in: Games | April 25, 2011 | by: David Novan

Nostalgame: Wild ARMs

Apakah Anda setuju bila mendengar pendapat yang mengatakan console PlayStation pertama adalah surganya Role Playing Game Jepang (JRPG)? Bila Anda adalah salah satu gamer yang cukup lama berkecimpung di dunia console PlayStation, Anda pasti tidak akan berpikir dua kali untuk menyetujui pendapat tersebut. Wild ARMs merupakan salah satu game JRPG dengan kualitas tinggi yang muncul di zaman keemasan PlayStation tersebut. Game yang dirilis tahun 1997 tersebut menjadi tonggak awal seri game Wild ARMs yang telah dirilis hingga tujuh judul. Nah, apakah Anda pernah memainkan game yang legendaris ini?

Wild ARMs memiliki cerita yang unik dan gaya bermain yang terbilang fresh di masanya. Cerita game ini menggunakan tema dunia Filgaia yang menyerupai Wild West, dataran Amerika Serikat di masa kolonisasi. Suasana dunia yang dihiasi gurun, bukit, tundra, dan gaya pakaian yang mirip koboi merupakan pemandangan yang lazim dalam semua seri game Wild ARMs. Apakah Anda masih ingat ceritanya? Bagaimana Filgaia yang sebelumnya adalah dunia yang subur menjadi gurun pasir akibat perang besar antara tiga ras penghuninya melawan invasi alien bernama Metal Demon?

Invasi makhluk luar angkasa bernama Metal Demon adalah titik awal dari kehancuran Filgaia dan di saat bersamaan munculnya teknologi ARMs, topik utama dari game ini. Saat perang besar tersebut, manusia bersama ras Elw yang memiliki teknologi berbasis sihir dan ras Guardian berjuang bersama untuk mempertahankan Filgaia. Guardian bisa disamakan dengan dewa pelindung Filgaia. Mereka memiliki kekuatan yang besar dan mampu mengendalikan elemen alam untuk menyerang musuhnya. Namun, Metal Demon bukan lawan yang mudah dikalahkan. Bahkan, mereka dapat menjadi lawan yang seimbang melawan ketiga kekuatan besar Filgaia.

Di akhir perang besar tersebut, Metal Demon akhirnya terpojok hingga ke belahan Filgaia yang terdingin dan diliputi salju. Semenjak itu pula mereka bagaikan menghilang ditelan legenda. Kemenangan itu ternyata meminta harga yang sangat mahal untuk dunia Filgaia dan penduduknya. Bangsa Elw yang tidak cocok dengan cara manusia memimpin, terutama karena ketamakan dan kelicikan manusia, memisahkan diri dari peradaban dan ikut menghilang ditelan waktu. Begitu juga dengan Guardian yang menderita luka terbesar akibat hancurnya alam membiarkan manusia mewarisi dunia yang telah hancur. Berdasarkan cerita inilah Wild ARMs dimulai. Dimulai dari petualangan tiga orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dan disatukan oleh nasib.

Fight for Filgaia

Awal dari permainan Wild ARMs merupakan keunikan pertama dari JRPG yang ada di zaman itu. Anda tentunya masih ingat mengenai pemilihan karakter sebelum memulai game ‘kan? Anda dapat memilih salah satu dari tiga karakter yang dimainkan, yaitu Rudy Roughknight sang Dream Chaser, Jack Van Burace beserta tikus setianya Hanpan, dan Cecilia Lynn Adlehyde, putri kerajaan Adhelhyde yang memiliki rasa keadilan tinggi. Ketiga karakter ini memang akhirnya akan bersatu di kerajaan Adhelhyde, tetapi awal permainan seperti ini membuat cerita antarkarakter menjadi lebih kuat dan mudah dipahami. Cobalah Anda bandingkan dengan game yang menceritakan masa lalu setiap karakternya dengan beragam flashback saja. Di Wild ARMs, seakan Anda merasakan sendiri problem yang ada di diri karakter sebelum mereka berpetualang bersama.

Tentunya Anda masih ingat bagaimana perasaan ketika melihat Rudy menolong seorang anak dari cengkeraman monster dan dibalas dengan diusir dari desa Surf Village ‘kan? Perlakuan tersebut diterima Rudy karena ia terpaksa menggunakan ARMs miliknya untuk membunuh monster tersebut. Ternyata, ARMs merupakan alat perang yang dianggap terkutuk oleh penduduk desa tersebut (dan semua penduduk Filgaia) dan Rudy dianggap akan membawa malapetaka bila dibiarkan ada di desa tersebut. Begitu juga dengan usaha Jack untuk lari dari masa lalunya serta tekanan yang dirasakan Cecil akibat harus mengemban reputasi kakaknya yang terlalu besar.

Terlebih lagi dengan semua konflik yang dirasakan Rudy ketika mengetahui bahwa dirinya ternyata bukan manusia! Jadi, tidak berlebihan bila game ini dicap sebagai JRPG dengan cerita yang sangat bagus dan dalam ‘kan?
Bentuk permainan dalam game ini juga menarik untuk diikuti. Wild ARMs menggunakan dua jenis tampilan ketika dimainkan, yaitu 2D dan 3D. Tampilan 2D dapat ditemukan ketika Anda menjelajahi dunia Filgaia yang luas dan dipenuhi misteri. Sedangkan tampilan berubah ke 3D ketika Anda bertarung dengan monster melalui random encounter. Penggunaan random encounter untuk menentukan kapan Anda melawan musuh merupakan hal yang lazim pada zaman itu. Karakter yang Anda mainkan akan secara acak bertemu dengan musuh ketika menjelajahi permainan dan Anda akan dipindahkan ke layar pertarungan. Jadi, Anda tidak dapat melihat langsung musuh yang berkeliaran di daerah permainan, seperti yang biasanya ada di RPG next-gen.

Pertarungan di game ini juga memiliki elemen yang menarik. Anda tentunya masih ingat beberapa perintah yang ditemui dalam layar pertarungan ini, bukan? Anda dapat memerintahkan party yang terdiri dari tiga karakter untuk menyerang secara manual dan otomatis, tergantung dari taktik yang sebelumnya telah Anda susun. Pertarungan berjalan seperti JRPG lain, yaitu kecepatan karakter dan musuh akan menentukan siapa yang menyerang terlebih dahulu. Namun, ada satu feature unik yang hanya dapat ditemui di seri Wild ARMs, yaitu Force.

Sistem Force pada dasarnya adalah indikator yang bertambah bila karakter menyerang dan menerima serangan. Hampir mirip dengan indikator special moves di game fighting. Setelah mencapai batasan tertentu, Force akan meningkat levelnya. Total terdapat empat level Force yang bila berhasil dipenuhi akan memberikan bonus kerusakan di serangan Anda. Namun, tujuan utama dari Force bukan hanya itu. Anda dapat menggunakannya untuk mengeluarkan jurus spesial. Setiap karakter memiliki jurus yang berbeda dan sangat membantu ketika menghadapi pertarungan yang berat, seperti ketika menghadapi Boss.

Oh ya, satu lagi, sebelum membahas mengenai musuh yang dapat Anda temui di game ini. Wild ARMs memperlihatkan satu keunikan lagi yang dapat ditemukan ketika Anda berpetualang. Apakah Anda ingat bagaimana transisi tampilan ketika karakter memasuki bangunan? Atap bangunan itu akan menghilang dengan halus dan memperlihatkan isinya tanpa loading! Di zaman itu dan sebenarnya hingga sekarang pun tidak banyak game JRPG yang menggunakan cara ini. Biasanya, Anda akan menemukan sedikit waktu loading untuk memperlihatkan isi bangunan. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan adalah penggunaan tools ketika menjelajah. Hanya dengan menekan tombol kotak, Anda dapat mengeluarkan peralatan untuk membantu karakter yang dijalankan, seperti bom, melempar Hanpan untuk mengaktifkan tombol yang jauh, dan Pocket Watch untuk memundurkan waktu. Semua itu sangat berguna untuk menyelesaikan teka-teki dalam game yang tergolong sulit!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES