Dear Galileo: Kisah Mengharukan Mengenai Persahabatan

Reading time:
May 27, 2011

Melihat judulnya (tanpa memerhatikan aksaranya), mungkin Anda mengira ini adalah film Hollywood. Jika melihat ciri fisik para pemainnya, Anda mungkin akan berpikir ini film Taiwan atau China. Namun sebenarnya, ini adalah film Thailand.

dear galileo

Tidak banyak film Thailand yang pernah saya tonton. Beberapa di antaranya kebanyakan bergenre horor. Thailand memang memiliki keunikan tersendiri di setiap film horornya. Itulah alasan saya menyukai film-film horor Thailand yang kebanyakan menyuguhkan sensasi suspense yang ekstrem ditambah penampakan hantu yang cukup menakutkan.

Namun, kali ini, saya tergelitik untuk menyaksikan film Thailand yang bergenre sangat bertolak belakang dengan genre sebelumnya, drama. Biasanya, saya cukup underestimate film-film drama yang mengangkat tema cerita yang nyaris sama: percintaan, pengkhianatan, dan lain sebagainya. Itu membuat banyak film drama tidak memiliki kekuatan cerita yang cukup besar yang dapat meninggalkan “membekas” di hati penontonnya.

Film drama Thailand yang satu ini sedikit membuka mata saya mengenai genre drama. Film yang berjudul Dear Galileo ini berkisah mengenai perjalanan dua sahabat ke Eropa. Dilatarbelakangi atas berbagai masalah yang sedang dihadapi, Cherry (Chutima Teepanart) dan Noon (Jarinporn Joonkiat) memutuskan untuk “melarikan” diri dari kepenatan dan nekat berkelana di negeri orang. Tentunya, bertahan hidup di Eropa bukanlah hal yang mudah. Keduanya harus bekerja setiap hari di restoran untuk sesuap nasi dan membayar sewa tempat tinggal. Mereka juga harus siap menghadapi kemungkinan yang dapat menghampiri mereka kapan pun: perpecahan. Kekuatan persahabatan Cherry dan Noon benar-benar diuji. Berhasilkah mereka bertahan dan kembali ke Thailand bersama-sama?

DSC05582 eeKpIWPWed42249

Ada beberapa hal yang menjadikan film ini layak tonton. Pertama, film ini dikemas dengan gaya penceritaan yang sangat unik. Tema mengenai perjalanan dua orang sahabat lengkap dengan konflik yang menghinggapi termasuk jarang digunakan. Bagusnya lagi, sang sutradara, Nithiwat Tharathorn (Season Change, 2006), berhasil mengarahkan dua pemain utamanya untuk memunculkan chemistry mendalam. Tentunya, sebuah film tidak akan dibilang baik secara keseluruhan jika tidak ada koherensi antara tema cerita, konsep, penyutradaraan, dan akting pemainnya. Film ini memenuhi semua kualifikasi yang saya sebutkan tersebut.

Dear Galileo 17

Kedua, film ini dibuat tidak hanya untuk hiburan semata, namun juga memiliki nilai khusus yang dapat dirasakan penonton setelah selesai menontonnya. Terkadang, ada beberapa jenis penonton yang memang tidak ingin hanya mendapatkan pleasure dari film yang ditontonnya, namun juga arti, nilai, dan makna dari film itu sendiri yang bisa dijadikan bahan perenungan. Bagi saya, film ini memberikan itu semua.

Sekilas, film ini akan tampak lebih pantas disaksikan oleh remaja perempuan karena temanya yang sangat “girly”. Saya tidak menampik pendapat itu namun film ini tetap pantas ditonton oleh siapa pun dari golongan usia dan gender mana pun.

Film ini termasuk film lama. Di Thailand sendiri, film ini telah rilis tahun 2009. Oleh karena itu, Anda memiliki kebebasan untuk memilih membeli DVD-nya dan menyaksikannya bersama sahabat terdekat Anda di rumah atau menyisihkan uang sedikit lebih banyak untuk menyaksikannya di Blitz Megaplex kesayangan Anda. The decision is in your hand. Happy weekend!

Rilis:
2009 (Thailand)
Genre:
drama
Durasi:
100 menit
Sutradara:
Nithiwat Tharatorn
Pemain:
Chutima Teepanart, Jarinporn Joonkiat, Ray Macdonald

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

May 5, 2026 - 0

Call of Duty Berikutnya Resmi Tak Masuk Console Generasi Lawas

Setelah lebih dari satu dekade bertahan, Activision akhirnya putuskan seri…
May 5, 2026 - 0

Take-Two Tegaskan Alasan GTA 6 Rilis di Console Terlebih Dahulu

Pimpinan Take-Two Tegaskan keputusan Rockstar merilis GTA 6 lebih dulu…
May 5, 2026 - 0

Control Tembus Milestone Penjualan 6 Juta Copy

Remedy Entertainment umumkan pencapaian Control terjual lebih dari 6 juta…
May 5, 2026 - 0

LEGO Resmi Umumkan Seri Console Set SEGA Genesis

LEGO resmi memperkenalkan set console retro SEGA Genesis, dengan harga…