[PR] Mantapkan Posisi No. 2, Laba Bersih XL Meningkat 69%
Jakarta, 31 Januari 2011.
PT XL Axiata Tbk. (XL) melaporkan kinerja tahun 2010
dengan laba bersih Rp. 2,9 triliun (* 69% YoY). Pendapatan usaha meningkat sebesar
27% YoY menjadi Rp 17,6 triliun dan EBITDA mencapai Rp 9,3 triliun (* 50% YoY)
dengan EBITDA marjin yang meningkat menjadi 53% pada akhir 2010. Sementara jumlah
pelanggan bertambah 28% YoY dari 31,4 juta pelanggan (2009) menjadi 40,4 juta
pelanggan di akhir tahun 2010.
Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, “2010 merupakan tahun yang baik
bagi XL dimana kami berhasil semakin memantapkan posisi kami sebagai operator no. 2
di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari upaya dan strategi yang telah diterapkan
XL sejak tahun 2007.” Sepanjang tahun 2010, XL terus mengeluarkan produk dan layanan
yang inovatif. Pencapaian ini diakui oleh berbagai institusi antara lain penghargaan
dari majalah Finance Asia sebagai Top 5 Best Managed Companies di Indonesia; selain
itu Frost and Sullivan memilih XL sebagai Mobile Service Provider of the Year and
Service Provider of the Year; dan penghargaan terbaru yang didapat XL yaitu dari
majalah Gadget yang mengakui XL sebagai operator GSM yang paling inovatif.
Pada bulan Desember, untuk meningkatkan layanan bicara, XL meluncurkan paket baru
Rp 0, dimana XL memberikan gratis bicara selama 30 detik pertama di waktu tertentu.
Dan sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan, XL memberikan gratis roaming
internasional untuk layanan data, dan diskon tarif hingga 90% untuk layanan bicara
dan diskon hingga 50% untuk layanan SMS di 7 negara (Singapura, Malaysia, Sri Lanka,
Kamboja, Bangladesh, Hong Kong dan Jepang). Hasnul Suhaimi melanjutkan, “Kami tidak
tertarik untuk berkompetisi dalam masalah harga,tetapi kami lebih memperhatikan
pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan kami dan bagaimana kami dapat
meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkesinambungan.”
Dalam rangka meningkatkan pengalaman pelanggan di layanan data, XL menyediakan
platform khusus, XL go!. Platform tersebut diciptakan untuk memudahkan pelanggan
mendapatkan informasi sisa pulsa, mengakses layanan jejaring sosial dengan mudah,
dan mendapatkan berita terkini. Sejak peluncuran pertama XL go! pada tanggal 3
November, platform tersebut sudah diakses hingga 1 juta pelanggan hanya dalam kurun
waktu 3 minggu sejak peluncurannya. Sejalan dengan strategi untuk meningkatkan
penggunaan layanan mobile data, XL memperkenalkan paket Nokia X3 yang dilengkapi
dengan konten Glee (acara TV yang sedang naik daun) dan juga tombol akses langsung
untuk XL go!.
Sejak tahun 2010, XL mulai memfokuskan diri terhadap layanan data dimana XL
mengalokasikan sekitar 30% dari belanja modal 2010 untuk layanan data. Sepanjang
tahun 2010, XL telah membangun 2.842 BTS (2G/3G) sehingga pada akhir 2010 jumlah BTS
XL telah mencapai 22.191 (2G/3G). Untuk tahun 2011, XL akan menganggarkan sekitar Rp
5 triliun untuk belanja modal dimana sekitar 1/3 akan dialokasikan untuk layanan
data/3G.
Sepanjang tahun 2010, XL telah melunasi sebagian pinjaman sehingga pada akhir tahun
2010, total pinjaman XL berkurang dari Rp 13,5 triliun menjadi Rp 10,2 triliun
dengan rasio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 1,1x.
Dengan kondisi neraca XL yang sehat, maka pihak manajemen XL telah memutuskan untuk
memperbaharui kebijakan dividennya menjadi minimum 30% dari normalized net income
(laba bersih yang telah disesuaikan terhadap selisih kurs yang belum terealisasi dan
peristiwa luar biasa). Selain itu, XL akan mengajukan pada agenda RUPS tahunan untuk
membayar dividen di tahun 2011 sebesar 30% dari normalized net income 2010.
Growth Highlights for FY10
* Pendapatan usaha sebesar Rp. 17,6 triliun (* 27% YoY and * 4% QoQ)
* EBITDA sebesar Rp. 9,3 triliun (* 50% YoY dan * 6% QoQ)
* EBITDA Marjin sebesar 53%
* Laba Bersih sebesar Rp. 2,9 triliun (* 69% YoY dan * 7% QoQ)
* Total Pinjaman sebesar Rp. 10,2 triliun (* 24% YoY)
* Total pelanggan sebanyak 40,4 juta (*28% YoY dan *5% QoQ)
* Jumlah outgoing minutes 81,9 miliar menit (* 28% QoQ)
* Total ARPU sebesar Rp 34 ribu
* Jumlah outgoing SMS sebanyak 188 miliar SMS (*196% YoY and * 23% QoQ)













