in: Games | March 26, 2011 | by: David Novan

NostalGame: Dino Crisis

Pada akhir 1990-an, Capcom merupakan perusahaan game yang terkenal dengan seri game survival horror-nya. Seri game legendaris yang dibuat perusahaan ini, yaitu Resident Evil, telah menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Capcom mencoba memperluas produk mereka di bidang survival horror. Hasilnya, Dino Crisis lahir pada pertengahan 1999. Ketika dahulu saya memainkan game ini, harapan yang ada tentunya Dino Crisis bisa menyamai keseruan Resident Evil. Ternyata, game ini justru memberikan lebih dari yang saya harapkan! Nah, setelah lebih dari 10 tahun berlalu, saya kembali membongkar koleksi game nostalgia dan menemukan game ini! Mari bermain bersama saya dan kembali merasakan ketegangan klasik yang tidak dapat ditemui di game yang dibuat di tahun 2000-an!

Zombie Walk, Dinosaur Run!

Memang apa ‘sih yang membuat Dino Crisis bisa lebih menegangkan dibanding Resident Evil? Apakah ada yang lebih mengerikan daripada Zombie yang berjalan pelan tapi pasti untuk dapat menikmati daging Anda? Pertama saya juga berpikir sama seperti itu. Dinosaurus kuat ditembak? Zombie juga! Bahkan Zombie bentuknya jauh lebih mengerikan, bila Anda tidak takut dengan semua gigi besar yang tajam milik Dinosaurus. Ternyata, game ini langsung menampar saya dengan kenyataan yang sangat kejam; Zombie tidak bisa berlari dengan cepat sedangkan Dinosaurus bisa! Pada zaman itu, belum ada zombie yang bisa berlari dengan cepat seperti pada Resident Evil 4 dan Left 4 Dead. Jadi, Anda pasti bisa membayangkan apa yang terjadi pada saat itu! Oh, betapa seringnya saya melihat layar Game Over!

Dinosaurus tidak sama dengan Zombie! Mereka cepat dan berukuran jauh lebih besar!

Karakter utama yang dimainkan di Dino Crisis adalah seorang agen militer bernama Regina. Ia ditugaskan untuk menyusup ke sebuah fasilitas rahasia demi menemukan seorang dokter bernama Kirk. Ternyata, fasilitas tersebut telah menjalankan riset terlarang untuk membuat senjata biologi yang dahsyat dan kebangkitan kembali Dinosaurus merupakan bagian dari hal itu. Maka dimulailah pertempuran yang penuh darah dan ketegangan demi bertahan hidup. Seleksi alam antara manusia dengan Dinosaurus dimulai kembali!

Ketika saya kembali memainkan game ini, ada satu hal yang terlintas dalam pikiran; game ini ternyata sangat kejam! Begitu banyak adegan dalam game ini memperlihatkan potongan tubuh manusia yang telah setengah dimakan Dinosaurus! Seringkali keadaannya sudah begitu mengerikan. Untungnya, game ini tidak dibuat dalam kualitas tampilan yang begitu detail seperti saat ini. Andaikan benar demikian, saya yakin game ini akan mendapatkan rating tertinggi di atas Dewasa (Mature), yaitu Adult Only!

Inilah kekejaman survival horror pada tahun 1990-an. Saat itu belum ada politisi sok suci yang mengkambing hitamkan game atas kekerasan anak.

Dinosaurus Tidak Punya Otak? Think Again!

Semua elemen survival horror yang begitu apik disusun pada Resident Evil dapat kembali ditemukan dalam game ini. Kelangkaan peluru merupakan kunci utama yang membuat game ini sangat menegangkan! Bila saya masih melawan Zombie, hal ini masih bisa saya atasi dengan relatif mudah. Cukup hindari saja Zombie yang jalannya pelan tersebut. Namun, lain lagi bila berhadapan dengan Dinosaurus! Pertama, Dino itu besar ukurannya dan mereka punya buntut yang panjang! Ketika saya menghindari Velociraptor, seringkali ia mengibas buntutnya dan membuat Regina jatuh terjerembab. Kedua, Dino larinya sangat cepat! Ketika saya berhasil menghindarinya, Raptor tersebut dapat mengejar Regina dengan mudah!

Setelah saya berhasil melepaskan diri dari kejaran raptor tersebut dengan cara pindah ruangan melalui sebuah pintu, legalah perasaan saya! Tiba-tiba, pintu yang tadi saya lewati digedor dengan sangat ganas oleh Raptor yang sebelumnya mengejar! Setelah beberapa saat, ia akhirnya menyerah dan keadaan kembali tenang. Nah, kini saatnya untuk sedikit bersantai demi melepas ketegangan dan menjelajahi ruangan lain. Belum jauh saya berjalan – Brak! jeruji yang menutupi lubang angin di atap dekat saya jatuh ke tanah, bersama Raptor yang tadi! Ternyata dia bisa mengejar saya ke ruangan lain!

Pintu tidak dapat menghalangi Velociraptor!

Tembakan panik langsung menyambut kehadiran Raptor yang gigih tersebut! Untungnya, saya telah mempersiapkan Shotgun dengan sisa lima peluru untuk melawan kejutan seperti ini. Setidaknya itulah yang saya pikirkan. Setelah tiga tembakan dari dekat, Raptor itu pun rubuh. Yeah! Itu balasannya untuk mengagetkan saya! Dengan perasaan lega, saya meninggalkan dino tersebut dan melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, saya diterkam dari belakang dan Regina harus bertahan hidup dari serangan ganas yang membuatnya hampir mati! Tombol controller saya tekan dengan ganas demi melepaskan diri dari gigi-gigi besar nan tajam tersebut. Ternyata, tiga peluru Shotgun belum cukup untuk membunuh Raptor tadi!

Akibat serangan kejutan tadi, saya harus merelakan kehabisan peluru Shotgun dan Regina mengalami pendarahan. Bila pendarahan akibat gigi dino tidak disembuhkan dengan segera, Regina akan kehabisan darah dan mati! Untungnya, saya masih menyimpan Hemostat untuk menghentikan pendarahan dan Medical Pack untuk menyembuhkan energinya. Pada game ini, tingkat energi Regina tidak diperlihatkan pada menu seperti di Resident Evil. Untuk mengetahuinya, saya harus memperhatikan lagu dan gesture Regina. Bila ia mengalami pendarahan, darah akan menetes di lantai. Sedangkan ketika Regina hampir mati, lagu akan semakin cepat temponya dan ia akan membungkuk kesakitan.

Beragam teka-teki dapat ditemui dalam game ini
Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES