in: Games | March 20, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: Metal Gear Solid

Apa yang Saya Suka dari Metal Gear Solid?

Every single little thing! Saya mencintai game ini luar dan dalam, benar-benar sebuah kesempurnaan. Desain karakter yang tampil begitu keren, dari Solid Snake nya sendiri hingga setiap anggota Foxhound yang ada. Siapa yang bisa melupakan Sniper Wolf, Vulcan Raven, Psycho Mantis, Liquid Snake, dan Revolver Ocelot? Anda akan merasakan chill setiap kali melihat karakter ini muncul di dalam screen, entah sekedar bercakap atau berusaha membunuh Anda. Keren!

Salah satu karakter yang membuat saya jatuh cinta pada seri ini adalah si Gray Fox atau yang lebih dikenal sebagai Exoskeleton. Ninja besi ini memang sangat dingin sekaligus memesona. Gerakan yang cepat dan kemampuan pedang yang mampu menangkis setiap peluru yang Anda muntahkan kepadanya memang cukup membuat rahang terbuka lebar. Masa lalunya yang gelap dan dendamnya terhadap Solid Snake tidak menghalangi dirinya untuk membantu menghancurkan Metal Gear Rex yang menyeramkan itu.

Humor-humor yang disampaikan oleh Kojima juga membuat game ini semakin hidup, terkadang membuat saya tertawa terbahak, terkagum-kagum, namun tak jarang pula mengumpat dengan keras. Misalnya ketika kita harus melakukan kontak codec dengan Meryl tanpa ada clue apapun tentang nomor frekuensi yang dituju. Campbell kemudian datang melakukan kontak sembari mengucapkan pesan, “Look at the back of the CD case !”. Pada awalnya saya cukup bingung memahaminya, apa yang sebenarnya dimaksud. Setelah berjam-jam berkeliling Shadow Moses untuk mencari item berbentuk CD atau at least CD case, saya mulai desperate. Dalam keputusasaan itulah, saya memutuskan kembali berhenti bermain. Ketika saya mengambil CD case untuk menyimpan CD game ini, alangkah terkejutnya saya, TERNYATA angka codec Meryl benar-benar ada di belakang CD case di dunia nyata. Reaksi pertama? “What the @!#$@!!!” dan kemudian tertawa terbahak-bahak menyadari kebodohan saya.

Psycho Mantis juga merupakan salah satu karakter yang paling ajaib di seri MGS ini. Ketika pertama kali melawannya, frustrasi adalah perasaan paling dominan. Dia bisa menghindar setiap peluru yang ada, bahkan sebelum kita menembakkannya. Dalam pikiran saya, bagaimana cara melawannya? Apalagi Psycho Mantis benar-benar tampak seperti bisa membaca pikiran kita. “You are playing Suikoden..”, percakapan yang membuat saya terkejut setengah mati, “BAGAIMANA DIA MELAKUKANNYA???!!” Ketika dia meminta kita meletakkan stick getar di lantai, ia juga membuat seolah-olah ia bisa menggerakkan kontroler di dunia nyata. Beat that!

Untungnya clue datang dari codec, walaupun saya lupa dari siapa. Intinya adalah meminta kita melawan Psycho Mantis menggunakan kontroler 2 atau memindahkan kontroler kita ke port nomor 2 Playstation, dan hasilnya, menakjubkan! Semua peluru kita dapat masuk begitu saja, dan Mantis seperti kehilangan kekuatannya sama sekali. Dia cuma bisa berteriak, “Why??! Why??! I can’t read your mind!”. Saya tertawa terbahak-bahak. Sekali lagi, Kojima berhasil membuat saya jatuh cinta.

Detail senjata yang dihadirkan juga tak kalah menyeramkannya dan juga tetap “unik”. Merasa harus menemukan posisi laser supaya tidak terdeteksi? Tinggal meminta Snake menyalakan rokok dan menggunakan asap untuk mendeteksinya. Merasa tangan bergetar ketika harus membidik musuh melalui sniper? Gunakan obat penenang, Diazepam. Butuh senjata berat untuk membantai musuh dari jarak jauh? Well, gunakan Nikita. Semua senjata ini benar-benar tampil dengan begitu details dan sempurna di masa itu.

Artwork juga merupakan salah satu nilai plus dari game ini. Bagi Anda yang pernah memainkan game ini tentu mengerti. Melalui goresan tinta yang ada, artwork ini tampil begitu dingin namun sekaligus mampu menggambarkan semua hal tentang Metal Gear Solid itu sendiri.

Mari kita membicarakan plot. Cerita di dalam Metal Gear Solid untungnya masih bisa dipahami dengan logika anak muda. Misi menghancurkan Metal Gear Rex masih berada dalam batas “klise” game action yang memosisikan jagoan sebagai penyelamat dunia. Namun, ketika sudah bertemu dengan Liquid Snake yang membahas tentang Gnome Soldier, The Patriots, dan Big Boss, saya mulai merasa cukup bingung dengannya. Plot game ini tiba-tiba menjadi sangat kompleks dan berat, seperti berusaha mengurai tali kusut tak berujung. Saya sampai harus memainkannya beberapa kali untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Kompleksitas itu terus berlanjut di seri-seri Metal Gear Solid selanjutnya. Selalu menyenangkan untuk menguak misteri The Patriots atau La-Li-Lu-Le-Lo.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES