in: News | November 4, 2010 | by: Pladidus Santoso

Teknologi Bioskop yang “Menonton” Anda

Bioskop memang merupakan tempat paling menyenangkan untuk menikmati film-film terbaru dengan jaminan kualitas gambar dan audio yang pastinya maksimal dengan balutan suasana penuh kenyamanan. Tetapi ada yang aneh dengan judul artikel di atas. Jika biasanya, manusia yang menjadi penonton dan menonton film di bioskop, kali ini berfungsi kebalikan. Bioskop yang akan “Menonton” Anda dengan teknologi yang sedang dikembangkan sekarang ini.

Kita sendiri memang sering melihat bagaimana teknologi terkini terus dihadirkan untuk menambah kenyamanan menonton di bioskop. Dari penggunaan LCD monitor dan komputer untuk mempermudah penonton mendapatkan informasi film yang sedang ditayangkan, sampai kehadiran teknologi-teknologi keamanan dan perlindungan terhadap kejahatan pembajakan terkini. Di Indonesia, kita mungkin lebih sering mendapatkan bahwa semua aksi pencegahan terhadap proses pembajakan dengan cara merekam lebih banyak berada di pundak para security yang berjaga dengan metal-detector. Sedangkan di luar negeri, pengamanan teknologi tinggi sudah diterapkan. Sebut saja teknologi anti-camcorder yang dikembangkan oleh Aralia Systems, yang mampu menembakkan laser ke arah seluruh penonton, dan jika terdeteksi ada camcorder di antara mereka, alarm akan berbunyi. Menyeramkan? Tentu saja.

Aralia Systems yang mendesain sistem keamanan tersebut sekarang menambahkan feature yang lebih gila terhadap sistem keamanan tersebut. Bekerja sama dengan Machine Vision Lab dari University of West England (UWE), Aralia Systems akan mengembangkan sebuah sistem pengawasan yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah pembajakan, namun untuk membaca emosi dan reaksi dari setiap penonton di dalamnya. Wow! Sistem ini akan mampu membaca reaksi penonton secara fisik, diproses dengan software komputer khusus, lalu diterjemahkan sebagai sebuah reaksi emosi penonton. Tidak hanya itu, dengan teknologi pemindaian 2D dan 3D, mereka juga akan mengumpulkan data tentang fokus penonton terhadap film dan gerakan-gerakan yang dilakukan saat menonton.

Lalu untuk apa sistem seperti ini dibentuk? Dr. Abdul Farooq dari Machine Vision Lab menjelaskan bahwa tujuan utama dibangunnya sistem ini tidak hanya untuk mencegah pembajakan, namun juga untuk menyediakan informasi dan berpotensi menghasilkan hasil penelitian yang lebih valid tentang pasar dan ketertarikan penonton terhadap sebuah film, kemudian dapat digunakan oleh industri film dan iklan untuk dapat membangun strategi yang lebih kreatif lagi untuk menarik minat mereka.

Jika teknologi ini siap diterapkan di Indonesia, Anda mungkin tidak akan lagi punya keberanian untuk duduk di pojokan di bioskop, dan sibuk dengan”urusan” masing-masing.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES