in: Movies | September 23, 2010 | by: Lucky Natalia

Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole

Soren dan keluarganya hidup di sebuah hutan yang damai. Kludd, Soren, dan Eglantine adalah tiga bersaudara yang tumbuh dengan legenda besar mengenai para Guardian. Guardian adalah para pahlawan yang berhasil mencegah The Pure Ones untuk menguasai dunia.

Dibandingkan seluruh saudara kandungnya, Soren menaruh minat paling besar mengenai kisah para Guardian. Ia menyimpan legenda tersebut di dalam hatinya dan meyakini bahwa para Guardian memang ada di suatu tempat. Sebaliknya, Kludd, menganggap Soren adalah seorang pemimpi yang terlalu banyak berimajinasi.

Suatu hari, Soren dan Kludd mencoba untuk belajar terbang. Namun, mereka justru jatuh ke permukaan dan diculik oleh dua burung hantu ke suatu tempat. Soren menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan tempat tersebut. Ia melihat banyak burung hantu dihipnotis dan dijadikan semacam budak untuk mengumpulkan batu sakti. Belakangan, ia mengetahui bahwa ia berada di sarang The Pure Ones! Cerita tersebut nyata! Berarti, kisah mengenai para Guardian pun benar adanya!

Berkat pertolongan seekor burung hantu, Soren dan seekor burung hantu gurun, Gylfie, berhasil melarikan diri dari tempat tersebut. Maka, Soren dan Gylfie pun harus menghadapi takdir baru mereka, menemukan para Guardian untuk menyelamatkan dunia. Untuk menemukan sarang Guardian yang terletak di Gunung Ga’Hoole, Soren dan teman-teman seperjalanannya melewati medan yang tidak mudah. Di sini, sekali lagi keyakinan Soren diuji.

Tentang Keyakinan terhadap Mimpi

Legend of the Guardians merupakan film adaptasi dari novel serial yang berjudul sama karangan Katheryn Lasky. Sang sutradara, Zack Synder, menggandeng Lasky untuk langsung mengawasi pembuatan film tentang dunia burung hantu ini. Hasilnya, film ini terlihat begitu detail dan otentik! Dengan cermat, Synder berusaha menggambarkan wujud dan kehidupan burung hantu. Synder meminta para animator untuk memerhatikan perilaku burung hantu sebelum mereka mulai menggambar dan memberikan “jiwa” kepada karakter-karakter tersebut. Misalnya, ketakutan Soren dan Kludd saat mereka berada di permukaan tanah. Sebagai seekor burung, berada di permukaan adalah hal yang sangat berbahaya, apalagi bagi burung muda yang belum bisa terbang dengan sempurna.

Satu hal yang saya kagumi dari kedetailan yang dipaparkan Synder adalah mata para burung hantu. Burung hantu harus memutar kepala mereka untuk melihat sekeliling karena tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan bola mata mereka. Hal tersebut tidak luput dari perhatian Synder! Hasilnya, sepanjang film, saya terkagum-kagum dengan permainan ekspresi dan kecanggihan animasi yang dilakukan Synder kepada mata para burung hantu. Burung-burung tersebut terlihat sangat ekspresif tanpa harus membuat mereka terlihat begitu manusiawi dengan sunggingan senyum atau ekspresi wajah lainnya. Masih banyak detail menarik yang bisa Anda temukan sepanjang film. Terima kasih karena telah membuat burung-burung tersebut tetap dengan jiwa kehewanan mereka dan tidak merusak identitas mereka dengan memberikan sifat-sifat kemanusiaan terlalu berlebihan, Mr. Synder!

Bagaimana dengan animasi dan efek 3D-nya? Saya bisa mengatakan kisah ini dianimasikan dengan sangat sederhana namun tetap mengagumkan! Penggambaran burung hantu, lautan, langit, dan keseluruhan film dibuat sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan. Selain itu, Anda akan mendapatkan suguhan 3D yang memukau, membuat Anda seakan terbang bersama Soren dan kawan-kawannya.

Satu hal yang patut disayangkan adalah jalan cerita yang terlalu pendek. Synder memutuskan untuk membuat film ini dengan durasi sekitar 90 menit, membuat film ini tampak sangat “padat” dan “to the point”. Keputusan ini bisa dimaklumi karena film ini memang ditujukan untuk keluarga. Konsep yang diangkat pun cukup sederhana: mimpi, harapan, dan keyakinan. Nice on, Mr. Synder.  🙂

Tanggal rilis:
29 September 2010
Genre:

animasi
Durasi:
90 menit
Sutradara:
Zack Snyder
Pemain :
Jim Sturgess, Geoffrey Rush, Emily Barclay, Anthony LaPaglia, David Wenham, Ryan Kwanten, Helen Mirren, Sam Neill, Hugo Weaving
Studio:
Warner Bros Pictures

Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES