[PR] TIK Sebagai Katalisator untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
- Ericsson merilis laporan tahunan tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan (CSR)
- Sorot potensi TIK untuk mengatasi tantangan energi, lingkungan dan sosial
- Fokus untuk memberikan solusi transformatif kepada Masyarakat Berjaringan (the networked society)
Ericsson (NASDAQ:ERIC) percaya bahwa kekuatan transformasional dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat memacu pembangunan sosial-ekonomi dan menempatkan kita pada tatanan pembangunan ekonomi yang rendah karbon (low-carbon economy) yang lebih baik. “ICT sebagai katalis bagi pembangunan yang berkelanjutan, kita dapat memulainya dengan menekankan kemungkinan pada the networked society,” kata Presiden dan CEO Ericsson, Hans Vestberg.
Laporan tahunan Ericsson dalam tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan (CSR) berjudul “Technology for Good”, dirilis hari ini, menyoroti upaya-upaya perusahaan untuk menerapkan solusi inovasi berbasis pasar yang memberdayakan orang-orang dan masyarakat yang akan menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan.
Ericsson akan terus menjadi advokasi global untuk kekuatan dari solusi transformasi TIK untuk memecahkan tantangan energi global, lingkungan dan sosial. “The networked society membawa kesempatan dan tantangan. Dimanapun dan bagaimanapun kita bekerja, kita ingin memastikan bahwa kami adalah kekuatan untuk kebaikan, dan teknologi kami memberikan kontribusi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” kata Elaine Weidman-Grunewald, Vice President untuk Sustainability dan Corporate Responsibility.
Beberapa area utama Ericsson dan inisiatif yang disorot dalam laporan “Technology for Good”, adalah:
Ekonomi rendah karbon
Dalam rangka mencapai tatanan ekonomi rendah karbon, tujuan Ericsson adalah untuk terus memberikan solusi yang akan menghasilkan transformasi perubahan: dimana video konferensi meminimalkan perjalanan dinas, utilitas grid yang disesuaikan yang membantu kita dalam mengakses dan menggunakan energy, dan kota-kota yang didesain rendah karbon.
- Proyek Stockholm Royal Seaport – tujuan proyek ini adalah mencapai emisi CO2 per penduduk sebesar 1,5 ton per tahun pada 2001, bandingkan dengan rata-rata emisi 5,6 ton di Swedia dan 19,7 ton di Amerika Serikat. Broadband akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini
- Contoh konkret lain digambarkan dalam studi Ericsson dan TeliaSonera di SmartWork. Jika hasilnya ditingkatkan secara nasional, emisi CO2 di Swedia dapat dikurangi sebesar 20% pada 2020 nanti
Mengurangi dampak lingkungan jaringan
Karena lalu lintas data terus berkembang, kebutuhan industri TIK untuk meningkatkan efisiensi jaringan energi tumbuh untuk mengurangi kontribusinya terhadap emisi CO2. Konsumsi energi diperkirakan meningkat selama sepuluh tahun mendatang,terutama karena bertambahnya sekitar tiga kali jumlah pelanggan dan sekitar seribu kali lipat peningkatan pertumbuhan data. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi energi jaringan pertumbuhannya tidak sama dengan meningkatknya volume dari trafik komunikasi. Sebaliknya telah terjadi penurunan yang mengesankan dari energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan lalu lintas data (kWh / GB), karena perbaikan teknologi dan produk yang berkombinasi dengan peningkatan kecepatan data teknologi 3G/WCDMA.
Di Swedia misalnya kita telah melihat penurunan 90 kali lipat pada konsumsi energy perjumlah data (dalam kWh/GB) selama hanya empat tahun (2006-2010). Mengurangi dampak lingkungan dan menunjukkan bahwa produk kami adalah bagian penting dari fokus program Ericsson yang berkelanjutan. Ericsson berada di jalur yang tepat dalam kelompok yang bersama-sama untuk mengurangi jejak karbon sebesar 40% selama lima tahun (2009-2013)
- Peluncuran Ericsson AIR, adalah sebuah radio antenna terintegrasi yang telah terbukti mengurangi konsumsi daya sebesar 42%
- Layanan Jaringan Energi Optimasi (JEO) kami membantu operator untuk memaksimalkan lalu lintas pelanggan sementara pada saat yang sama untuk mengurangi konsumsi energi
Komunikasi untuk semua
Laporan ini juga mencerminkan fokus Ericsson agar memungkinkan komunikasi untuk semua orang, termasuk 4 miliar orang yang hidup berdasarkan piramida. Perusahaan akan melanjutkan upaya-upaya kita untuk menggunakan teknologi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) pada tahun 2015
- Untuk tujuan ini, Hans Vestberg bergabung dengan Broadband Commission for Digital Development yang direkomendasikan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon untukmempercepat pencapaian MDGs pada tahun 2015 dalam laporan “A” 2010 Leadership Imperative: The Future Built on Broadband. Ericsson kini memimpin Perubahan Iklim Kelompok Kerja Komisi Broadband.
- Ericsson, the Earth Institute at Columbia University dan Millennium Promise telah mendirikan sebuah inisiatif pendidikan global Connect to Learn di tahun 2010. Inisiatif menggunakan TIK yang memungkinkan akses ke pendidikan menengah. Melalui investasi baru dan bekerja dalam kemitraan public-swasta, kami menyampaikan PC sebagai Layanan, yang menurunkan biaya untuk sekolah, mengurangi kompleksitas untuk guru dan mempromosikan bisnis baru bagi operator seluler. Connect to Learn dimulai di Afrika dan kami berharap untuk memperluasnya ke benua lain selama 2011
- Ericsson bergabung dengan Pengungsi Serikat untuk mengembangkan dan menyebarkan aplikasi telepon mobile sehingga pengungsi dapat mendaftar dan mencari dan terhubung dengan orang yang dicintai melalui database anonym. Menurut UNHCR, 3 juta orang di Afrika Timur saja bisa mendapatkan keuntungan dari layanan ini.
- Pada tahun 2010, Ericsson Response diakui selama 10 tahun telah memberikan layanan kepada mitra kami. Sejak tahun 2000, karyawan Ericsson dari semua wilayah telah secara sukarela, dilatih dan ditempatkan di berbagai operasi bantuan bencana.Pada 2010, 19 relawan dikerahkan ke Haiti untuk membantu, United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA), United Nations Children’s Fund (UNICEF) and the United Nations World Food Programme (WFP) dan oganisasi lainnya dalam operasi komunikasi
Laporan ini juga menekankan komitmen Ericsson untuk etika bisnis yang kuat. Hal ini diperkuat oleh penunjukan Chief Compliance Officer untuk fokus pada program anti-korupsi Ericsson dan isu-isu lainnya.
Sebuah laporan versi PDF ini telah tersedia untuk didownload di www.ericsson.com/thecompany/sustainability_corporateresponsibility, di dalamnya termasuk indikator kinerja utama, serta Laporan Global Inisiatif (GRI). Laporan Tanggungjawab Perusahaan dan Laporan Keberlanjutan telah diverifikasi secara independen.













