in: Features | January 2, 2011 | by: Gatot Tri Yuwono

Buyer’s Guide: PC Gaming Mainstream

Anda tentu sudah melihat artikel “Buyer’s Guide PC Gaming” kami untuk kelas “Entry-Level”. Pada artikel tersebut, Anda dapat melihat beragam pilihan hardware yang kami rekomendasikan untuk membangun sebuah PC gaming dengan dana serendah mungkin. Ternyata, dengan dana pas-pasan Anda masih dapat membangun sebuah PC yang cukup bertenaga untuk bermain game.

Akan tetapi, bagi sebagian orang PC gaming kelas entry-level masih kurang bertenaga untuk menjalankan beberapa game, misalnya saja game-game berbasis DirectX 11 yang dijalankan di resolusi 1920×1080. Untuk menjalankan game seperti itu, Anda membutuhkan PC gaming dengan hardware yang lebih bertenaga. Oleh karena itu, pada artikel ini kami akan memberikan panduan kepada Anda dalam membangun PC gaming kelas mainstream yang dilengkapi hardware yang lebih bertenaga dibandingkan kelas entry-level.

PC Gaming Mainstream

Dalam membangun “PC Gaming Mainstream”, komponen hardware yang kami rekomendasikan merupakan komponen hardware kelas mainstream. Pilihan hardware kelas mainstream memang banyak dan beragam. Oleh karena itu diperlukan kejelian dalam memilih sehingga Anda bisa mendapatkan hardware dengan harga serendah mungkin namun tetap menawarkan kinerja yang kencang dan feature yang lengkap.

Prosesor

Prosesor – AMD

AMD Phenom II X4 955 Black Edition (Rp. 1.304.000,-)

AMD Phenom II X4 955 Black Edition (BE) dilengkapi clock core 3.2 GHz dan L3-Cache sebesar 6 MB dan merupakan prosesor quad-core seri “Black Edition” paling murah saat ini. Satu hal yang menjadi kelebihan prosesor ini adalah multiplier prosesor yang tidak dikunci. Gamer tentu akan menyukai feature ini karena mereka dapat dengan mudah meningkatkan kinerja sistem dengan cara meng-overclock prosesor, cukup merubah nilai multiplier prosesor di BIOS.

Sebenarnya, terdapat AMD Phenom II X4 965 BE dan 970 BE yang memiliki clock speed, harga, dan kinerja lebih tinggi. Akan tetapi dengan prosesor quad-core seri “Black Edition” paling murah ini, Anda dapat dengan mudah menyulap spesifikasi 955 BE menjadi spesifikasi 965 BE atau 970 BE dengan cara menaikkan clock speed 955 BE ke 3.4 GHz (965 BE) atau 3.5 GHz (970 BE).

AMD Phenom II X6 1055T (Rp. 1.665.000.-)

Prosesor AMD lainnya yang kami rekomendasikan adalah AMD Phenom II X6 1055T. Berbeda dengan prosesor sebelumnya yang hanya dilengkapi empat buah core, prosesor ini dilengkapi enam buah core. AMD Phenom II X6 1055T dilengkapi clock speed 2.8 GHz dengan “Turbo Core” clock speed 3.2 GHz. Untuk saat ini, inilah prosesor six-core termurah yang ada di pasar Indonesia. Beberapa game keluaran terbaru telah mampu memanfaatkan prosesor dengan jumlah core sebanyak ini dan tampaknya akan semakin banyak game di masa depan yang mampu memanfaatkan keunggulan prosesor multi-core.

Prosesor – Intel

Intel Core i5 760 (Rp. 1.807.000,-)

Intel Core i5 760, prosesor dengan codename Lynnfield ini dilengkapi clock speed 2.8 GHz, maximum “Turbo” clock speed 3.3 GHz, dan cache sebesar 8 MB. Walaupun tidak dilengkapi teknologi Hyper-Threading, empat buah core yang tertanam di dalam prosesor ini sudah mencukupi untuk menghadapi berbagai game terbaru. Harga yang ditawarkan untuk prosesor kelas mainstream ini juga tergolong terjangkau, di bawah dua juta rupiah.

Intel Core i5 655K (Rp. 1.964.000,-)

Rekomendasi kedua kami untuk prosesor Intel kelas mainstream adalah Intel Core i5 655K. Intel Core i5 655K menggunakan codename Clarkdale yang berarti prosesor ini memiliki graphics card terintegrasi di dalam proseesor. Prosesor ini dilengkapi clock speed 3.2 GHz, maximum “Turbo” clock speed 3.46 GHz, dan chace sebesar 4 MB. Walaupun prosesor ini hanya dilengkapi dua buah core, tetapi prosesor ini dilengkapi teknologi Hyper-Threading yang memungkinkan sistem operasi mengenali empat buah thread pada prosesor ini.

Prosesor ini memiliki multiplier yang tidak dikunci. Prosesor Intel dengan huruf “K” dibelakangnya memang menandakan bahwa prosesor tersebut memiliki multiplier yang tidak dikunci. Gamer tentu akan menyukai feature ini karena mereka dapat dengan mudah meningkatkan kinerja sistem dengan cara meng-overclock prosesor, cukup merubah nilai multiplier prosesor di BIOS.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES