in: Movies | March 25, 2011 | by: Lucky Natalia

Tebus: Ketika Perbuatan Menghasilkan Buah yang Pahit

Setiap perbuatan yang kita lakukan tentunya akan mendapatkan balasan, baik itu perbuatan baik ataupun buruk. Itulah yang dialami Rony Danuatmaja (Tio Pakusadewo), seorang pebisnis yang sangat sukses. Dengan sengaja, ia mengambinghitamkan supirnya, Joko (Freddy Prahman), atas kematian anak laki-laki semata wayangnya, Alarik (Revaldo), akibat overdosis, hanya untuk menyelamatkan nama baik keluarga Danuatmaja. Joko dijatuhi hukuman mati karena “terbukti” bersalah memiliki dan menyebarkan obat-obatan terlarang.

Rony tidak akan pernah menyangka hidupnya akan berantakan akibat perbuatannya. Setelah peristiwa tersebut, Rony harus menghadapi sekelompok orang yang menuntut balas atas perbuatannya. Tragisnya, mereka tidak hanya menuntut Rony, namun juga seluruh keluarga Rony yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Bagaimana nasib Rony dan keluarganya? Siapakah yang menuntut balas kematian Joko? Film Indonesia bergenre drama thriller ini cukup menarik untuk disimak dari awal hingga akhir.

Film yang disutradarai Muhammad Yusuf ini memiliki plot yang menarik. Kita diajak untuk mengikuti cerita di masa sekarang dan masa lalu yang membuat kita sedikit demi sedikit mengetahui plot film secara keseluruhan. Yusuf mungkin tidak ingin memberikan kemudahan kepada penonton dalam mencerna jalan cerita film ini. Ia mengajak penonton untuk sedikit memutar otak dan memberikan konsentrasi penuh kepada film ini dengan menggunakan plot flash back. Teknik tersebut ternyata berhasil. Semakin dalam kita mengikuti film ini, keingintahuan kita akan jalan ceritanya pun semakin kuat. Good job!

Selain dari segi penceritaannya yang menarik, film ini juga dipenuhi detail. Pada umumnya, di beberapa film Indonesia, banyak sutradara yang melupakan detail, baik detail sebab-akibat ataupun detail kecil yang “tercecer” di sepanjang film yang dapat mempengaruhi logika pemikiran penontonnya. Tebus termasuk salah satu film yang dikerjakan dengan rapi, mulai dari plot, akting, setting, hingga efeknya. Tidak banyak film Indonesia yang dikerjakan dengan perhatian, konsentrasi, dan tenaga penuh, dan Tebus adalah salah satunya! Satu hal lagi, Anda akan dibuat “bergidik” saat mendengarkan soundtrack film ini yang diputar di sepanjang 1/3 film yang saya yakin akan membuat Anda mengingat lagu tersebut sampai luar studio!

Yusuf menjadi salah satu sutradara cerdas yang mempertimbangkan semua aspek pendukung di filmnya, tanpa terkecuali. Terbukti, ia membutuhkan waktu hingga dua bulan hanya untuk mencari lokasi syuting yang pas. Ia pun menuntut totalitas dari seluruh pemain film ini untuk melakukan semua bagiannya semaksimal mungkin. Salah satu pemain yang melakukan bagiannya sendiri adalah Chintami Atmanagara yang sukses melakukan adegan menjatuhkan diri dari air terjun, tanpa bantuan stuntman! Pemain lainnya pun mengaku harus melakukan seluruh bagiannya dengan sebaik-baiknya, termasuk adegan yang berbau kekerasan, seperti perkelahian dan pemukulan yang memang banyak terjadi di film ini. Salah satu pemain, Luna Shabrina, mengaku benar-benar merasa kesakitan ketika melakukan adegan dipukul dengan kayu oleh Dayat Simbaia. Apesnya, adegan tersebut harus diulang beberapa kali hingga timing pemukulan dan pengeluaran darah dari mulut terasa tepat.

Sebagai tambahan, walaupun film ini diisi oleh dua remaja cilik, bukan berarti film ini bisa disaksikan oleh anak-anak. Film ini mengandung unsur suspense yang cukup membuat jantung berdetak kencang dan unsur kekerasan yang dapat membuat kita memicingkan mata saat menyaksikannya. So, this movie is a big no no for children.

Dibandingkan film-film Indonesia lainnya yang sedang beredar di bioskop, Tebus menjadi salah satu yang terbaik tahun ini. Semoga, tahun ini akan semakin banyak film Indonesia berkualitas yang dapat memuaskan penontonnya. Penasaran dengan film ini? Anda bisa “mengintipnya” lewat trailer berikut.

Rilis:
31 Maret 2011
Genre:
Thriller, drama
Durasi:
100 menit
Sutradara:
Muhammad Yusuf
Pemain:
Tio Pakusadewo, Chintami Atmanegara, Sheila Marcia, Revaldo, Luna Sabrina, Jajang C. Noor, Freddy Prahman
Studio:
Skylar Pictures

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES