in: Games | May 9, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: Diablo II – Lord of Destruction

Siapa yang tidak mengenal nama Blizzard di industri game saat ini? Pengembang yang terkenal lewat kemampuannya mencetak rekor penjualan dari hampir semua game yang dirilis ini memang fenomenal. Bagaimana tidak? Ketika publisher dan developer lain berusaha mati-matian menghasilkan keuntungan lewat kuantitas game yang dihadirkan, Blizzard hanya menyediakan beberapa judul saja. Namun, judul yang sedikit itu diimbangi dengan kualitas dan strategi marketing yang luar biasa sukses. Berapa banyak gamer yang tidak pernah memainkan game seperti Warcraft, Starcraft, dan Diablo? Jarang sekali.

Gamer PC generasi masa kini mungkin mengenal Blizzard untuk pertama kalinya lewat game RTS fenomenal mereka, Warcraft III dan Starcraft II yang sampai sekarang masih diminati. Namun, untuk kita yang sempat mencicipi PC kurang lebih 10 tahun yang lalu, salah satu game yang cukup membekas di hati adalah seri Diablo. Game Action-RPG ini sempat menjadi trendsetter dan sekaligus ikon kebangkitan genre ini di industri game. Lewat Diablo jugalah kemudian dunia mulai mengenal konsep RPG ala barat yang jauh berbeda dibandingkan yang ditawarkan oleh Jepang.

Sayangnya, karena keterbatasan dana di masa lalu, saya tidak berkesempatan untuk memainkan seri Diablo yang pertama. Ketika perangkat komputer mulai banyak diminati dan kesempatan untuk merakit sebuah sistem gaming sederhana sudah dapat dilakukan, Diablo II langsung masuk menjadi katalog permainan yang harus dimainkan. Apalagi beberapa warnet di kala itu juga menyediakan game ini dan menawarkan kesempatan bermain multiplayer secara LAN. Sejak saat itulah Diablo II mulai menguras waktu tidur saya.

Sebagai gamer yang sudah terlebih dahulu mencicipi sistem permainan RPG ala Jepang, Diablo II benar-benar hadir dengan konsep yang jauh berbeda di kala itu. Tidak seperti Final Fantasy VIII atau Suikoden II yang menggunakan sistem giliran untuk bertarung, Diablo II hadir dengan sistem pertarungann yang lebih bersifat action. Layaknya sebuah game petualangan biasa yang disusupi berbagai elemen RPG yang kental. Item, equipment, level, skill, dan berbagai quest yang membuat Anda tidak bisa berpaling darinya. Inilah salah satu game Action-RPG terbaik yang pernah saya mainkan!

Plot

Cerita yang ditawarkan oleh Diablo II sebenarnya merupakan kelanjutan dari seri pertamanya. Di seri pertama, sang ksatria yang tidak bernama akhirnya berhasil mengalahkan Diablo dan menjamin nafas dunia kembali. Namun, dalam perjuangan itu, sang ksatria juga memasukkan sedikit esensi Diablo ke dalam tubuhnya sendiri, untuk mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar. Namun, ternyata elemen dari Diablo ini justru perlahan-lahan mulai meracuni dan mengambil alih tubuh sang Ksatria, menjadikannya ancaman selanjutnya.

Kita berperan sebagai petualang yang singgah di Rogue Encampment. Berkat cerita dari Deckard Cain, sang karakter utama mulai memahami ancaman yang berada di depan mata. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menyelidiki ancaman kelahiran kembali sang Diablo dan berencana untuk menghentikannya. Perjalanan panjang kita pun dimulai.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES