in: Features - Overclocking | August 18, 2010 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Praktik Overclocking Dasar

Umumnya pengguna PC kelas enthusiast mungkin sudah tidak asing dengan istilah overclock. Overclock sendiri secara singkat adalah praktek memacu kemampuan komputer di luar kecepatan standarnya. Misalnya, sebuah prosesor yang berjalan dengan kecepatan standar sebesar 2Ghz dijalankan pada kecepatan 3Ghz atau lebih. Bagi pengguna komputer yang masih awam, overclock ini sering mengundang banyak pertanyaan. Apakah overclock itu berbahaya atau tidak? menguntungkan atau malah merugikan?

Bagi yang sudah sering melakukan praktik overclock,  terdapat sejumlah kelas berdasarkan pendingin yang digunakan. Pembagian tersebut antara lain yaitu:

  1. Overclock dengan menggunakan Air Cooling (pendingin udara),
  2. Overclock dengan menggunakan Water Cooling (pendingin air),
  3. Overclock dengan menggunakan Extreme Cooling (pendingin yang lebih ekstrim, umumnya dengan suhu di bawah nol derajat celcius).

Selain itu, overclock juga dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu:

  1. Overclock tanpa menaikkan tegangan voltase komponen tersebut.
  2. Overclock dengan menaikkan tegangan voltase komponen tersebut.

Secara default atau standar, komponen-komponen seperti prosesor, VGA atau memory dapat di-overclock untuk meningkatkan kinerja standarnya. Hal ini dapat dilakukan via BIOS ataupun via Windows atau dengan menggunakan software-software tertentu.
Kali ini JagatOC akan melakukan overclock ringan pada processor Intel Core i7 930 yang memiliki clock speed standar sebesar 2,8Ghz yang tergolong aman untuk digunakan sehari-hari. Overclock kali ini hanya menaikkan sedikit tegangan voltase pada beberapa bagian.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES