in: Movies - News | November 10, 2010 | by: Lucky Natalia

Bangkitkan Perfilman Indonesia melalui Fantastic Indonesian Short Film Competition 2011!

Keprihatinan para sineas Indonesia melahirkan Fantastic Indonesian Short Film Competition

Berapa banyak film Indonesia, khususnya yang bergenre horor, yang mengedepankan kualitas dibandingkan profit? Sebagai penikmat film, saya bisa mengatakan jumlahnya sangat sedikit. Industri film Indonesia memang tidak pernah tidur, namun, respon masyarakat terhadap film Indonesia akhir-akhir ini semakin menurun. Apakah perfilman Indonesia akan mengalami masa terpuruk seperti era 90-an?

Tokoh-tokoh yang akrab dengan dunia perfilman Indonesia akhirnya tergerak melakukan sesuatu untuk menghidupkan kembali industri film Indonesia. Berawal dari perbincangan singkat di Twitter, Joko Anwar (Janji Joni, Kala, Pintu Terlarang, Onrop), Gareth Evans (Merantau), Timo Tjahjanto –The Mo Brothers (Rumah Dara), Sheila Timothy (produser Pintu Terlarang), Ekky Immanjaya (pengamat dan Kritikus film), dan Rusli Eddy (Festival Director iNAFFF) sepakat untuk menyelenggarakan sebuah kompetisi film pendek khusus untuk genre fantasi (horor, thriller, sci-fi) yang bernama Fantastic Indonesian Short Film Competition. Pengumuman mengenai kompetisi ini disampaikan bertepatan dengan konferensi pers iNAFFF10 (3/11) lalu.

Penyelenggaraan kompetisi film pendek ini dimaksudkan untuk menggali bakat-bakat generasi muda Indonesia. Jika bakat-bakat tersebut ada,  mereka terbentur permasalahan dana untuk mengerjakan sebuah proyek film. Masalah inilah yang berusaha dipecahkan oleh Joko Anwar dkk. Kompetisi ini dapat diikuti seluruh pembuat film muda Indonesia dengan cara mengirimkan sinopsis film pendek mereka. Sebanyak 25 tim dengan sinopsis terbaik akan menjalani workshop selama tiga hari dan belajar mengenai cara membuat film beserta teknik pemasarannya. Setelah itu, 10 film pendek terbaik akan diputar di iNAFFF11. Di festival tersebut, akan dipilih satu tim sebagai pemenang terbaik. Pemenang terbaik tersebutlah yang akan mendapatkan kehormatan membuat sebuah film pendek disejajarkan bersama tiga sutradara yang juga akan membuat film pendek, Joko Anwar, Gareth Evans, dan Timo Tjahjanto. Omnibus 4 film pendek ini akan diputar di seluruh bioskop di Indonesia dan diikutsertakan ke berbagai festival internasional.

Detail mengenai kompetisi ini belum dapat dijelaskan secara rinci karena hingga saat ini keenam tokoh perfilman tersebut masih melakukan serangkaian pendekatan ke beberapa sponsor dan investor untuk menjalankan proyek ini.

Jadi, jika Anda concern dengan perkembangan industri film Indonesia, tak ada salahnya ikut menyebarluaskan kabar baik ini. Semoga kualitas film Indonesia nantinya dapat sejajar dengan film-film internasional lainnya. Let’s hope for the best! 🙂

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES