke perangkat genggam” ujarnya.

Development

Beberapa perusahaan besar yang melibatkan dirinya dengan Microsoft untuk KIN ini meliputi Nvidia, Sharp, Vodafone, Verizone, dan juga Danger Inc. Microsoft sendiri mengharapkan hasil yang maksimal untuk dapat kembali merebut pangsa pasar yang ada.

KIN dikembangkan oleh Microsoft di bawah divisi PMX (Microsoft’s Premium Mobile Experiences). Microsoft mengambil pegawainya dari Danger Inc. dengan tujuan untuk membuat sebuah mobile platform yang jauh lebih superior dari Danger Sidekick. Project ini sudah lama dilakukan dan lebih dikenal dengan Microsoft Project Pink.

Operating System

Untuk saat ini asumsi yang beredar Microsoft menanamkan KIN dengan Windows Phone 7 pada kedua produknya. Hal ini dikarenakan KIN mempergunakan OS yang belum memiliki nama (sebagian orang menyebutnya dengan nama KIN OS). OS ini merupakan besutan terbaru dari Microsoft yang sebenarnya cukup telat diluncurkan karena para pesaing Microsoft sendiri sudah merebut pasar mobile phone yang ada.

Windows phone 7 sendiri rencananya akan di release oleh Microsoft pada musim liburan 2010 di Amerika Serikat. Pada awalnya Microsoft berencana untuk meluncurkan OS ini pada 2009. Namun dikarenakan beberapa faktor, Microsoft terpaksa menunda peluncuran Windows Mobile 7 dan meluncurkan Windows Mobile 6.5.xx.

Feature

Microsoft menggambarkan device ini sebagai social network device. Feature yang ditanamkan ke dalam KIN memiliki kecenderungan untuk social networking dan sharing content melalui internet. Kemudahan konektifitas dan aplikasi yang ditanamkan oleh Microsoft kedalam KIN akan mempermudah orang untuk sharing photo dan melakukan social networking melalui internet dengan mudah.

Interface : Kin memiliki interface yang cukup familiar dan finger friendly. Scrolling pada Kin dapat dilakukan seacara vertikal. Main homescreen dari KIN diberi nama “Loop” dan akan mengupdated secara automatic untuk news feed, social network update, email, text messages.

Automatic updated yang diterapkan dalam KIN ini tidak bejalan real-time. Dari berita yang beredar automatic updated dilakukan secara berkala dalam rentang waktu 15 menit sekali. Hal ini cukup mengkhawatirkan bila menyangkut untuk urusan baterai.

Social Networking : Microsoft mempersenjatai KIN dengan kemampuan social networking melalui internet lewat Facebook, Twitter, Windows Live, dan Myspace. Bagi Anda yang gemar membaca berita, Microsoft juga menyediakan aplikasi yang dapat menampikan web content dari berbagai web feed.

Cloud Storage : Setiap isi KIN, seperti foto, video, pesan,secara berkala akan tersinkronisasi otomatis dengan cloud service yang diberi nama KIN Studio. Semua content yang tersinkronisasi oleh KIN phone dengan Kin Studio dapat diakses melalui browser.

Kin Studio website dibuat dengan teknologi Silverlight dan penampilan serta desain dari KIN Studio sama dengan KIN main homescreen, bahkan Anda dapat menumukan Spot untuk sharing content.

Sharing Content : Feature sharing content yang terdapat pada KIN phone berdasarkan sebuah titik yang terdapat pada bagian bawah tengah yang disebut dengan Spot. Content apapun dapat Anda drag ke dalam dengan mudah. Content tersebut kemudian akan langsung dikirim kepada orang yang Anda inginkan melalui SMS, MMS, E-mail. Content ini juga dapat diupload ke Facebook, Myspace, dan Windows Live. Namun, sangat disayangkan KIN tidak mendukung upload foto ataupun video ke Twitter.

Media Playback : Microsoft menyediakan dukungan untuk melakukan sinkronisasi dengan Zune Desktop Software. Layaknya Zune, KIN dapat melakukan streaming video melalui jaringan 3G ataupun WiFi dari berbagai website. Sayangnya, KIN belum dapat melakukan streaming video melalui YouTube dan Hulu. Untuk pengguna Mac, Microsoft menyediakan  tools sinkronisasi untuk mensinkronisasikan audio dan video dengan iTunes ataupun mensinkronisasikan foto dengan iPhoto.

Missing Feature

Sebagai mobile phone yang berorientasi social networking, KIN memang cukup menjanjikan. Namun demikian ada beberapa missing feature yang terasa cukup aneh tidak disertakan dalam KIN. Namun langkah ini diambil Microsoft dengan pertimbangan yang matang. Beberapa feature standar yang tidak ada di KIN meliputi:

Instant Messanging : KIN tidak menyediakan IM (Instant Messanging) dan tidak dapat dipergunakan untuk IM. Hal ini cukup aneh mengingat KIN ditujukan untuk para penggunanya yang gemar melakukan social networking.

Calendar : KIN tidak menyediakan aplikasi kalender (appointment application) dan kemampuan untuk melakukan sinkronisasi dengan Outlook ataupun Google Calendar. Mengingat kalender merupakan aplikasi standar yang ada pada setiap mobile phone saat ini.

Device ini memiliki kelebihan yang cukup dapat diandalkan untuk melakukan social networking. Namun demikian, feature yang tidak disertakan pada KIN One dan KIN Two juga terasa cukup aneh untuk sebuah mobile phone yang berorientasi kepada Social Networking.

Microsoft sendiri berencana untuk meluncurkan KIN One dan KIN Two pada Mei 2010. Vodafone dan Verizone akan menjadi salah satu partner Microsoft dalam memasarkan produknya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES