in: News | September 23, 2010 | by: Pladidus Santoso

Film Shadow of Colossus Sedang Dikembangkan

Siapa yang dapat meragukan kualitas game Shadow of Colossus? Game adventure buatan Team ICO yang terkenal idealis ini memang menawarkan kualitas game yang berbeda, dari segi grafis hingga gameplay. Pada game ini, tugas Anda sangat “sederhana”, yakni membinasakan sekitar 16 raksasa (Colossus) sebesar gunung dengan hanya pedang dan panah. Yang membuat game ini semakin menarik adalah karakter utama Anda yang sangat manusiawi kekuatannya dan lebih mengandalkan otak untuk membunuh semua raksasa itu, bukan tipe Kratos dalam Gods of War yang kekuatan fisiknya setara Dewa.

Bagaimana kemudian game semenarik dan dengan kompleksitas seperti ini kemudian dikembangkan menjadi film? Adalah Kevin Ping Chang, eksekutif produser dari Misher Films yang sedang mengerjakan film Shadow of Colossus untuk Sony Pictures Entertainment. Kevin Ping Chang, yang merupakan penggemar game Shadow of Colossus, mengakui bahwa kesulitan terbesar yang dihadapinya adalah merangkum game sebagus ini ke dalam skenario film yang berdurasi 2 jam saja. Menurutnya, hampir tidak mungkin untuk membuat film yang benar-benar menyerupai gamenya, tetapi Kevin sendiri berusaha meniru apa yang dilakukan oleh Peter Jackson dengan trilogi Lord of The Rings nya. Beberapa bagian novel LOTR tidak mendapatkan tempat di versi filmnya, dan digantikan dengan scene lain yang tidak ada di novelnya, namun penonton tampak menikmatinya dan hal tersebut cukup memuaskan basis penggemar novel LOTR itu sendiri.  Hal itulah yang berusaha dikejar oleh Kevin.

Kevin akan berusaha untuk mempertahankan ciri khas warna dari gamenya yang agak sedikit gelap dan mengadaptasikannya ke dalam film. Kevin juga menyerahkan keputusan kepada sutradara nantinya untuk memutuskan apakah film ini akan dibuat dalam bentuk CG atau dengan menggunakan manusia yang sebenarnya. Mengenai perbedaan ekstrim yang sering terjadi ketika produksi dari Jepang berusaha diadaptasikan untuk pasar Barat, Kevin akan belajar dari apa yang dilakukan oleh film animasi WALL-E. WALL-E sendiri meleburkan batas Barat-Jepang dan membuat kagum para penonton dari kedua kultur yang berbeda itu.

Misher Films sendiri belum menentukan siapa sutradara yang akan mengerjakan film ini, tetapi menjanjikan bahwa mereka akan berusaha menemukan sutradara yang benar-benar tepat untuk  film ini. Kita tunggu saja perkembangan yang lebih lanjut tentang film ini.

Well, saya pribadi tidak akan memberi ekspektasi yang terlalu tinggi untuk film-film yang diadaptasi dari game, karena sebagian besar hasilnya benar-benar buruk menurut saya. Kecuali dibentuk dalam kualitas CG dengan mempertahankan cerita aslinya, saya akan tetap merasa pesimis bahwa Shadow Of Colossus dalam bentuk film ini akan memberikan sensasi yang sama dari versi gamenya. Namun, kita tunggu saja kelanjutannya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES