in: Popular Science | May 20, 2011 | by: Lucky Natalia

2013: Badai Matahari dan Gangguan Elektrik

Lupakanlah mitos berakhirnya dunia berdasarkan akhir siklus perhitungan kalender Maya. Lupakan juga rumor mengenai tabrakan yang akan terjadi antara bumi dengan Planet Nibiru. Juga, jangan masukkan ke dalam hati terlalu dalam adegan kiamat yang disajikan film Knowing. Mengapa begitu? Karena seluruh kabar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Yang terjadi saat ini adalah matahari sedang berada dalam siklus 11 tahun-nya yang merupakan aktivitas normal yang terjadi selama hidup matahari. Dalam siklus tersebut, ada saat-saat tertentu yang membuat matahari beraktivitas lebih kuat dibandingkan tahun-tahun lainnya. Penguatan aktivitas tersebut dapat berwujud munculnya bintik matahari dan sun flare.

Inilah yang sedang terjadi saat ini. Sejak 2008, matahari memasuki siklus ke-24-nya yang membuat aktivitasnya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh US National Oceanic and Atmospheric Administration menyatakan bahwa matahari akan mengalami puncak aktivitas dalam dua tahun ke depan. Yap, tahun 2013 diprediksi sebagai tahun terberat bumi karena akan mendapatkan dampak yang cukup merugikan akibat siklus matahari ini. Bahkan, Dr. Sullivan, astronot NASA pertama yang berhasil berjalan di luar angkasa tahun 1984, menyatakan peringatan atas dampak yang akan muncul akibat badai matahari.

Diperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi tahun 2013.

Salah satu dampak yang akan sangat terasa adalah gangguan infrastruktur di satelit komunikasi, sistem navigasi, dan peralatan transmisi listrik. Badai matahari yang terjadi melepaskan serangkaian partikel yang dapat merusak sirkuit komputer, secara temporary ataupun permanen.

Februari lalu, para astronom menyatakan bahwa penghuni bumi rentan dengan peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi sepanjang sejarah, salah satunya malapetaka sejenis badai Katrina yang terjadi secara mendunia. Ledakan kuat yang terjadi di matahari akan menghasilkan gelombang dan partikel yang “menyerang” bumi, membahayakan sistem satelit yang biasanya digunakan untuk kepentingan komputasi, navigasi penerbangan, dan jaringan telepon. Bahkan, para ahli menyatakan jika badai yang terjadi cukup kuat, dayanya dapat merusak jaringan listrik dalam hitungan minggu bahkan bulan. Salah satu dampak badai matahari terlihat dari fenomena aurora yang terjadi Februari lalu. Selain aurora, “ledakan” tersebut juga sempat mengganggu sistem komunikasi di bumi.

Badai matahari bukanlah hal baru. Badai pertama tercatat tahun 1859 oleh astronom Inggris, Richard Carrington. Lalu, tahun 1972 terjadi badai yang cukup besar yang mengakibatkan komunikasi telepon jarak jauh di Illinois, Amerika, terputus. Tahun 1989, badai matahari mengacaukan transmisi listrik di Quebec, Kanada, dan menyebabkan kegelapan massal selama beberapa waktu.

*Dari berbagai sumber

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES