in: Movies | June 21, 2010 | by: Lucky Natalia

Furry Vengeance – Saatnya Menuntut Balas!

Bagaimana jadinya jika para hewan penghuni hutan menuntut balas atas pengrusakan yang dilakukan manusia terhadap habitat mereka? Di kehidupan nyata memang ada beberapa kasus mengenai hewan liar yang “mengganggu” pemukiman penduduk. Tampaknya, kasus tersebut jauh dari kesan lucu dan justru meresahkan. Hhmm..lalu bagaimana jika ini diangkat ke dalam sebuah film? Mungkin akan lebih menarik. Itulah kesan pertama saya ketika melihat poster dan trailer film ini. Ditambah, pemeran utamanya adalah Brendan Fraser, si penakluk mumi. Saya kagum dengan penampilan Fraser di tiga film The Mummy, jadi saya cukup antusias menunggu undangan preview film ini.

Dari segi cerita, film ini mengambil tema yang cukup menarik, pembalasan dendam para hewan liar yang merasa keberadaannya terancam karena pembangunan yang dilakukan manusia. Nah, kali ini, Fraser berperan sebagai Dan Sanders, sosok yang dianggap the bad guy oleh para hewan karena mengembangkan real estate di atas habitat mereka. Dan sekuat tenaga berusaha membuat bosnya, Neal Lyman (Ken Jeong), senang walaupun harus mengorbankan kebahagiaan anak dan istrinya, Tammy (Brooke Shields) dan Tyler (Matt Prokop), yang mau-tidak-mau harus mengikuti Sanders untuk tinggal di pusat proyek. Setelah beberapa bulan, kehidupan Sanders mulai berantakan karena ia mendapat gangguan dari seekor rakun, lalu gagak, lalu sigung, dan yang paling besar: beruang. Belakangan Sanders mengetahui bahwa seluruh penghuni hutan menentangnya. Tentu saja itu hal yang tidak masuk akal. Bukannya percaya dengan perkataan suaminya, Tammy malah menyarankan Dan untuk memeriksakan diri ke psikiater. Penderitaan Dan tidak hanya sampai di situ. Ia harus menghadapi ratusan hewan yang mengamuk, dan juga, keluarganya yang akhirnya menentangnya habis-habisan. Seriously, he must do something right to take his life back.

Go Green! Save the Forest! Protect the Animals! Film ini jelas mendukung kampanye penyelamatan hutan yang selalu gencar dilakukan, atau bahkan sebagai salah satu dari bentuk kampanye itu sendiri. Lalu, bagamana dengan kualitas film ini sendiri? Sebenarnya, film ini memiliki aspek-aspek yang membuatnya berpotensi menjadi sebuah film komedi yang menghibur dan menyegarkan. Aksi hewan-hewan cerdas: ada. Pemain dengan akting tak diragukan lagi: ada. Kecanggihan efek: ada. Sayangnya, film ini tidak berhasil menyuguhkan komedi yang fresh. Adegan-adegan yang seharusnya berpotensi mengundang tawa justru terkesan garing dengan lelucon yang sama-sekali-tidak-lucu bahkan terkesan seperti film komedi amatir. Ken Jeong yang baru saja menyabet penghargaan untuk Best WTF Moment di MTV Movie Awards 2010 lalu, juga tidak tampil se-gokil penampilan sebelumnya di Hangover (2009). Satu-satunya aspek yang menghibur di film ini adalah aksi para hewan yang cerdas dan penuh akal. Salut untuk tim pelatih hewan yang pastinya bekerja keras untuk membuat hewan-hewan tersebut memainkan perannya dengan maksimal, mengingatkan saya pada hewan-hewan pintar lainnya di film-film box office, seperti Lassie (1994, 2005), 101 Dalmations (1996), Homeward Bound (1993, 1996), Air Bud (1997, 1998, 2000, 2002, 2003, 2006), Cats and Dogs (2001), dan Hachiko (2010).

I like the animals and the beautiful forest, but I don’t like the whole movie, especially the comedy and the fatty Brendan Fraser (dia menggunakan pakaian penggemuk yang membuat perut buncitnya menyembul ke mana-mana. Memangnya ada apa dengan tubuh asli Brendan Fraser? Bukan berarti dia tidak bisa tampil prima memerankan seorang ayah hanya karena tubuhnya masih kekar, kan?). Tertarik untuk menonton film ini? Silahkan saja. Namun, jangan berharap terlalu banyak karena Anda akan mendapat sedikit (banyak) kekecewaan seperti saya.

Tanggal rilis: 20 April 2010 (USA)
Genre: komedi
Durasi: 91 menit
Sutradara: Roger Kumble
Pemain: Brendan Fraser, Brooke Shields, Ken Jeong, Matt Prokop
Produksi:Summit Entertainment

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES