in: Notebook / Laptop | April 4, 2011 | by: Bimanto

Tips: Membeli Notebook di 2011

Graphics: NVIDIA/Intel/Radeon

Discrete: Intel GMA HD 3000

Dengan hadirnya Sandy Bridge dengan GPU yang menyatu di dalam die CPU, membuat kinerja graphics Intel GMA HD meningkat. Anda dapat melihat hasil kinerja GPU Intel di The “Real” Sandy Bridge Pada Mobile. Di artikel tersebut, Anda dapat melihat bahwa GPU Intel saat ini dapat menjalankan berbagai game 3D dengan cukup lancar di resolusi dan setting-an tertentu. Hal ini cukup membanggakan mengingat graphics Intel sebelumnya tidak bisa melakukannya sama sekali. Tetapi tunggu dulu, hal itu sepertinya berlaku bila Anda menggunakan prosesor kelas atas karena kinerja Intel GMA HD sepertinya bergantung sekali kepada CPU.

Kami melakukan tes kepada notebook yang menggunakan prosesor Intel core i7 dan core i3. Untuk notebook dengan Intel core i3, sepertinya graphics Intel mengalami penurunan (lihat artikel Acer Aspire 4750). Walaupun hasilnya tidak sekencang saat menggunakan prosesor Intel core i7, tetapi masih mumpuni untuk menjalankan game 3D. Kelebihan lain dari GPU Intel terbaru ini adalah adanya QuickSync yang akan mempercepat proses encoding video dengan menggunakan program encoding yang men-support QuickSync (lihat artikel The “Real” Sandy Bridge Pada Mobile). Satu hal yang menguntungkan dari graphics discrete adalah lebih hemat daya.

Non Discrete: NVIDIA  vs AMD

Anda membutuhkan graphics yang mempunyai kinerja tinggi? Maka, Anda bisa menjatuhkan pilihan kepada dua raksasa graphics ini, AMD dan NVIDIA. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua merek ini cukup mumpuni untuk menjalankan berbagai game 3D di setting-an dan resolusi tertentu. Namun, yang perlu Anda ingat adalah graphics ini boros daya. Untuk AMD, pilihlah yang menggunakan graphics Radeon seri 5 dan 6 kelas menengah atau NVIDIA seri 4 dan 5 kelas menengah. Mengapa kami menyarankan kelas menengah? Agar kinerjanya tidak terpaut jauh dengan graphics Intel GMA HD3000.

Selain untuk menjalankan game 3D, kedua merek ini juga dapat digunakan untuk mempercepat beberapa aplikasi yang mendukungnya, seperti encoding video, tampilan Photoshop yang lebih ringan, dan lain sebaginya.

Memory SODIMM

Upgrade memory merupakan hal yang paling sering dilakukan, mengingat memory SODIMM saat ini sudah sangat murah dan terjangkau. Penambahan memory akan membuat aplikasi Anda merespon lebih baik dibandingkan sebelum upgrade. Yang harus Anda ingat adalah penambahan memory ini harus mengacu kepada OS 32bit atau 64bit. Di Windows 32 bit, maksimal memory yang dapat dibaca hanya sampai dengan 3 GB dan Windows 64 bit dapat membaca memory lebih dari 3 GB. Kami sarankan Anda meng-upgrade sesuai dengan kebutuhan. Untuk penggunaan sehari-hari dengan windows 32 bit, kami rasa 2 GB sudah cukup.

Storage: Hard disk vs SSD


Semakin besar semakin baik. Bagian ini adalah yang paling jarang di upgrade. Kalau pun Anda kekurangan kapasitas penyimpanan, pasti Anda akan membeli external storage dibandingkan mengganti yang sudah ada dengan kapasitas yang lebih besar. Tetapi tunggu dulu. Perkembangan storage notebook saat ini sudah bergeser ke SSD (solid state drive). Di dalam sebuah SSD hanya terdapat beberapa controller dan memory. Hal ini membuatnya unggul dbandingkan hard disk yang masih menggunakan mekanik. SSD diciptakan untuk dapat menahan getaran yang ekstrem ketika digunakan dan mempunyai kecepatan baca dan tulis yang cepat.

Kelemahan dari SSD adalah harganya yang cukup mahal dengan kapasitas yang masih kecil. Namun, Anda bisa mendapatkan beberapa keuntungan, seperti:

  • Waktu loading windows dan aplikasi semakin cepat.
  • Tahan guncangan.
  • Kinerja meningkat.

Hal-hal tersebut telah kami buktikan di artikel “Keuntungan Upgrade Hard Disk Notebook” . Di artikel tersebut, Anda akan melihat perbedaan saat menggunakan hard disk dan SSD. Kami jamin Anda akan berpikir untuk meng-upgrade storage Anda dengan SSD.

Operation System: Usahakan Original


Kami menganjurkan Anda untuk membeli notebook atau netbook dengan operation system original. Selain lebih aman membawa perangkat itu ke luar negeri, Anda juga dapat melakukan update secara berkala sehingga berbagai lubang keamanan yang bocor dapat ditambal. Selain itu, biasanya notebook atau netbook dengan OS original menyertakan Recovery Utility sehingga Anda dapat me-recovery Windows dengan mudah hanya dengan satu tombol. Harga yang ditawarkan sebuah perangkat mobile dengan OS original biasanya lebih mahal dibandingkan tanpa OS. Namun, yang harus Anda hitung adalah harga OS original tersebut yang menjadi murah karena dipaketkan dengan perangkatnya. Tentunya, Anda akan membayar lebih banyak jika membeli OS original secara terpisah..

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES