Jagat Review

Twitter Facebook Youtube Flickr RSS

Baterai Notebook, Dipasang atau Dilepas?

Bila sedang memakai adaptor listrik, mana yang lebih baik, baterai notebook dilepas ataukah dipasang? Sering kali, bahkan berkali-kali pertanyaan ini dipertanyakan kepada saya. Sebelum saya memberikan tips, alangkah baiknya Anda mengetahui tentang baterai.

Saat ini sebagian besar notebook yang beredar menggunakan baterai lithium ion yang lebih ringan dibandingkan dengan NiCAD yang digunakan sebelumnya. Lithium ion yang sekang dipergunakan lebih mudah perawatannya karena Anda tidak perlu menunggu habis baru bisa melakukan recharge ulang untuk mengisinya lagi. Jadi, dalam keadaan belum habis pun tidak diharamkan untuk melakukan pengisian ulang. Akan tetapi, yang perlu diingat, baterai lithium ion tidak dapat disimpan dalam waktu lama tanpa dipakai sama sekali. Baterai ini akan rusak karena senyawa baterai akan mengering.

Lalu bagaimana baiknya? Saya akan mencoba memberikan tips yang mudah supaya baterai lebih lama masa pakainya. Anda tidak perlu takut baterai pada notebook akan rusak karena adaptor terus menerus terpasang. Adaptor yang diberikan pada paket penjualan akan memutuskan arus listrik bila baterai telah penuh. Jadi, Anda tidak perlu takut baterai akan over-charge.

Ada baiknya Anda biasakan dua atau tiga hari sekali menghabiskan daya baterai dengan cara menggunakan daya baterai saja saat digunakan dan bila warning low baterai muncul, Anda tinggal memasang adaptor kembali. Bila Anda seseorang yang sering menggunakan notebook di luar ruangan maka secara tidak sadar Anda melakukan ini berulang kali.

Hal ini persis sama dengan kebiasaan banyak pengguna handphone. Pada saat kosong atau Anda beristirahat malam lagi, Anda akan mengisi daya baterai. Satu hal yang perlu diingat, baterai juga mempunyai masa pakai, sehingga akan terjadi penurunan daya baterai sedikit demi sedikit seiring dengan berjalannya waktu.

Comments

8 Comments
netto on August 4, 2010 at 9:00 pm

hmmm… sekedar sharing pengalaman aja sih. menurut ane sih kalo bisa justru jangan pernah ngelakuin deep-uncharge. soalnya batere itu daya tahannya dihitung dari berapa kali dia di deep-uncharge.

karena dulu waktu ane pernah praktekin ngelakuin deep-uncharge beberapa hari sekali, wear level batere ane malah jadi jemblok.

saat ane ganti laptop baru, ane selalu usahain sejarang mungkin deep-uncharge, hasilnya wear level ane masih bagus meski ni laptop udah nyaris mo setahun.


Jagat Review | Laptop Batteries: Plugged or Unplugged? on August 6, 2010 at 9:32 am

[...] Original article by: Bimanto Translated by: Oik Yusuf Tags: battery, Notebook Comments (0) | Permalink [...]


wowo on August 10, 2010 at 8:27 pm

Sekedar tambahan info.

Kapasitas baterai dan charge cycle sebaiknya di monitor agar pengguna bisa mengetahui kapan harus melakukan penggantian baterai. Beberapa vendor umumnya sudah menyertakan utility ini. Windows 7 juga akan memberikan reminder saat kapasitas baterai melewati batas tertentu.

Utility lain yg tersedia gratis untuk ini adalah Rightmark Clock (RMClock).

Mungkin untuk tulisan-tulisan mendatang juga bisa diulas kecenderungan baterai untuk kehilangan charge, terutama bila di tinggal lama atau digunakan pada suhu tertentu.


Jagat Review on August 11, 2010 at 10:43 am

Thanks tambahan infonya, Mas Wowo..


wowo on August 11, 2010 at 3:12 pm

Kembali.

Sekalian juga, mungkin ada baiknya Jagat Review menaruh informasi kapasitas baterai (Watt Hours) dalam review. Review baterai jadi lebih lengkap dan standar. Informasi kapasitas akan jauh lebih berguna daripada deskripsi standar seperti 3, 4 atau 6 cell.

Informasi discharge rate (daya yang terpakai) dapati dihitung dari hasil uji masa pakai notebook dengan baterai dan kapasitas baterai yang digunakan.


Cliff on December 24, 2011 at 6:03 pm

Andai Semua Produsen Laptop Mencontoh Dell
Notebook Dell sekarang punya Battery Management
Kelebihannya, saat baterai Laptop sudah ter-Charge penuh anda tinggal mencentang disable battery carging tanpa perlu repot melepas stop kontak charger.
Bagusnya lagi saat aplikasi ini anda jalankan, notebook tetap hidup menggunakan asupan daya dari charger tetapi baterai anda tidak akan ter-charge.
Baterai anda baru akan otomatis di-charge saat system restart.
Saya sudah menggunakan baterai 2 tahun tanpa mengalami penurunan kinerja baterai yang berarti (notebook saya Dell Inspiron 13R series, Win7 Home Premium 64bit).


Dedy Irvan on December 24, 2011 at 9:02 pm

Sejujurnya, banyak notebook yang sudah menggunakan metode ini. Setidaknya, dari pengetahuan kami Apple, Asus, MSI, dan Acer sudah melakukannya sejak lama pada jenis2 tertentu yang memang dirancang untuk mobilitas tinggi.
Memang, dengan tidak melakukan trickle charging setelah baterai penuh, membuat baterai jadi lebih awet.
masalahnya, tidak semua produsen memberi tahu apakah fitur ini digunakan atau tidak pada produknya.
Jadi, agak susah memilih mana yg sudah pakai.


Tips Merawat Baterai Notebook | Jagat Review on February 3, 2012 at 3:01 pm

[...] Selain ini, kami juga mempunyai arikel menarik seputar baterai notebook yang dapat Anda baca pada Baterai Notebook, Dipasang atau Dilepas? [...]


Leave a Comment






© 2011 Jagat Review About Us | Contact Us | Career | Terms of Service