[PR] Piranti Lunak Autodesk Entertainment Menonjol di Industri Televisi

Reading time:
February 16, 2011

Tayangan-tayangan baru di televisi seperti “The Cape,” “Criminal Minds: Suspect Behavior” dan program-program serial televisi yang sudah berjalan seperti “Glee,” “NCIS,” “No Ordinary Family” menarik manfaat dari Perangkat Efek Visual Autodesk

Jakarta, 16 Februari, 2011 —Tim efek visual dan pascaproduksi di balik berbagai program serial televisi dengan peringkat teratas seperti “Glee”, “NCIS”, “Bones”, “Fringe”, “The Good Wife”, “No Ordinary Family” dan “Dexter” dan sejumlah serial tambahan baru tengah musim seperti “The Cape”, “Chicago Code” dan “Criminal Minds: Suspect Behavior” secara teratur beralih ke peranti lunak Digital Entertainment Creation dari Autodesk, Inc. (NASDAQ: ADSK), untuk membantu meningkatkan kualitas serial televisi.

“Alur kerja digital telah menjadi alur yang banyak diikuti oleh serial televisi berepisode, oleh karena itu, kami melihat bahwa perangkat efek visual dan compositing kami banyak digunakan di berbagai program untuk compositing, membersihkan dan mempercantik program-program yang lebih dramatis hingga urutan-urutan yang memiliki efek visual berat agar dapat memberikan tayangan yang lebih sarat dengan aksi,” kata Marc Petit, senior vice president Autodesk Media & Entertainment. “Kami merasa sangat senang melihat begitu banyak inovasi kreatif dari komunitas rumah produksi program televisi, dan kami terus mengembangkan perangkat-perangkat kami agar bisa memenuhi tingkat kecepatan dan efisensi yang diperlukan oleh konsumen kami.”

Eden FX, yang menyediakan efek visual bagi serial baru “The Cape”, serta “Fringe”, “Undercovers”, “Community”, “Teen Wolf” dan “NCIS”, telah mengintegrasikan dengan cermat piranti lunak Autodesk Maya, Autodesk Softimage, Autodesk 3ds Max dan Autodesk Mudbox 3D animation ke dalam alur kerjanya. “Kami sangat bersemangat sekali melihat integrasi produk Autodesk ke dalam pipeline kami. Para seniman kami dapat menciptakan hasil pekerjaan yang tidak mungkin dapat dilakukan dengan paket lain dan masih bisa memenuhi jadwal televisi yang biasanya sangat ketat,” ujar Steve Pugh, VFX producer, Eden FX.

LOOK FX yang berkantor pusat di Los Angeles kini sedang mengerjakan musim tayang ke-enam serial televisi “Bones” dan berperan memberikan efek visual pada serial televisi “Harry’s Law” dan “No Ordinary Family” dengan menggunakan berbagai perangkat, antara lain Maya, Mudbox, Autodesk Flame dan Autodesk Flare. Mereka juga merupakan rumah produksi yang mengerjakan efek visual terpenting pada musim tayang terakhir serial “Los”t. Supervisor LOOK 3D Michael Capton menjelaskan, “Dengan adanya waktu yang singkat untuk produksi serial TV, Maya memberikan fleksibilitas yang membuat kami mampu bekerja cepat dan membuat perubahan dengan tergesa-gesa, dan menangani semua efek yang harus kami kerjakan.”

FuseFX menciptakan efek visual untuk beberapa serial televisi baru dan populer, antara lain “Criminal Minds: Suspect Behavior”, “Chicago Code”, “Glee”, “No Ordinary Family”, “Lie to Me”, “Criminal Minds”, “United States of Tara”, “The Good Wife”, “The Unit” dan “Mercy”. Pendiri FuseFX dan Supervisor Visual Effects David Altenau mengatakan, “3ds Max, yang merupakan perangkat utama kami untuk animasi dan efek yang berasal dari computer, dapat digunakan baik untuk televisi dan film. Perangkat ini telah berperan penting dalam kesuksesan kami sebagai fasilitas efek visual. Kami mengkombinasikannya dengan V-Ray untuk menciptakan berbagai elemen CG, lingkungan digital, api, asap, pesawat, helikopter, penggandaan digital, dan masih banyak lagi.”

Di dalam materi promosi yang luar biasa untuk musim tayang kelima serial “Dexter”, sang tokoh pahlawan berdiri diam di ruang tamu saat dunia di sekelilingnya terbalik. Semua barang yang ada di dalam ruangan mulai dari sofa sampai bingkai foto hingga botol-botol kecil berisi darah,slide mikroskop dan semangkuk sereal terbanting ke lantai saat ruangan berputar dalam gerak lambat sedangkan Dexter berdiri tanpa cedera di tengah adegan tersebut. Untuk promo ini, SWAY Studio menggunakan 3ds Max dan Flame untuk membangun elemen-elemen yang dimunculkan dari komputer atau computer generated (CG) dan melengkapi pekerjaan compositing di masing-masing titik dalam 30 shot tersebut. “Proyek ini sangat menantang karena merupakan gabungan dari berbagai elemen rumit yang terintegrasi dengan mulus ke dalam sebuah lingkungan CG. Beberapa elemen diambil secara terpisah dan harus dicocokkan secara hati-hati, elemen elemen lain direproduksi dengan photoreal CG. Saya sangat menyukai sistem internal paint pada Flame yang memungkinkan kami mengendalikan dengan lebih baik kinerja elemen CG,” ujar Aaron Powell, VFX supervisor SWAY Studio. “Saya adalah penggemar berat Flame. Anda dapat bereksperimen dengan layers dan lebih
cepat menggunakannya. Flame ini adalah penyelamat besar, terutama pada proyek yang melibatkan pekerjaan keying dan compositing sejumlah elemen yang sifatnya sangat metalik dan reflektif.”

Keyframe Digital Productions banyak menggunakan 3ds Max untuk menciptakan efek visual pada serial “Warehouse 13” yang ditayangkan di stasiun televisi Syfy dan “Lost Girl”, di Canada on Showcase. Fasilitas ini melakukan banyak scripting, dengan mengambil keuntungan dari kode open source pada 3ds Max untuk menyesuaikan pipeline-nya. “Direktur teknis kami menuliskan script di 3ds Max untuk membantu membentuk pipeline produksi dan terus membuat alur kerja kami menjadi lebih efisien,” ujar Darren Cranford, principal Keyframe Digital Productions.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 12, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Janjikan Karakter Protagonis Yang Lebih Kuat

Evie, protagonis baru untuk Stellar Blade: Blood Rain, dipastikan Shift…
June 12, 2026 - 0

Gears of War: E-Day Siapkan Campaign Dengan Durasi Terpanjang

The Coalition memastikan campaign di Gears of War: E-Day akan…
June 12, 2026 - 0

Roblox Diklaim Ingin “Jalan Damai” Untuk Ratusan Gugatan Keamanan Anak

Roblox diklaim ingin selesaikan lebih dari 150 gugatan terkait dugaan…
June 12, 2026 - 0

Xbox Kaji Ulang Strategi Console Next-Gen Mereka

Xbox sedang mengevaluasi kembali pendekatan untuk Project Helix, dengan faktor…