LOGO

Seri Petualang Osprey: Ksatria Templar (1120—1312)

Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) kembali dengan Seri petarungnya. Kali ini giliran kisah mengenai perjalanan para Ksatria Templar yang diangkat menjadi sebuah runtutan kisah yang kronologis. Penullis buku ini, Helen Nicholson dan Wayne Reynolds, adalah dua orang pemerhati sejarah. Sebelumnya, Helen telah banyak menulis tentang sejarah Ordo militer, Perang Salib, terutama tentang para Templar.


Ordo Templar muncul pertama kali setelah Perang Salib I berakhir. Awalnya, mereka adalah para prajurit Eropa Barat yang menempati Kota Yerusalem setelah berhasil direbut dari tentara Muslim tahun 1099. Para prajurit yang akhirnya mulai hidup religius di gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulchre) dan kemudian menjaga keamanan di sekitar wilayah tersebut untuk melindungi para peziarah yang ingin mengunjungi Makam Suci dari penyamun Muslim.

Setelah kejadian tersebut, para prajurit pun membentuk persaudaraan kerohanian militer dan bersumpah untuk menggunakan keahlian militer mereka untuk melindungi umat Kristen. Tahun 1120, kelompok tersebut menamakan dirinya Ordo Bait Suci atau Ordo Templar dan mendapatkan pengakuan dari Paus sebagai ordo religius gereja sungguhan sembilan tahun kemudian.

Buku ini dibagi ke dalam 14 subbab yang mendeskripsikan dengan detail semua hal mengenai para ksatria Templar, mulai dari cara perekrutan dan penerimaan prajurit baru, kepercayaan umat Kristen kepada mereka dan harta-harta yang dihibahkan kepada mereka untuk menjalankan ordo, kondisi kehidupan mereka selama pergerakan militer, hingga penampilan mereka yang khas dengan tunik panjang disertai kerudung.

Selain penjelasan yang disusun secara kronologis (bahkan buku ini dilengkapi satu subbab berjudul “Kronologi” yang menjelaskan awal terbentuknya ordo Templar hingga pembubarannya di tahun 1312), buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto bangunan-bangunan bersejarah yang berhubungan dengan Ordo Templar dan kegiatan mereka.

Untuk sebuah buku sejarah ringan, buku ini sangat menarik karena menyajikan runtutan fakta sejarah yang terjadi saat zaman Perang Salib berlangsung. Buku ini dikemas dengan jumlah halaman yang menurut kami cukup ringkas. Tentu ini berbeda dengan buku-buku bertema sejarah lainnya yang menjabarkan setiap peristiwa dengan sangat detail sehingga memiliki halaman hingga ratusan bahkan ribuan.

Untuk ukuran buku yang mengangkat teman sejarah, Seri Petarung memang memiliki cara yang unik dan berbeda dengan penjabaran yang dimiliki buku-buku bertema sejenis. Buku ini sangat cocok bagi Anda yang senang dengan kisah bertema sejarah.

Penulis:
Helen Nicholson & Wayne Reynolds
Terbit:
April 2011
Kategori:
Sejarah
Harga:
Rp40.000
Jumlah halaman:
84 halaman
Penerbit:
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)

Comments

  1. satu kopet says:

    ini mah cerita hoax, kan pada akhirnya templar dibasmi oleh vatikan sendiri karena templar itu bengis!

  2. Lucky Natalia says:

    Yap, betul sekali kalau in the end ksatria Templar akhirnya dibubarkan dan dibasmi sama Vatikan. Cerita itu juga dijelaskan di buku ini. Cuma, itu bukan konsentrasi utama buku ini karena penulisnya lebih ingin mendeskripsikan seluk-beluk Ksatria Templar, agar pembaca lebih mengenal sosok ksatria Templar.. :D

Random Articles
Back to Top