in: News - Overclocking | July 18, 2010 | by: David Novan

Interview: Pengalaman Mengikuti MSI Master Overclocking Arena

Mengikuti kompetisi overclocking tingkat dunia adalah impian para overclocker (OCer) di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Para OCer dapat menunjukkan kemampuan yang ditempanya dalam waktu lama dan pada saat bersamaan mendapatkan hadiah yang jumlahnya besar! Namun, para OCer pemula tentunya masih dibayangi ketakutan terhadap kompetisi yang bertaraf internasional seperti MSI Master Overclocking Arena 2010 (MOA 2010) yang akan digelar beberapa saat lagi. Sebagian besar ketakutan tersebut berasal dari sedikitnya informasi mengenai atmosfer yang terjadi di dalam kompetisi para jawara tersebut.

Oleh karena itu, kami menyusun sebuah interview mengenai pengalaman mengikuti MOA bersama Alva Jonathan, OCer Indonesia yang pernah menjadi Juara Dunia MOA 2008 bersama Ekky, salah satu OCer terbaik Indonesia. Pada artikel ini Anda dapat melihat sendiri pengalaman, perasaan, dan hambatan yang dihadapi ketika mengikuti MOA 2008. Selamat mengikuti.

JagatReview (JR): Bagaimana perasaan Alva saat terpilih untuk mewakili Indonesia di MOA 2008 lalu?

Alva: Deg-degan! Di satu sisi saya senang bisa mewakili Indonesia sebagai salah satu overclocker-nya; tapi di sisi lain saya merasa itu sebagai tanggung jawab yang harus diemban. Bahkan, pada awalnya saya merasa hal tersebut menjadi semacam ‘beban’ yang berat! Apalagi pada MOA 2008 lalu adalah saat pertama kalinya saya mengikuti lomba yang menggunakan LN2 (Liquid Nitrogen). Bukan hanya itu, semua lawan yang akan saya hadapi juga OCer kelas dunia! Namun, saya merasa beruntung ketika itu ditemani oleh mas Ekky, yang merupakan salah satu OCer terbaik di Indonesia. Jadi, saya bisa agak tenang saat berangkat ke sana.

JR: Sebelum mengikuti MOA tingkat dunia (Worldwide), apakah sebelumnya Alva melewati babak penyisihan?

Alva: Pada tahun 2008 saya mengikuti lomba bernama ‘HardwareZone Iron Tech 2008 Indonesia’, yang kebetulan sponsornya adalah MSI. Secara kebetulan, saya dan Mas Ekky berhasil menjadi juara di lomba itu. Setelah berhasil menang di Indonesia, saya dan mas Ekky bertanding lagi di tingkat regional, yang ketika itu lombanya diselenggarakan di Singapura. Kebetulan di lomba ini pun kita berhasil menang di posisi kedua. Ternyata, hadiah untuk para pemenang yang berhasil masuk 3 besar pada lomba ini adalah tiket menuju MSI MOA 2008 Grand Final di Taipei! Lucunya, pada saat mengikuti HardwareZone Iron Tech 2008 ini, saya dan mas Ekky sama sekali ‘ga tau kalau hadiahnya adalah tiket ke MOA 2008 Worldwide. Belakangan kita baru tahu kalau hadiah ini memang ‘surprise gift’ dari para sponsor yang bersangkutan.

JR: Bisa cerita sedikit mengenai persiapan menghadapi MOA waktu itu?

Alva: Yang jelas selama kurang lebih 2 minggu sebelum hari H, kami melakukan full testing platform yang akan digunakan di sana. Jadi, selama 2 minggu itu tiap hari kami kerjanya hanya bolak-balik tes motherboard; karena motherboard yang dipakai di MOA 2008 lalu SANGAT tricky, dan behaviour-nya ‘ga bisa ditebak! REALLY Frustrating! Untungnya sekitar tiga hari sebelum berangkat, saya dan mas Ekky sudah cukup familiar dengan platform yang dipakai.

JR: Bagaimana rasanya saat menang MSI MOA 2008?

Alva: Luar biasa senang! Jujur saja, saya dan Mas Ekky sama sekali ‘ga mengira kalau akan jadi juara! Pada saat itu, kami berangkat dengan ekspektasi minimal: yang penting ‘ga jadi juru kunci! Menurut saya pribadi, kemenangan kami pada saat itu benar-benar berkah dari Yang Maha Kuasa! Bisa dibilang 5% usaha dan 95% HOKI lah! Tapi perlu dicatat: memenangkan MOA 2008 ini TIDAK membuat saya merasa menjadi OCer terbaik Indonesia, apalagi terbaik dunia! Karena di Indonesia masih BANYAK yang lebih jago dari saya dan mas Ekky! Masih banyak hal yang perlu saya pelajari sebagai OCer dan PC enthusiast. After all, we’re just lucky…

JR: Seandainya kamu nanti dapat lolos ke MOA 2010 Worldwide Grand Final, apakah Alva ada target tertentu?

Alva: Hmm… Yang penting ‘ga malu-maluin Indonesia deh! Bisa ‘ga jadi paling bawah udah bersyukur. Dan seperti motto yang selalu saya pegang: Saya datang, saya Skoring, dan saya pulang! Sukur-sukur pulangnya boyong hadiah! Intinya ‘sih: I’ll do my BEST and hope GOD do the rest.

Selain sharing pengalamannya mengikuti MOA di artikel ini, Alva juga memberikan tips & trik mengikuti lomba overclocking. Ikuti terus kelanjutannya hanya di Jagat Review!

Jangan lupa, datang dan dukung overclocker jagoan Anda dalam MSI MOA 2010, Kamis, 22 Juli 2010, di Planet Hollywood Jakarta! Anda juga bisa mengikuti berita-berita terbaru dari MSI MOA 2010 hanya di www.jagatreview.com!

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES