in: Movies | May 25, 2011 | by: Lucky Natalia

Rabbit Hole: Melewati Fase Duka untuk Kehidupan Baru

Saat pengumuman Best Actress pada ajang bergengsi Academy Awards 2010 lalu, saya bersorak saat mengetahui bahwa Natalie Portman berhasil menang dan mengungguli empat kandidat lainnya, yaitu Annette Bening (The Kids Are All Right), Jennifer Lawrence (Winter’s Bone), Michelle Williams (Blue Valentine), dan Nicole Kidman (Rabbit Hole). Walau begitu, saya sempat penasaran dengan akting keempat aktris tersebut yang memang sudah lama malang-melintang di dunia perfilman Hollywood.

Dari lima nominasi di atas, dua di antaranya sudah saya nonton filmnya. Pertama, tentunya film psychological thriller Black Swan yang berhasil “menyihir” mental saya hingga film berakhir. Film kedua adalah Rabbit Hole, yang untungnya, akan segera tayang di sini.

Rabbit Hole memang bukan film gres karena sudah ditayangkan secara terbatas di beberapa teater di Amerika sejak Desember 2010. Film bergenre drama ini berkisah mengenai kehidupan suami-istri dalam menjalani hidup mereka setelah kehilangan balita semata wayang mereka, Dhany, akibat kecelakaan mobil. Becca (Nicole Kidman) masih belum bisa menerima kepergian anaknya tersebut yang berpengaruh ke hubungan intim dengan Howie (Aaron Eckhart), suaminya. Becca juga menyingkirkan semua hal yang berhubungan dengan Dhany. Bahkan, Becca berniat menjual rumah tempat mereka pernah menghabiskan waktu bersama Dhany. Howie, berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan rumah tangganya dengan mengikuti perkumpulan penyembuhan trauma. Namun, rencana tidak berjalan sesuai rencana dan hubungannya dengan Becca berada dalam tahap terberat yang bisa mendatangkan kehancuran kapan saja.

Ide cerita film ini hampir sama dengan film The Greatest (2010) yang mengisahkan perjuangan sebuah keluarga untuk menyembuhkan diri dari kehilangan besar salah satu anggota keluarga mereka. Namun, dalam Rabbit Hole, rasa duka difokuskan hanya kepada Becca dan Howie dan cara mereka mempertahankan rumah tangga mereka. Sekilas, cerita ini memang terlihat sederhana dan biasa Nothing special. Namun, yang membuat film ini menjadi begitu “berkelas” adalah penampilan prima Nicole Kidman yang berperan sebagai Becca.  Nicole berhasil membawakan karakter Becca begitu sempurna, membuatnya terlihat layaknya istri normal namun terlihat begitu tertekan di waktu lainnya. Nicole sukses menyajikan kegelisahan yang dirasakan karakter Becca dengan sangat gemilang. Tak heran ia mendapatkan nominasi Best Actress untuk perannya di film ini.

Jika Anda memiliki pemikiran bahwa film-film yang lolos Oscar adalah film dengan mutu dan kesulitan tingkat tinggi, begitu juga dengan film ini. Menggunakan genre drama murni, film ini memiliki plot yang cukup lambat dengan deretan adegan yang mungkin akan menyiksa batin penonton yang terbiasa menyaksikan film penuh aksi yang identik dengan sound kencang, car chase, dan high-tech effect. Film ini unggul dengan caranya sendiri, yaitu dengan menyajikan serangkaian adegan penuh makna mengenai perjalanan hubungan sepasang suami-istri yang berupaya sekuat tenaga bangkit dari keterpurukan.

Rabbit Hole awalnya adalah naskah drama yang ditulis oleh David Lindsay-Abaire yang dimainkan pertama kali tahun 2005. Tahun 2007, drama ini mendapatkan Pulitzer Prize untuk kategori drama. Selain Pulitzer Prize, film ini juga berhasil mendapatkan empat nominasi dalam Tony Awards dan berhasil menang di kategori Best Actrees in a Play yang saat itu diperankan oleh Cynthia Nixon.

Tanggal rilis:
20 Desember 2010 (USA)
Genre:
Drama
Durasi:
91 menit
Sutradara:
John Cameron Mitchell
Pemain:
Nicole Kidman, Aaron Eckhart, Dianne Wiest, Tammy Blanchard, Miles Teller
Studio:
Blossom Films

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES