in: Games | July 1, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: Lunar 2 Eternal Blue Complete

Menggali kembali memori bisa jadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan, apalagi jika berhubungan dengan aktivitas yang kita cintai. Bagi seorang gamer, tidak ada yang lebih menenangkan daripada menatap layar dan memainkan sebuah game yang berkualitas sepanjang hari. Masa-masa kejayaan Playstation menawarkan cukup banyak kesempatan itu. Berbagai game yang lahir dari beragam genre menghadirkan sensasi yang sulit didapatkan di masa sekarang. Salah satu yang mungkin Anda lewatkan atau bahkan belum pernah Anda dengar sebelumnya, Lunar series.

Bagi Anda yang tidak pernah memerhatikan seri ini sebelumnya, Lunar merupakan sebuah game RPG konvensional yang dikembangkan oleh Game Arts dan dirilis oleh Working Designs. Memang kedua nama ini tidak sebesar perusahaan lain sekelas Squaresoft, namun kualitas yang mereka hasilkan tidak boleh dianggap remeh. Lunar sendiri sudah dirlis dalam dua series: Silver Star Story dan Eternal Blue Complete yang dirilis di akhir tahun 90-an. Keduanya berhasil mencapai tingkat penjualan dan review yang cukup fantastis di masa itu. Eternal Blue Complete sendiri merupakan sekuel dari Silver Star Story.

Salah satu elemen utama yang membuat seri Lunar tampil begitu unik adalah kemampuannya untuk menyulap kesederhanaan menjadi nilai tambah yang sulit tergantikan. Lunar juga mampu menyuguhkan berbagai elemen yang membuat game ini begitu mudah untuk dinikmati. Epicness tersusun lewat balutan plot dan quest yang berjalan pelan namun terus menawarkan pompa adrenalin yang konstan. Walaupun Eternal Blue merupakan sekuel, namun game inilah yang mengenalkan saya pertama kali kepada Lunar series.

Plot

Eternal Blue Complete merupakan sekuel Silver Star Story yang dirilis setahun sebelumnya. Bersettingkan 1000 tahun setelah game sebelumnya, Eternal Blue menawarkan plot yang tidak terkait secara signifikan, membuatnya dapat dimainkan secara terpisah. Salah satu yang tampak sama hanyalah kehadiran beberapa karakter dan penceritaan kembali plot seri sebelumnya.

Menceritakan tentang dunia Lunar yang kembali lagi terancam oleh dominasi Zophar, sang karakter utama Hiro, yang merupakan seorang arkeologis, menemukan dirinya terjebak di dalam takdir besar untuk menyelamatkan dunia. Berawal dari usaha untuk mencegah kebangkitan “Destroyer” yang diramalkan akan membawa kiamat, Hiro menemukan sesosok wanita misterius yang lahir dari kristal di puncak Blue Spire. Wanita yang diketahui bernama Lucia ini berkeinginan untuk menemukan Althena dan mengabarkan tentang rencana Zophar yang kejam. Dari cerita sederhana inilah plot kemudian dibangun.

Apa yang Saya Sukai Dari Lunar 2 Eternal Blue Complete?

Kesederhanaan


Pada akhir tahun 1990-an, para gamer tentu sudah merasakan berbagai judul game RPG yang mampu menghadirkan visualisasi yang menarik mata. Sebut saja Final Fantasy VIII yang fenomenal dan bagaimana game ini berkembang menjadi standar setelahnya. Namun Lunar Eternal Blue Complete hadir dengan sikapnya sendiri, sama sekali tidak terpancing untuk berlomba dalam visualisasi yang sama. Ia hadir dengan hanya mengusung gambar dan latar belakang dua dimensi, tidak jauh berbeda dengan sebuah game SNES. Walaupun banyak kritik yang menghujamnya, namun keputusan ini justru membuat saya semakin jatuh cinta dengan Lunar. Para gamer yang merasa bahwa kualitas grafis adalah segalanya sudah pasti akan melewatkan kesempatan untuk merasakan “kemewahan” yang ditawarkan Lunar. Kemewahan pengalaman dalam sebuah kesederhanaan teknis.

Cut-scene Bergaya Anime


Tidak banyak game yang menawarkan cut-scene bergaya anime di masa itu. Apalagi perlombaan untuk menghadirkan segalanya dalam bentuk 3D membuat pilihan bergaya anime ini seolah tidak menjual. Namun jika dapat dikombinasikan dengan plot dan gaya permainan yang tepat, cutscene bergaya Anime seperti ini justru memperkaya pengalaman yang ada. Lunar Eternal Blue membuktikan itu semua. Cut-scene terbaik tentu saja ada di awal pertemuan Hiro – Lucia dan ending. You can’t beat that!

Sistem Tactics


Sistem battle di dalam Lunar Eternal Blue Complete memang sederhana. Attack, defend, dan magic merupakan command yang sering ditemukan di dunia RPG. Namun melakukan perintah yang sama secara terus-menerus dan menghadapi pertempuran yang tidak jauh berbeda di setiap dungeon pasti akan menghasilkan kebosanan. Oleh karena itu Lunar menghadirkan command “Tactics” yang merupakan satu set perintah untuk semua party members. Cara yang jauh lebih tepat untuk mengakhiri sebuah pertempuran dengan efektif.

Leveling Up


Walaupun salah satu elemen utama di dalam RPG adalah mencapai level karakter setinggi mungkin, namun tidak banyak yang mampu menawarkan keasikan ketika menjalani proses tersebut. Lunar Eternal Blue merupakan salah satu yang membuat saya betah untuk berlama-lama menatap layar televisi hanya untuk leveling up. Mengapa? Alasannya sederhana, karena hasil nyata yang diberikan di dalam game ini Melihat karakter yang memiliki damage lebih besar, skill yang lebih banyak, dan status yang lebih baik membuat semua ini terbayarkan. Perbedaan daya serang per levelnya cukup signifikan.

Save di Mana Saja


Jika game biasa menuntut Anda menuju ikon tertentu untuk menyimpan data permainan, Lunar menawarkan sesuatu yang lebih menawan. Anda bisa melakukan save dimana saja dan kapan saja. Menu ini selalu terbuka kapanpun Anda membutuhkannya. Namun sedikit kewaspadaan perlu dihadirkan, jangan sampai kita melakukan save saat menghadapi situasi yang kritis. Bisa jadi permainan akan menjadi stagnan.

Voice acts


Gambar yang penuh dua dimensi, namun meminta space hingga tiga disc permainan di Playstation. Kemana semua space yang besar itu? Selain potongan anime yang cukup banyak, Lunar Eternal Blue juga menyertakan cukup banyak voice acts di dalamnya. Walaupun saya sendiri belum pernah mendengar seiyuu versi Jepangnya, namun mereka yang terlibat dalam versi Inggrisnya pantas diacungi jempol. Setidaknya suara Lucia selalu membuat saya terenyuh.

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES