in: News | September 27, 2010 | by: Jagat Review

Interview dengan Pengembang NVIDIA Tegra

Interview dengan divisi Tegra adalah interview terakhir kami dalam GTC 2010. Tegra adalah prosesor berbasis ARM yang dipadu dengan GPU GeForce di dalamnya. Tegra 2 memiliki 2 Core ARM di dalamnya. Apa yang menarik adalah, pernyataan CEO NVIDIA, Jen-Hsun Huang bahwa ARM adalah prosesor masa depan dan x86 akan segera digantikan ARM. Ini berarti, Tegra adalah divisi terpenting bagi NVIDIA, setidaknya untuk pangsa pasar consumer. Seberapa jauh prediksi NVIDIA tentang potensi ARM dan keberhasilan mereka menyuguhkan solusi ARM (Tegra) akan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan ini.

Q: Katanya Tegra3 sudah akan selesai dikembangkan dan Tegra4 sudah dalam proses?
Itu wajar, kita memang mengerjakan semuanya. Semua produsen harus melakukan riset dan pengembangan teknologi berikutnya, bukan? Yang menarik adalah Tegra2 yang akan segera diluncurkan.

Q: Mengenai NVIDIA 3D Vision pada Tegra. Kemarin Jen-Hsun mengatakan bahwa 3D Vision pada Tegra itu indah (beautiful). Ini berarti produk tersebut sudah ada?
Seharusnya semua teknologi pada desktop akan pindah ke Tegra. Investasi yang besar pada teknologi tersebut sudah seharusnya dipindahkan ke mobile. Hal yang sama juga akan terjadi pada CUDA.

Note: Ternyata produk seperti itu memang sudah ada, setidaknya dalam tehap prototype.

Q: Untuk penggunaan mobile, apakah akan menggunakan kacamata 3D?
Harusnya tidak perlu menggunakan kacamata. Sudah ada beberapa solusi yang tersedia untuk itu.

Q: Katanya, Tegra2 akan digunakan di berbagai peralatan selain tablet dan ponsel?
Tegra2 bisa masuk dalam setup box (TV) karena kemampuan CPU (2 core ARM) dan GPU-nya yang memadai.

Q: Apakah NVIDIA akan menggabungkan chip telekomunikasi ke dalam Tegra? Kita tahu, Intel mengakuisisi Infineon untuk memperoleh teknologi chip telekomunikasi dan mengintegrasikannya pada solusi mereka.
Saat ini sepertinya belum perlu. Untuk produsen, akan lebih fleksibel dan lebih mudah untuk  menggunakan chip telekomunikasi terpisah. Mereka tidak perlu memikirkan masalah kompatibilitas dengan jaringan tertentu.

Q: Saat ini Tegra2 belum terlihat marak di pasaran?
Ini belum saatnya semua terlihat. Ada banyak produk yang sedang diproduksi dengan basis Tegra2.

Q: Sekarang NVIDIA mengarah ke produk ponsel dan gadget high-end saja?
Sekarang kita masih fokus ke bidang tersebut. Kami ingin memperbaiki daya tahan baterai dari produk high-end sembari meningkatkan performanya. Ke depannya, kita tentu juga tertarik pada pasar ponsel mainstream.

Q: Bagaimana dengan cara input  lain untuk Tegra?
Voice recognition itu akan menarik sekali. Kami juga memikirkan dan berkolaborasi dengan produsen lain untuk mengembangkan sarana input baru.

Q: Selama GTC berlangsung, kami mendengar tentang istilah Race to Sleep. Apakah ini adalah istilah yang sudah umum untuk NVIDIA?
Power management penting buat kami. Race to Sleep adalah cara paling tepat untuk manajemen daya. Intinya adalah penghematan daya terbaik terjadi saat sistem “tidur” atau dalam Sleep State. Segala daya upaya dilakukan untuk mencapai Sleep State dengan cepat.  Intinya, ada dua yang bisa dilakukan: Kerjakan semuanya dengan cepat, supaya komponen bisa cepat “tidur”.

Alihkan pekerjaan ke komponen yang lebih cepat menyelesaikannya dan “tidurkan” komponen yang tidak bekerja. Contoh: megalihkan pekerjaan yang lebih cepat dijalankan GPU dari CPU atau sebaliknya.

Q: Apakah NVIDIA akan mengunakan metode seperti  Turbo Boost? Intel dan AMD sudah menggunakannya.
Ya, itu wajar dan masuk di akal. Itu sesuai dengan konsep Race to Sleep.

Q: Bagaimana dengan penambahan jumlah core? Apakah NVIDIA akan menambah jumlah core pada Tegra selanjutnya?
Penambahan jumlah core, jika diikuti dengan power management yang baik, adalah solusi peningkatan performa yang terbaik. 2 Core 500 MHz dapat melakukan pekerjaan lebih baik dan lebih irit daya dibandingkan sebuah core 1000 MHz. Jadi, ya, penambahan jumlah core adalah solusi yang akan kami pilih.

Q: Apakah ke depannyaTegra akan punya fixed function capability? Note: Intel menambahkan banyak fixed function capability pada Sandy Bridge.
Ya, ke depannya akan seperti itu. Dengan menambahkan , kita bisa mengalihkan pekerjaan-pekerjaan tertentu dan mengistirahatkan prosesor utama.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES