in: Movies | February 19, 2011 | by: Lucky Natalia

Penampilan Terbaik Natalie Portman dalam Black Swan

Menjelang detik-detik tutup tahun 2010, sebuah film dengan konsep yang cukup menarik resmi di rilis. Film berjudul Black Swan yang mengisahkan perjalanan batin tokoh utamanya, Nina Sayers (Natalie Portman) ini mendapatkan respon positif dan dinominasikan di berbagai ajang penghargaan. Nina adalah anggota salah satu sekolah balet ternama di New York. Suatu hari, sekolah balet tersebut berencana membuat pertunjukkan Swan Lake dan mencari ballerina yang tepat untuk memerankan tokoh utama, White Swan dan Black Swan. Oleh karena White dan Black Swan diceritakan sebagai dua orang saudara kandung, kedua karakter tersebut seharusnya diperankan oleh orang yang sama.

Setelah melalui proses audisi yang panjang dan bersaing ketat dengan ballerina muda berbakat, Lily (Mila Kunis), Nina pun berhasil mendapatkan peran tersebut. Beban dan tuntutan untuk tampil sempurna membuat Nina berjuang keras mendalami karakternya, khususnya peran Black Swan. Sutradara Swan Lake, Thomas Leroy (Vincent Cassel), melihat bahwa Nina kurang dapat memerankan Black Swan dengan sempurna. Semakin Nina berusaha, semakin beban yang dirasakan, karakter tersebut tidak berhasil diperankan dengan baik oleh Nina. Ia pun mulai mengalami serangkaian halusinasi psikologis. Gangguan tersebut semakin diperparah karena Nina terbayang-bayang oleh keberadaan Lily yang dapat menggantikan posisinya setiap waktu. Sentimen pribadi pun terbentuk di benak Nina dan membuatnya semakin berhalusinasi untuk menghancurkan Lily. Apakah Nina berhasil membuktikan kepada Thomas bahwa ia memang pantas memerankan White dan Black Swan?

Bukan Natalie Portman namanya jika tidak memerankan karakter yang menantang dan memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Untuk memerankan Nina Sayers, Natalie harus melakukan diet ketat, berolahraga, dan berlatih balet sejak enam bulan sebelum produksi film dilakukan. Hasilnya, hampir semua adegan tarian dilakukan sendiri oleh Natalie, kecuali adegan yang diambil dari sudut lebar dan membutuhkan posisi en pointe (berdiri dengan bertumpu pada jari kaki) yang cukup lama. Atas akting primanya di film ini, Natalie Portman mendapatkan nominasi di 15 ajang penghargaan untuk kategori Best Actress, Best Female Lead, Runner Up Actress or the Year, dan Outstanding Performance by a Female Actor in a Leading Role. Tujuh di antaranya berhasil dimenangkan, termasuk ajang bergengsi Golden Globe Awards yang berlangsung  Januari lalu.

Kematangan karakter Nina Sayers tidak hanya berkat bakat luar biasa Natalie Portman. Sang sutradara, Darren Aronofsky, ternyata memiliki ketertarikan tersendiri terhadap dunia balet. Ia sering melihat pertunjukkan Swan Lake dan melihat perbedaan mencolok di antara kedua karakter tersebut yang harus diperankan dengan tepat untuk mendapatkan kesan baik White Swan dan kesan jahat Black Swan. Balet bukanlah sebuah bentuk seni yang mudah diinterpretasikan seperti musik dan film. Oleh karena satu-satunya media penyampai pesan pada balet adalah tarian, butuh pendalaman karakter yang kuat untuk menciptakan sebuah koneksi antara penari dan penonton. Aronofsky pun melakukan diskusi dengan banyak penari balet untuk mematangkan skenarionya.

Kisah Black Swan sebenarnya merupakan pecahan dari kisah di film Darren sebelumnya, The Wrestler. Ia akhirnya membelah dua kisahnya karena menganggap cerita utuh tersebut terlalu berlebihan untuk sebuah film. Darren mengakui bahwa ia sangat terinspirasi oleh film karangan Roman Polanski, Repulsion (1965) dan The Tenant (1976) yang juga berjenis psychological thriller.

Tanggal rilis:
3 Desember 2010 (USA)
Genre:
Thriller, drama
Durasi:
108 menit
Sutradara:
Darren Aronofsky
Pemain:
Natalie Portman, Mila Kunis, Vincent Cassel, Barbara Hershey
Studio:
Fox Searchlight Pictures

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES