in: Display - Features | December 15, 2010 | by: Oik Yusuf Araya

Buyer’s Guide: Kenali Istilah-istilah Monitor dan TV!

Memilih monitor yang tepat memang gampang-gampang susah. Seringkali kita sebagai pembeli dibuat bingung oleh berbagai macam “jargon marketing” dan istilah teknis yang sulit dimengerti. Sebelum berbelanja, ada baiknya jika Anda berkenalan terlebih dahulu dengan jargon-jargon dan istilah-istilah tersebut agar Anda tidak salah menjatuhkan pilihan pada calon monitor Anda. Tim JagatReview sudah merangkum jargon-jargon dan istilah-istilah beserta penjelasannya untuk Anda!

3D Vision: Merupakan standar teknik tampilan 3D dari NVIDIA yang mengandalkan active-shutter glasses. Monitor LCD -atau perangkat display lain, seperti proyektor- yang mendukung teknologi 3D Vision memiliki refresh rate sebesar 120 Hz atau dua kali refresh rate monitor LCD pada umumnya. Hal ini diperlukan untuk menampilkan dua frame secara bersamaan di layar, yang akan disatukan oleh kacamata 3D untuk member ilusi kedalaman (depth) pada game, film, maupun gambar diam.

Perangkat yang dibutuhkan oleh 3D vision meliputi monitor 3D (dengan refresh rate 120Hz), dan kit 3D Vision (active-shutter glasses dan wireless transceiver).

Analog: Transmisi data yang memanfaatkan variasi (modulasi, amplitudo) sinyal elektrik untuk mengirimkan data dari satu alat kea lat lainnya. Untuk display komputer, sinyal analog digunakan untuk mentransmisikan data dari graphics card (melalui port D-SUB) ke perangkat tampilan seperti monitor CRT dan proyektor. Monitor LCD juga dapat menerima sinyal analog yang dikonvers menjadi informasi digital sebelum gambar ditampilkan.

Aspect Ratio: Proporsi tinggi layar berbanding lebar layar, biasanya dinyatakan dengan perbandingan,  misalnya “4:3” yang menyatakan bahwa proporsi ukuran tinggi dan lebar layar adalah 4 berbanding 3. Layar LCD widescreen memiliki aspect ratio 16:10 atau 16:9 sehingga tampak lebih melebar. Monitor CRT biasanya memiliki aspect ratio 4:3, sedangkan monitor LCD yang lebih modern menggunakan aspect ratio widescreen 16:10 atau 16:9.

Perbandingan bidang pandang antara aspect ratio 4:3 (kiri) dan 16:9. Perhatikan bahwa aspect ratio 4:3 menampilkan sisi bawah dan atas lebih banyak, sementara aspect ratio 16:9 menyajikan sisi kanan dan kiri yang lebih luas

Back Lighting (Full-Array) : Teknik penerangan layar LCD yang menempatkan lampu penerang di belakang layar LCD. Berfungsi untuk menerangi gambar di layar agar dapat dilihat oleh pengguna (lapisan LCD tidak bercahaya, dan memerlukan penerangan tambahan). Jenis yang umum digunakan antara lain ELP (Electroluminescent Panel), CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp), HCFL (Hot Cathode Fluorescent Lamp) dan LED (Light Emitting Diode). Teknik penerangan lainnya adalah Edge Lighting.

Backlit: Mengacu pada jenis layar LCD yang lampu penerangnya terletak di belakang layar. Tipe lainnya adalah Edge Lit (edge lighting).

Bezel: Tubuh plastik di sekitar layar LCD yang membungkus layar dan memberi bentuk pada monitor.

Brightness: Tingkat luminance sebuah layar LCD yang menentukan kecerahan layar. Diukur dengan satuan nits atau candelas per meter persegi (cd/m2). Semakin besar angkanya, semakin cerah pula layar.

Capacitive Touch Screen: Jenis touchscreen yang menggunakan lapisan konduktif di bagian permukaan untuk mendeteksi sentuhan pada layar. Biasanya dioperasikan melalui sentuhan langsung (misalnya dengan jari) dan dapat dilengkapi dengan fungsi multitouch. Beberapa monitor LCD memiliki fungsi ini.

CCFL: Singkatan dari Cold Cathode Fluorescent Lamp. Merupakan jenis lampu penerang yang umum digunakan untuk menerangi layar monitor LCD sehingga gambar di layar dapat terlihat oleh pengguna. Jenis lainnya adalah lampu LED yang mulai banyak digunakan di monitor-monitor LCD modern.

Contrast Ratio: Perbedaan tampilan dalam hal intensitas antara warna hitam tergelap dan warna putih yang paling terang pada sebuah monitor LCD. Semakin tinggi angkanya, semakin bagus warna yang ditampikan dan semakin tinggi detail yang dapat ditampilkan di daerah-daerah gelap pada layar. Namun, karena masing-masing produsen menggunakan metode pengukuran kontras yang berbeda-beda, angka contrast ratio belum tentu mencerminkan kualitas yang sesungguhnya. Teknik Dynamic Contrast Ratio mempertinggi rasio kontras dengan mengorbankan detail pada area gelap. Monitor LCD dengan lampu LED memiliki rasio kontras yang lebih tinggi daripada LCD dengan lampu CCFL. Hasil terbaik diberikan oleh monitor LCD dengan back-lit LED.

Perbandingan kontras antara tipe lampu (CCFL dan LED) serta perbedaan teknik lighting (edge-lit dan back-lit). Back-lit LED memberikan kontras paling tinggi/ baik (warna hitam paling pekat)

Color Temperature: Variasi warna putih pada layar monitor, dinyatakan dalam derajat Kelvin (derajat Kelvin adalah unit pengukuran suhu) dan berpengaruh pada warna-warna lain. Pada monitor komputer, besaran umumnya berkisar antara 4500-9300 Kelvin. Semakin rendah angkanya, warna putih akan tampak semakin “hangat” (kekuning-kuningan), sementara bila semakin tinggi maka warna putih akan tampil lebih “dingin” (kebiru-biruan). Warna “putih” (daylight) berada pada kisaran 6000 Kelvin.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES