in: News | April 29, 2011 | by: Deliusno

Apa itu Cloud Computing?

Teknologi Cloud Computing memang menggiurkan bagi sebagian besar perusahaan. Teknologi tersebut menjanjikan penghematan yang begitu besar bagi perusahaan yang menggunakannya. Namun, apakah sebenarnya Cloud Computing itu sendiri? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Jagat Review dan beberapa rekan wartawan lain diajak oleh PT Prosperita Sistem Indonesia untuk berdiskusi bersama. Acara diskusi ini berlangsung hari ini di Queen Garden Hotel, Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah. PT Prosperita Mitra Indonesia selama ini dikenal sebagai perusahaan yang mendistribusikan produk ESET, seperti NOD32, di Indonesia.

“Teknologi yang dianalogikan seperti power grid. Kita tidak pernah tahu listrik yang dialirkan dari PLTU mana. Yang kita tahu, listrik di rumah kita menyala. Kita sebagai kustomer hanya ingin tahu listrik di rumah kita menyala,” kata Yudhi Kukuh, CCNA, CCDA, INFOSec, CSS1, CSSP, Fluke Installer Partner, Security Consultant ESET Indonesia,  saat memberikan analogi dari teknologi Cloud Computing. Teknologi cloud computing terjadi saat adanya penyediaan sumber daya komputasi sesuai permintaan (on demand) via jaringan komputer, seperti aplikasi, database, e-mail, chatting, dan lain-lain.

Yudhi Kukuh, CCNA, CCDA, INFOSec, CSS1, CSSP, Fluke Installer Partner, Security Consultant ESET Indonesia, saat menjelaskan arti dari cloud computing

Model layanan Cloud Computing dibagi menjadi tiga, yaitu Infrastructure as a Servive (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS). IaaS merupakan layanan cloud yang fokus terhadap hardware. Seperti namanya, PaaS fokus terhadap layanan cloud berbasis platform. SaaS menyediakan layanan kepada pengguna dengan memakai teknologi Cloud dimana mereka dapat mengakses aplikasi melalui internet tanpa batasan waktu dan ruang. Untuk mengakses aplikasi via cloud, biasanya pengguna hanya perlu menyediakan browser di komputernya.

Teknologi Cloud Computing memiliki beberapa tantangan. Para pengguna tidak pernah tahu letak server yang digunakan. Oleh karena itu, apabila ada suatu masalah di server, data-data pengguna harus dapat dilindungi. Pihak vendor juga harus bisa mengisolasi data tersebut agar tidak tersebar. Terkadang, listrik juga menjadi masalah. Apabila terjadi gagal listrik, server bisa saja mati.

Ada sebuah cara yang ampuh untuk menangani tantangan-tantangan tersebut. Solusi tersebut adalah Service Level Agreement (SLA). Pihak vendor dan pengguna harus dapat membuat SLA yang tentunya tidak merugikan kedua belah pihak. Sebagai contoh, apabila server mati, hal apa yang bisa digunakan oleh pihak vendor untuk mengganti kerugian pengguna. Contoh lainnya, apabila data tersebar, bagaimana cara vendor tersebut bertanggung jawab.

PT. Prosperita Sistem Indonesia hari ini meluncurkan salah satu bentuk model cloud computing mereka, jasfilin.com. Produk ini adalah produk aplikasi akuntansi yang memakai teknologi Cloud Computing. Seperti apakah aplikasi yang mereka kembangkan? Tunggu liputan kami berikutnya!

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES