in: Games | June 23, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: Brave Fencer Musashi

Masa saat Playstation masih menjadi raja mungkin merupakan masa-masa terindah bagi gamer konsol. Bagaimana tidak? Ratusan judul game berkualitas hadir memanjakan para gamer sepanjang dominasi konsol milik Sony tersebut. Hadir dalam berbagai genre, persaingan yang ketat di antara pihak developer melahirkan energi kreativitas yang berujung ke kualitas. Salah satu yang cukup berjaya di masa itu adalah Squaresoft, yang kini telah berubah nama menjadi Square Enix.

Saat itu, Squaresoft memang mampu menghasilkan lusinan judul game berkualitas yang masih memorable hingga saat ini. Salah satunya adalah game Action RPG fenomenal, Brave Fencer Musashi. Dengan menawarkan gameplay yang unik, voice acting yang jarang ditemukan di game-game masa itu, dan sistem battle yang menyenangkan, game ini sukses besar di pasaran masa perilisannya (1998). Kesuksesan ini seolah dapat diprediksikan mengingat Musashi membawa nama-nama besar seperti Tetsuya Nomura sebagai tim pengembangnya. Hasilnya? Melebihi ekspektasi gamer.

Membicarakan Musashi berarti membicarakan masa-masa indah di sekolah tingkat pertama dulu. Ketika Playstation masih menjadi benda mewah yang belum terjangkau, Musashi sudah membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Berkat “racun” dari teman yang ekonominya cukup berada waktu itu, memainkan Musashi seperti menemukan sebuah oase di padang pasir kebosanan. Tidak heran jika game ini kemudian menjadi pilihan pertama ketika bujukan kepada Ayah berhasil menelurkan Playstation di rumah. Sayang seribu sayang, serbuan game-game yang bagus di masa itu membuat saya meninggalkan game ini terbengkalai. Sesuatu yang saya sesali hingga saat ini.

Plot

Brave Fencer Musashi sebenarnya merupakan pahlawan legenda yang sudah wafat 150 tahun yang lalu di Allucaneet Kingdom. Namun, kondisi yang genting membuat Fillet, putri Kerajaan Allucaneet, melakukan ritual reinkarnasi untuk menghidupkan kembali pahlawan besar ini. Maka, Musashi kembali hidup untuk mencegah kehancuran kerajaan Allucaneet dari serangan Thirstquencher Empire. Dengan kondisi Fillet yang diculik oleh pihak agressor, Musashi bersama kedua pedangnya: Fusion dan Lumina menjelajahi dunia untuk mencari Five Scrolls sebagai jalan utama untuk mengalahkan Thristquencher Empire yang dipimpin oleh Flatski.

Gameplay Brave Fencer Musashi memang berfokus ke action-RPG yang kental. Tombol di stik digunakan untuk melompat, menyerang, dan menyerap skill musuh dengan fusion, memberikan damage besar dengan Lumina, dan menggunakan skill yang didapatkan dari musuh. Salah satu elemen yang paling menarik di game ini adalah dihadirkan sistem waktu yang akan membuat lingkungan ikut berubah. Sistem kelelahan dan kebebasan untuk melakukan eksplorasi juga menghadirkan keunikan tersendiri dalam Brave Fencer Musashi.

Apa yang Saya Sukai dari Brave Fencer Musashi?

Gameplay


Genre action-RPG yang dibawa oleh Musashi harus diakui mampu tereksekusi dengan sempurna. Memadukan berbagai nuansa game aksi yang membutuhkan eksekusi gerakan cepat, namun sekaligus nuansa game RPG di mana Anda berkesempatan untuk memperkuat karakter membuat game ini tampil maksimal. Apalagi game bergenre ini masih terhitung jarang di masa Playstation dulu. Brave Fencer Musashi tampil begitu memesona di kala itu (bahkan hingga saat ini).

Serap Skill Musuh!

Konsep di mana Musashi dapat menggunakan pedang Fusionnya untuk menyerap kekuatan musuh patut diacungi jempol. Dengan beragam musuh yang dihadirkan di sana, Anda selalu merasakan penasaran yang sama—berusaha untuk menyerap skill setiap musuh yang ada dan menentukan mana yang terbaik di antaranya.  Ketika Anda mendapatkan kekuatan musuh yang mampu menghasilkan damage besar atau memberikan buff yang menguntungkan, kepuasannya luar biasa. Dengan konsep seperti ini pula, setiap gamer Musashi akan memiliki kebebasan untuk menentukan caranya sendiri dalam mengalahkan setiap musuh yang ada.

Waktu dan Kelelahan = Ketiduran


Game-game yang lahir di Playstation biasanya menyediakan waktu yang sudah fixed dan tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya permainan. Namun, di Brave Fencer Musashi, konsep itu berubah 180 derajat. Waktu menjadi elemen yang penting, tidak hanya menentukan monster yang akan hadir pada waktu tertentu (pagi, siang, sore, dan malam)—tetapi juga kondisi kesehatan dari Musashi sendiri. Sebagai seorang hero yang juga membutuhkan waktu istirahat, Musashi juga harus memastikan bahwa ia memiliki waktu untuk sejenak tidur dan mengumpulkan tenaga kembali. Jika kelelahan, ia tidak akan dapat berfungsi secara maksimal. Bahkan, mungkin saja ia akan ketiduran saat pertarungan sedang berlangsung. Kedua hal inilah yang kemudian menjadi Musashi begitu unik.

Musik

Salah satu yang membuat Musashi begitu memorable adalah theme song yang diadaptasikan di dalamnya. Seperti game-game keluaran Squaresoft, Musashi menampilkan musik yang mampu menghadirkan atmosfer unik ke dalam permainan. Salah satu yang paling berkesan tentu saja “The Musashi Legend” dan “Forest At Sleep” yang mungkin dapat membangkitkan sedikit memori Anda tentang game ini. Squaresoft bahkan sempat merilis album kompilasi Brave Fencer Musashiden: Original Soundtrack yang berisikan 2 keping disc dengan total 78 tracks di tahun 1998 silam.

Selamatkan Para Penduduk yang Terkurung


Misi Musashi tentu saja tidak sesederhana “hanya” datang dan menghancurkan kekaisaran yang berusaha menguasai Allucaneet. Masih ada banyak penduduk yang terkurung di dalam Bicho Energy dan harus diselamatkan. Subquest ini mungkin terdengar mudah, namun cukup menantang di sisi penerapannya. Tidak jarang penduduk yang terkurung ini hanya bisa diakses dengan skill tertentu saja atau membutuhkan strategi tertentu untuk menyelamatkannya. Para penduduk ini akan memberikan reward yang cukup setimpal.

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES