in: Storage Devices | July 17, 2010 | by: Dimas Galih Windujati

Patriot Inferno SSD 100 GB: Kecepatan “Badai Pasir” SandForce!

SandForce SF-1200

SandForce memproduksi dua buah kontroler, SF-1200 dan SF-1500. Dua kontroler ini memiliki pangsa pasar tersendiri. SF-1200 merupakan kontroler untuk pasar konsumen dan SF-1500 dibuat untuk pasar enterprise. Kedua kontroler ini mendukung memori berjenis Multi Level Cell (MLC). Sedangkan untuk memori Single Level Cell (SLC) hanya didukung oleh SF-1500 saja. SSD Patriot Inferno memakai kontroler SF-1200, sehingga SSD ini memiliki segmen untuk pasar konsumen. Jenis memori yang dipakai adalah MLC.

DuraWrite: Perpanjang usia

MLC sudah terkenal memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan SLC. Sayangnya, MLC secara teoritis memiliki daur ulang penulisan sebanyak 1000 kali. SandForce memiliki teknologi yang bernama DuraWrite. Teknologi ini akan membuat SSD dengan kontroler SF-1200 dan SF-1500 yang memakai MLC memiliki daur ulang penulisan sampai dengan 5000 kali. Hal ini dikarenakan DuraWrite memiliki kemampuan write amplification sekitar 0.5. Kontroler dari Intel sampai saat ini memiliki rasio write amplification sebesar 1.1. Oke, sebelumkita lanjutkan, apa itu write amplification?

Sebuah SSD saat akan menulis data pada dasarnya harus melakukan tiga buah pekerjaan: membaca, memodifikasi, dan terakhir menulis data. Pekerjaan ini pun pada akhirnya juga memakan penulisan data di luar data yang mau kita tulis. Bisa jadi sebuah data sebesar 100 MB akan menjadi lebih besar, bahkan sampai 10 kali lipat.

Saat rasio write amplification adalah 1, berarti bila ada data 100 MB, maka yang ditulis adalah 100 MB juga. Klaim dari Intel  1.1x bisa jadi data 100 MB tertulis 110 MB. Bisa berarti pada teknologi DuraWrite, data yang tertulis hanya 50 MB. Anda tentu akan berpikiran data yang ditulis pada SSD dengan kontroler SandForce sudah pasti terkompresi. Teknologi SandForce hanya menulis bit yang unik dan akan memberikan informasi jika ada bit yang sama. Tidak semua bit ditulis oleh SandForce pada flash memorinya. Hal ini tentu akan memakan processing power yang tinggi. Hal ini sudah diantisipasi oleh SandForce sehingga pengguna tidak akan merasakan adanya pengurangan kinerja. Sayangnya, file yang sudah terkompresi (zip, H.264, JPG, dan lainnya) tidak akan diperlakukan sama dengan data yang tidak terkompresi.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES