[PR] VMware Luncurkan Horizon App Manager

Reading time:
May 19, 2011

VMware mendorong strategi Komputasi Pengguna Akhir (End-User Computing) dengan rilis perdana layanan manajemen untuk mengakses berbagai aplikasi Awan

JAKARTA 17 Mei 2011 — VMware Inc (NYSE:VMW), pemimpin global dalam virtualisasi dan infrastruktur Awan, hari ini meluncurkan VMware Horizon App Manager, yakni layanan untuk pengelolaan akses ke aplikasi Awan yang berorientasi pada pengguna.

“Era mobilitas dan Awan mensyaratkan ketersediaan akses ke aplikasi, dari mana pun, melalui peranti akses apa pun dari dalam maupun luar firewall, serta memberikan tantangan baru bagi model pengamanan dan manajemen korporasi tradisional,” kata Brian Byun, Vice President and General Manager, Cloud Applications, VMware. “VMware Horizon App Manager mampu menangani tantangan-tantangan ini dengan merombak ulang fungsi managemen pengguna akhir dan aplikasi, menjadi layanan Awan sehingga menyediakan kemudahan bagi TI dan pengguna melakukan pekerjaannya dengan cara-cara baru.”

VMware Horizon App Manager™:

Inti dari VMware Horizon App Manager™ adalah sebuah identitas yang berfungsi sebagai penghubung layanan (identity hub) untuk memperluas keamanan dari identitas pengguna dalam sistem-sistem seperti Microsoft Active Directory atau direktori lainnya. Identitas penghubung itu kemudian tersambung dengan berbagai layanan Awan publik dari pihak ketiga seperti Box.net, BroadVision, Google, Salesforce.com, WebEx dan Workday.

Metode ini mampu menyederhanakan secara signifikan manajemen access credentials pengguna – sesuatu yang kini menjadi keharusan mengingat semakin banyaknya aplikasi Awan dalam korporasi. Penyederhanaan ini menguntungkan baik pengguna maupun TI karena meniadakan ‘lumbung-lumbung’ identitas yang saling terpisah, menjadi satu identitas korporasi sehingga bisa mengamankan akses pengguna di lintas Awan privat dan publik. Selain itu, VMware Horizon App Manager menyediakan platform yang terbuka, berorientasi pengguna untuk mengakses aplikasi Awan ke dalam satu portal aplikasi yang bisa diakses melalui beragam jenis peranti kerja pengguna.

Hasil dari metode ini adalah:

  • Pengguna mendapatkan kebebasan melalui single sign-on (SSO) yang memudahkan akses ke aplikasi Awan mereka melalui portal aplikasi, dengan tampilan seperti ‘toko online.’ Portal Horizon ini memiliki antar muka pengguna yang konsisten, tempat pengguna mengakses seluruh aplikasi kerja dan pribadi melalui berbagai macam peranti. Portal pengguna ini juga memiliki self-provisioning (penyediaan secara swalayan) aplikasi.
  • Bagi Administrator TI, VMware Horizon App Manager memudahkan pengendalian hak akses bagi hampir semua aplikasi Awan melalui katalog aplikasi terpusat. Administrator mengendalikan akses pengguna via manajemen kebijakan yang kuat dan mampu memberikan data penggunaan aplikasi secara real-time sehingga memperluas visibilitas aktivitas operasional dan memudahkan manajemen lisensi.
  • Bagi korporasi atau organisasi, VMware Horizon App Manager memperluas dan menggabungkan berbagai infrastruktur identitas di setiap layanan. Hal ini bertolak belakang dari solusi lain karena VMware Horizon App Manager tidak membutuhkan investasi tambahan untuk peranti keras yang kompleks dan mahal.

Rilis-rilis VMware Horizon selanjutnya akan memadukan manajemen aplikasi Windows yang sudah ada, melalui teknologi virtualisasasi dan publikasi dari Citrix, Microsoft dan VMware, bersama-sama dengan berbagai aplikasi berbasis Awan yang lain.

Fitur-fitur tambahan VMware Horizon App Manager termasuk:

  • Dukungan Multi-Platform/Multi-Peranti VMware Horizon App Manager mendukung aneka ragam peranti mobilitas dan platform komputasi dengan menyediakan akses bagi pengguna melalui browser Internet, termasuk Internet Explorer 7 +, Firefox 3.5 + dan Safari 5.
  • Penggabungan Direktori /Pusat Identitas Cloud VMware Horizon App Manager™ Enterprise Connector adalah perkakas sinkronisasi direktori dan pengamanan otentifikasi yang memperluas fungsi dari Microsoft AD dan direktori identitas yang lain ke dalam Horizon Cloud Identity Hub. Direktori Cloud Identity Hub ini mengelola akses organisasi ke layanan-layanan aplikasi Awan dari pihak ketiga tanpa membutuhkan peranti lunak federasi atau gateway jaringan khusus. Enterprise Connector ini mengurang total biaya dalam mengelola lumbung-lumbung identitasi yang saling terpisah. Fasilitas ini juga mengurangi kompleksitas menyimpan banyak password untuk setiap aplikasi karena mampu menyimpan password dari AD di balik firewall.
  • Otentifikasi Aman Berbasis Standar VMware Horizon App Manager menggunakan otentifikasi standar via Security Assertion Markup Language (SAML) dan Open Authentication (Oauth) dan menawarkan otentifikasi multi-factor, termasuk opsi-opsi dari RSA. Untuk otentifikasi aplikasi Web yang tidak digabungkan, VMware Horizon App Manager menyediakan penyimpanan split-key identity di dalam sebuah brankas identitas yang aman.
  • Provisi Aplikasi VMware Horizon App Manager memudahkan kerja administrator TI menyediakan hak akses dan akun secara otomatis untuk aplikasi Awan yang memiliki API khusus untuk provisi – termasuk di antaranya Box.net, Google, Sales-force.com, SlideRocket, VMware Zimbra, WebEx dan masih banyak lagi.
  • Akses dan Pelaporan Berdasarkan Peran (Role-Based) Para administrator bisa mengakses aplikasi dengan cepat berasarkan pengguna, kelompok dan/atau peran. Selain itu, administrator juga bisa mengidentifikasikan entitas mana dalam korporasi yang memiliki kendali atas aplikasi tertentu. VMware Horizon App Manager menyederhanakan keamanan terkait dengan akses ke aplikasi sementara manajemen kebijakan yang kuat memberikan pelaporan aktivitas pengguna.

Harga dan Ketersediaan:

VMware Horizon App Manager telah tersedia saat ini bagi sejumlah pelanggan terpilih di kawasan Amerika Utara dan Asia Pasifik dan melalui percobaan di kawasan lain dengan harga USD30 per pengguna per tahun. Untuk informasi lebih lanjut tentang VMware Horizon App Manager dan program VMware Horizon ISV, silakan kunjungi www.vmware.com/go/horizonappmanager.

Cara baru bekerja di Awan:

Saat ini, perusahaan semakin banyak menghadapi dua masalah mendasar dalam menyediakan komputasi klien (pengguna akhir), yakni menyediakan akses secara aman di tengah mobilitas karyawan yang semakin tinggi, dan mengelola keragaman data, aplikasi dan peranti yang dibutuhkan pengguna menjalankan bisnisnya. Kedua tantangan tersebut adalah dampak dari perubahan yang dibawa komputasi Awan yang sekaligus menandai lahirnya era pasca-PC.

Korporasi membutuhkan cara baru untuk bekerja dalam lingkungan Awan. VMware menyediakan portofolio End-User Computing yang terus berkembang guna membebaskan pengguna akhir dan organisasi TI dari model komputasi tradisional yang kompleks dan sangat tergantung pada peranti. Portofolio VMware itu akan mengubah lebih dari dua dekade komputasi tradisional, menuju komputasi Awan yang lebih berorientasi pada pengalaman pengguna akhir. Lewat pendekatan komputasi personal inilah, organisasi bisa meningkatkan kemampuan sumber-sumber di Awan publik dengan menerapkan model keamanan yang lebih luas dan menyediakan akses ke data dan aplikasi dari peranti apapun, di manapun dan kapanpun.

Upaya menetapkan model baru bagi komputasi pengguna akhir adalah unsur fundamental dari visi TI sebagai layanan (IT as a Service – ITaaS) dari VMware. Inti dari visi tersebut adalah transformasi TI hingga pendekatannya lebih berorientasi pada bisnis, lebih fokus pada dampak akhir bagi bisnis, seperti efisiensi operasional, kemampuan swalayan, keunggulan kompetitif dan kecepatan daya tanggap. Dengan visi ini, berarti TI harus beralih dari memproduksi layanan TI menjadi mengoptimalisasikan produksi dan konsumsi dari layanan tersebut, dengan cara yang konsistem dengan kebutuhan bisnis. Hal ini mengubah peran TI dari cost center menjadi lebih bernilai strategis.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 15, 2026 - 0

Nintendo Hanya Bisa Gugat Palworld Versi Lama

Perkembangan terbaru kasus Nintendo vs Palworld menunjukkan ruang lingkup gugatan…
June 15, 2026 - 0

SNK Siapkan Dua Game Metal Slug Baru Untuk Rayakan Ulang Tahun ke-30

Bersamaan dengan perayaan 30 tahun Metal Slug, SNK mengumumkan Metal…
June 15, 2026 - 0

ARC Raiders Dikabarkan Uji Coba Mode PVE di Versi China

ARC Raiders versi China dikabarkan mulai menguji fitur PVE bernama…
June 15, 2026 - 0

Producer Final Fantasy VII Remake Siap Garap JRPG Baru Setelah Revelation

Naoki Hamaguchi mengaku ingin tetap mengerjakan JRPG setelah Final Fantasy…