in: Display - Features | December 15, 2010 | by: Oik Yusuf Araya

Buyer’s Guide: Kenali Istilah-istilah Monitor dan TV!

High-Definition: Standar video dengan resolusi yang lebih tinggi dari resolusi tradisional (720×576 untuk sistem PAL dan 720×480 untuk sistem NTSC) sehingga menghasilkan gambar yang jauh lebih tajam. Monitor atau televisi High-definition mampu menampilkan gambar dengan resolusi setidaknya 720 progressive (1280×720) atau 1080 interlaced (1920×1080), keduanya memiliki aspect ratio 16:9.

HDMI: Singkatan dari High-Definition Multimedia Interface. Merupakan kabel berukuran kecil yang mampu menyalurkan sinyal video dan audio digital tak terkompresi secara bersamaan. Interface ini sudah banyak digunakan oleh berbagai macam perangkat audio-video, mulai dari PC desktop, monitor/ TV, hingga console game.

Kabel HDMI mampu menyalurkan sinyal video dan audio sekaligus

IPS: In-Plane Switching, salah satu tipe monitor LCD TFT (Thin Film Transistor) yang memiliki sudut pandang (viewing angle) dan reproduksi warna yang lebih baik daripada monitor LCD TFT tipe TN. Biasanya  layar LCD tipe IPS digunakan oleh monitor LCD untuk professional yang berharga mahal. Jenis layar ini juga dapat ditemui di beberapa perangkat mobile, seperti Macbook dan iPad dari Apple Computer.

Interlaced Video: Teknik interlacing digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar tanpa menambah ukuran bandwidth yang diperlukan. Teknik ini dimaksudkan untuk digunakan pada televise CRT. Gambar yang ditampilkan secara interlacing diproyeksikan dalam dua jenis garis genap dan ganjil, masing-masing mengandung potongan gambar yang ditampilkan secara bergantian dan kemudian disatukan untuk membentuk frame utuh. Jika video interlaced diputar pada perangkat display progressive scan tanpa de-intelacing, akan muncul efek artifak “interlacing” berupa garis-garis terputus pada obyek yang bergerak cepat.

Contoh efek artifak “interlacing”

LCD: Liquid Crystal Display, teknologi display yang pada dasarnya menggunakan Kristal cair yang diapit oleh polarizing filter dan substrat kaca yang diberi pencahayaan tambahan (reflective, edge/ back lighting, dll.) agar permukaan layar dapat terlihat karena liquid crystal tidak menghasilkan cahaya. Kelebihan utamanya dibanding teknologi display CRT adalah ukuran layar yang jauh lebih tipis dan ringan, serta konsumsi daya yang lebih rendah. Jenis LCD yang umum digunakan di monitor komputer adalah layar tipe TFT yang menggunakan Thin Film Transistor untuk meningkatkan kualitas gambar.

LED: Light Emitting Diode. Perbedaan antara monitor LCD “LED” dengan monitor LCD “biasa” terletak pada jenis lampu yang digunakan untuk menerangi layar LCD. Monitor LCD pada umumnya menggunakan lampu CCFL (Cold Cathode Fluorescent Light), sedangkan monitor LCD “LED” menggunakan light emitting diode yang lebih hemat daya dan menghasilkan gambar yang lebih baik (dengan teknik penerangan back-lighting). Oleh karena itu, lebih tepat jika monitor LED disebut sebagai “monitor LCD dengan lampu LED”. Berkat lampu LED, monitor LCD dapat dibuat lebih hemat daya dan  lebih tipis daripada  monitor LCD dengan lampu CCFL konvensional.

Monitor LCD dengan lampu LED dapat dibuat sangat tipis

Native Resolution: Resolusi optimum sebuah monitor LCD dimana gambar akan ditampilkan dengan kualitas yang paling baik. Biasanya, jika monitor LCD disetel pada setting resolusi selain native resolution-nya, gambar di layar akan tampak mengalami penurunan kualitas.

OLED: Singkatan dari Organic Light-Emitting Diode. Jenis layar yang menggunakan lapisan semikonduktor organic yang diselipkan di antara dua elekroda. Karena semikonduktor ogranik ini memancarkan cahaya sendiri, layar OLED tidak membutuhkan lighting tambahan seperti layar LCD dan mampu menampilkan kontras warna yang lebih baik. Layar OLED banyak digunakan di gadget seperti smartphone.

Diagram layar OLED

OSD: On Screen Display, tampilan menu di layar monitor di mana semua pengaturan display dilakukan.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES