in: Direct Release | March 16, 2011 | by: Jagat Review

[PR] Teknologi Autodesk Bantu Ciptakan Keajaiban dalam Film Peraih Academy Award

Autodesk Rayakan Kesuksesan Seniman Digital di Balik Film-film Paling Terkenal Tahun Ini

Jakarta, 16 Maret 2011 — Proses transformasi pemandangan kota yang luar biasa pada film “Inception” bisa terjadi berkat bantuan perangkat lunak efek visual dari Autodesk, Inc. (NASDAQ: ADSK), yang menandai bahwa perangkat Autodesk Digital Entertainment Creation telah digunakan selama 16 tahun berturut-turut dalam film peraih Best Visual Effects pada penghargaan Oscar.

“Kami sangat senang dengan kemenangan ‘Inception’ dan pengguna Autodesk sejak lama, Double Negative ini,” ujar Marc Petit, senior vice president Autodesk Media & Entertainment. “Tim Double Negative melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam membawa penonton ke dalam mimpi sang karakter utama dengan efek visual inovatif yang menggabungkan secara mulus elemen-elemen digital dengan efek khusus dan rekaman live-action.”

Pencapaian di bidang Efek Visual

“Inception”Pemenang Oscar
Dalam film “Inception,” Double Negative, rumah produksi tunggal untuk efek visual dan pemenang British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), membantu menciptakan lanskap visual yang tak terlupakan dimana mimpi dan realita menjadi satu dalam kisah rumit tentang penyelamatan. Double Negative menggunakan perangkat VFX untuk melipat seluruh blok kota di Paris ke dalam kota itu sendiri, mendirikan hamparan luas bangunan-bangunan modern dan meruntuhkan gedung-gedung bobrok ke dalam laut.

“Alice in Wonderland” Nominasi Academy Award
“Alice in Wonderland” menawarkan kisah baru dalam cerita klasik karangan Lewis Carroll, dimana karakter-karakter computer-generated (CG) berinteraksi dengan para penampil live-action — karakter-karakter tersebut direnggangkan dan didistorsi agar terlihat sangat berbeda dengan penampilan mereka di dunia nyata. Sony Pictures Imageworks (SPI), penyedia fasilitas utama pada proyek ini, menggunakan perangkat lunak Autodesk Maya, Autodesk Mudbox dan Autodesk Flame. “Kami sangat bangga akan pekerjaan yang telah dilakukan dan merayakan bakat yang tercurah dalam proses produksi. Ken Ralston dan tim Imageworks menggunakan hampir semua teknik visual yang memungkinkan untuk mewujudkan visi kreatif Tim Burton. Teknologi Autodesk, menggunakan Maya sebagai pondasi pada semua shot untuk menciptakan komposisi yang rumit menggunakan Flame, merupakan bagian penting dalam produksi kami. Hal ini merupakan sebuah kehormatan untuk dinominasikan dalam perusahaan terkenal tahun ini,” ujar Rob Bredow, chief technology officer SPI. The Third Floor juga mengandalkan Maya dan perangkat lunak Autodesk MotionBuilder untuk menciptakan 263-shot pra visualisasi detil dalam film ini.

“Iron Man 2” — Nominasi Academy Award
ILM, yang telah menciptakan 527 shot efek dalam film “Iron Man 2”, menciptakan pakaian Iron Man yang luar biasa dan adegan aksi spektakuler menggunakan bantuan Maya dan Flame. “Maya memainkan peranan penting dalam menyediakan perangkat bagi para seniman kami untuk menciptakan animasi pada ‘Iron Man 2’. Animator baru di ILM dapat langsung ikut terjun ke produksi hanya dengan sedikit pelatihan dan karena Maya memiliki platform opened ended, kami dapat menyesuaikan dan menciptakan perangkat baru yang sangat penting dalam menghidupkan baik Iron Man dan War Machine,”
ujar Marc Chu, ILM animation director. Perangkat Autodesk Digital Entertainment Creation juga penting dalam pekerjaan pra visualisasi oleh The Third Floor (700 shot unik) ini.

“Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I” — Nominasi Academy Award
Film Harry Potter masih terus menceritakan dunia sihir, persahabatan dan petualangan dalam kisah yang semakin kelam. MPC (180 shot), Framestore (100 shot), Baseblack (250 shot), Cinesite (100 shot), Double Negative (190 shot) dan Rising Sun Pictures menciptakan secara digital karakter-karakter dari dunia lain dan efek-efek yang mendiami dunia Harry dan Hogwarts termasuk para Deatheater, Dementor, transformasi karakter, penggandaan digital, api dan pertempuran. Framestore CG Supervisor Andy Kind mengatakan, “Maya merupakan perangkat utama kami untuk modeling, rigging dan animasi. Dengan memberikan kami fleksibilitas untuk menulis seperangkat alat rigging dan animasi, Maya memungkinan animator kami menghidupkan karakter Dobby dan Kreacher.” Baseblack Executive Producer Stephen Elson menambahkan, “Delapan puluh shot kami melibatkan konten 3D dimana Maya menjadi tulang punggungnya.”

“Hereafter” — Nominasi Academy Award
“Hereafter” dibuka dengan adegan luar biasa dari bencana tsunami yang menghancurkan sebagian besar garis pantai Thailand di tahun 2004. Untuk menciptakan adegan air photorealistic CG, Scanline VFX menggunakan perangkat lunak Autodesk 3ds Max untuk modeling, animasi, rigging, simulasi pakaian dan rambut. Seluruh simulasi air dan api diciptakan menggunakan sistem proprietary fluid simulation, Flowline, yang terintegrasi dengan 3ds Max dan V-Ray untuk rendering; untuk simulasi kumpulan orang dengan motion capture, Scanline menggunakan MotionBuilder. Stephan Trojansky, Scanline visual effects supervisor mengatakan, “Realisme merupakan ciri dari film-film Clint Eastwood, dan salah satu tantangan utama dalam ‘Hereafter’ adalah menciptakan efek visual pendukung yang realistis dan dapat dipercaya, namun sangat terkendali. Film ini mendorong kami untuk menggunakan perangkat lunak yang kami miliki, Flowline, ke tingkat selanjutnya, dengan meningkatkan cara mengendalikan perilaku fisik air serta melakukan rendering untuk mendapatkan efek optimal.”

Teknologi Autodesk juga digunakan dalam film-film pemenang Oscar dan nominasi Academy Award pada kategori di bawah ini:

Film Animasi Pendek Terbaik

  • The Lost Thing” — Pemenang Oscar — Co-sutradara Andrew Ruhemann dan Shaun Tan dari Passion Pictures Australia menggunakan berbagai perangkat lunak Digital Entertainment Creation untuk menceritakan kisah tentang seorang anak laki-laki dan makhluk yang ia temukan dipantai. Perangkat lunak Autodesk Softimage digunakan untuk modeling, rigging, animasi, pencahayaan, rendering, dinamika dan efek partikel; perangkat lunak Autodesk Smoke untuk online mastering dan conform; dan Autodesk Lustre untuk color grading.
  • “The Gruffalo” — Nominasi Academy Award — Sutradara Jakob Schuh dan Max Lang dari Magic Light Pictures, menghidupkan buku cerita klasik ini menggunakan kombinasi Maya untuk Animasi, Autodesk Combustion untuk compositing dan Mudbox untuk texturing dan sculpting 450 shot.

Pencapaian di bidang Sinematografi

  • Black Swan” — Nominasi Academy Award — Tim Stipan dari Technicolor New York menggunakan perangkat lunak Lustre untuk melakukan color grading dalam film ini, sementara LOOK Effects, Inc. menggunakan Maya untuk menciptakan 210 shot efek visual, termasuk transformasi menakjubkan aktris Natalie Portman menjadi Black Swan.
  • “True Grit” — Nominasi Academy Award — EFILM menggunakan  Eworks, alur kerja yang dibangun di Lustre, untuk melakukan pewarnaan dalam remake film barat klasik karya Coen Brothers, menggunakan warna bersahaja dan berdebu.
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES