in: Digital Camera | April 2, 2011 | by: Pramanaya Tjokronegoro

Pocket, DSLR, atau Hybrid: Kamera Mana yang Paling Bagus?

Jika tahun ini Anda memutuskan untuk akan mencoba fotografi digital, maka kami punya kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya, 2010 telah menjadi tahun terbaik untuk kamera digital. Di 2011, juga sudah begitu banyak inovasi yang muncul di dunia fotografi digital, dari cermin transparan sampai lensa 3 dimensi, sehingga dibandingkan 2009, dapat dibilang fotografi digital telah maju dua langkah. Kabar buruknya, ini berarti ada begitu banyak pilihan dengan begitu banyak bahan pertimbangan yang mungkin akan membingungkan seseorang.

Lensa 3 dimensi Panasonic yang diluncurkan Juli 2010.

Dengan begitu banyak inovasi baru dan harga yang terus menukik tajam, memang ini saat yang sangat tepat untuk mulai memiliki kamera digital. Kami akan mencoba mengurai berbagai aspek teknis pemilihan kamera digital dan mencari kamera-kamera dengan value terbaik. Namun perlu diingat,  “kamera sempurna” masih belum ada sampai saat ini. Kami akan mencoba mengarahkan Anda ke kamera yang terbaik untuk Anda. Jika sudah siap, Anda bisa mulai dengan keempat pertanyaan ini:

1. Seberapa rumit proses fotografi yang Anda inginkan?

Sebagian pengguna hanya menginginkan kamera simple yang mudah dikantongi dan siap memotret kapan saja, sebagian lagi tidak keberatan sedikit repot untuk mendapatkan hasil terbaik. Sebagian lagi lebih sering menggunakan video namun tidak menginginkan camcorder.

Kamera compact (Rp700.000 – Rp6.000.000) adalah kamera yang paling mudah digunakan. Secara umum, semua kamera digital dengan lensa yang tak bisa ditukar dapat dikategorikan sebagai kamera compact, meskipun ada beberapa tipe yang ukurannya hampir sebesar DSLR. Kelas kamera ini menawarkan beragam tipe, dari kamera setipis ponsel, sampai kamera monster dengan rentang zoom 35x. Namun, pada dasarnya semua produk dalam kelas ini memiliki cara kerja dan feature dasar yang sama.  Ulasan lebih lengkap mengenai kelas kamera ini dapat Anda temui di Buyer’s Guide Kamera Compact.

Sebaliknya, kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR; Rp4.000.000 – Rp 60.000.000) adalah kamera yang cukup rumit digunakan. Hampir semua DSLR saat ini memaksa Anda untuk mengintip viewfinder sebelum dapat memotret. Memang, tersedia feature Live View di mana Anda dapat mengkomposisi menggunakan layar LCD, tetapi feature ini memperlambat kinerja kamera. Pengecualian adalah beberapa tipe DSLR Alpha yang tetap cepat meskipun menggunakan Live View. Meskipun demikian, DSLR tetap rumit karena banyak parameter yang perlu disesuaikan agar dapat optimal. Namun, banyak fotografer memilih DSLR karena kelas ini memberikan kualitas gambar terbaik. Bahkan DSLR senilai 4 juta rupiah dapat memberikan hasil foto jauh lebih baik daripada kamera saku 6 juta rupiah. Ulasan lebih lengkap mengenai DSLR dapat Anda temui di Buyer’s Guide Kamera DSLR.

Lensa kamera hybrid dapat dilepas tetapi tidak ada cermin seperti DSLR.

Di antara kedua kelas kamera tersebut, muncul sebuah kelas yang disebut kamera hybrid (Rp6.000.000 – Rp15.000.000). Belum ada nama resmi untuk kelas kamera ini, meskipun Wikipedia menawarkan beberapa alternatif, yaitu MILC, EVIL, Micro Camera, atau DIL. Sistem yang diterapkan tiap produsen juga bervariatif. Hal yang pasti, kelas kamera ini menawarkan kemudahan kamera saku dan kualitas gambar DSLR dalam satu paket. Sebagai contoh, Panasonic G2 memiliki layar sentuh sehingga sangat intuitif digunakan, tetapi juga menawarkan format gambar RAW bagi yang ingin mengolah foto sesempurna mungkin. Namun, kelas kamera ini masih belum sesigap DSLR. Ulasan lebih lengkap mengenai kamera hybrid dapat Anda temui di Buyer’s Guide Kamera Hybrid.

2. Lebih Memilih Expand atau Upgrade?

Kalau melihat rentang harga di atas, terlihat bahwa ada range antara Rp4 – 6 juta, di mana dua kelas kamera overlap. Pengguna dengan budget di dalam rentang itu biasanya bingung menentukan pilihan apakah lebih baik membeli DSLR kelas bawah atau kamera compact kelas atas. Untuk membantu menentukan, kita perlu tahu bagaimana proyeksi penggunaan kamera di 2 tahun ke depan.

Umur kamera digital pada umumnya hanya sekitar 2 tahun. Setelah itu, sudah ada kamera yang lebih baik dengan harga lebih terjangkau. Nah, dalam kurun waktu ini, apakah ada kemungkinan Anda akan mengganti atau mengembangkan sistem kamera Anda? Jika Anda ingin mengembangkan sistem kamera yang Anda miliki, maka kamera yang dipilih harus dapat mengakomodasi aksesoris yang diinginkan. Ini termasuk hotshoe flash, ulir filter, atau port external mic untuk perekaman video. DSLR Canon EOS 550D adalah salah satu kamera yang memiliki ketiga feature tersebut.

Sebaliknya, jika Anda tidak tertarik untuk mengeluarkan uang lebih banyak atau lebih memilih mengganti kamera dengan model yang lebih baru jika dibutuhkan, maka pilihlah kamera yang sudah memiliki banyak feature. Misalnya, dengan rentang zoom memadai atau feature wireless, tergantung kebutuhan Anda. Kamera saku kelas atas biasanya memiliki lebih banyak feature dibandingkan DSLR yang seharga. Contohnya, Sony HX5 memiliki rentang zoom lebih panjang, built-in GPS, dan perekaman video Full HD jika dibandingkan dengan Sony Alpha 290. Untuk sebagian pengguna, feature tersebut lebih dibutuhkan ketimbang kecepatan DSLR. Pertanyaan berikutnya.

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES