Jagat Review

Twitter Facebook Youtube Flickr RSS

Medal of Honor Ditarik dari Toko Militer

Medal of Honor terbaru yang bersettingkan perang modern menuai kontroversi mendekati tanggal rilisnya. Permintaan boikot membayanginya, bahkan dari Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Penyebabnya adalah pada mode multiplayer pemain bebas memilih untuk menggunakan karakter  Taliban dan berperang melawan tentara Inggris. Fox sendiri takut hal tersebut akan membawa trauma tersendiri bagi anak-anak yang sanak keluarganya gugur di perang Afghanistan.

Ternyata ancaman boikot itu mulai menjadi kenyataan. Medal of Honor tidak akan dijual atau diiklankan di toko-toko game Militer seperti yang dikonfirmasikan Komandan AAFES (Army and Air Force Exchange Sevices), Maj.Gen. Bruce Casella untuk menghormati keluarga-keluarga militer.

“Kami menyesalkan ketidaknyamanan untuk mereka yang ingin membeli game ini, namun saya optimis mereka akan mengerti sensivitas skenario hidup-mati ini. Sebagai komando militer dengan misi retail, kami melayani customer yang sangat unik basisnya, yang sebagian besar adalah saksi mata dari pertempuran yang sesungguhnya”

Dampak dari pengumuman ini mulai terlihat. Semua pemesanan pre-order game ini di base-port militer ini dibatalkan.

Medal of Honor akan dirilis tanggal 12 Oktober 2010.

Comments

One Comments
Jagat Review | Medal of Honor Menyerah Pada Tekanan Publik on October 3, 2010 at 11:31 am

[...] hal tersebut, banyak protes keras dilakukan dan tentu saja ancaman boikot terhadap game ini yang semakin mendekat kenyataan. Selama ini EA, sebagai pihak publisher tidak [...]


Leave a Comment






© 2011 Jagat Review About Us | Contact Us | Career | Terms of Service