in: Games | August 23, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: Army Men 3D

Tidak ada yang lebih memacu adrenalin selain memainkan sebuah game perperangan yang epik. Game perang yang kini hadir memang lebih berkisah kepada kejadian nyata yang mendapatkan suntikan dramatisasi yang mumpuni. Lihat saja bagaimana game seperti Battlefield 3 atau Modern Warfare 3 menancapkan taringnya yang kuat di hati para gamer. Kedua game ini berhasil membawa atmosfer perang penuh ketegangan yang dibalut dalam plot yang begitu epik. Di masa lalu, kualitas seperti ini bukanlah nilai jual utama. Gamer hanya butuh satu kata: keunikan.

Jika kita membicarakan salah satu judul game perang di masa kejayaan Playstation yang paling memorable, nama seri Army Men 3D tentu akan mencuat. Game third person shooter buatan 3DO ini boleh dibilang cukup sukses di pasaran kala itu. Di masa ketika film Small Soldiers menaiki puncak Box Office dan mampu meraup jutaan penonton, tema mainan seketika menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk dieksploitasi. Beberapa developer game juga melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk melebur di dalam tren. Maka, lahirlah Army Men.

Anak laki-laki mana yang belum pernah melihat dan memegang sebuah mainan Army Men? Mainan plastik berbentuk para pasukan dengan berbagai gaya dan perlengkapan senjata ini memang sangat populer. Walaupun sebagai anak kecil, saya sering kecewa karena postur kakunya yang tidak bisa dimodifikasi, imajinasi untuk membayangkan pasukan-pasukan ini hidup dan berperang menemani masa-masa bermain. Ternyata, seiring kemajuan teknologi yang ada, imajinasi tersebut berhasil diangkat dan dituangkan dalam sebuah video game yang “terkesan” serius: Army Men 3D.

Visualisasi yang ditampilkan oleh Army Men 3D di saat itu boleh terbilang cukup baik. Setidaknya, Anda benar-benar bisa merasakan atmosfer pasukan mainan lewat tekstur yang dihadirkan. Sistem permainan yang dihadirkan juga benar-benar menghasilkan atmosfer ketegangan dan sekaligus fun. Namun harus diakui, tidak sulit untuk memainkan game ini karena berbagai keterbatasan yang ada. Warna musuh dan lingkungan yang nyaris mirip, tidak ada indikator arah tembakan, dan crosshair bidikan membuat Anda harus sangat berhati-hati untuk sekadar melangkah maju.

Apakah Anda termasuk salah satu gamer yang pernah menghabiskan masa mudanya lewat Army Men 3D? Jika iya, jangan ragu untuk melepaskan penat sementara, memutar kembali, bernostalgia, dan memanggil kembali saat-saat indah berperang sebagai manusia hijau di daratan luas ini.

Plot

Pasukan Green (Hijau) dan Tan (Cokelat Muda) sudah terlibat di dalam perang yang berkepanjangan di Plastic World dan sepertinya tak akan berujung ke sebuah perdamaian yang indah. Tan yang dipimpin oleh seorang diktator – General Plastro menginginkan penaklukkan dan dominasi dunia, yang berarti menjadikan Negara Hijau sebagai bagian yang harus dihancurkan. Negara Cokelat lantas memobilisasi besar-besaran berbagai senjata berat yang ia miliki untuk mencapai tujuan ini. Negara Hijau yang berada di ujung tanduk hanya bisa mengandalkan kelanjutan eksistensinya kepada satu orang, sang pahlawan, Sarge.

Misi Sarge terdengar sederhana, yakni menyediakan waktu bagi Negara Hijau untuk membangun sebuah super weapon yang dapat memukul mundur semua pasukan Cokelat. Namun, waktu adalah satu-satunya hal yang tidak dimiliki oleh Sarge. Sang pasukan khusus andalan Negara Hijau ini harus memulai mission impossible untuk melawan negara Cokelat, satu per satu, dari setiap daerah yang berhasil mereka kuasai. Pada akhirnya, Sarge mengandalkan kecekatan tangan Anda untuk dapat menyelesaikan misi besar ini.

Apa yang Saya Sukai dari Army Men 3D?

Konsep


Hal yang paling dasar yang saya sukai dari Army Men 3D adalah keseluruhan konsep yang dibangun. Jika game-game sebelumnya lebih menitikberatkan cerita ke perang dunia yang dialami oleh manusia, Army Men 3D tampil dengan sesuatu yang jauh berbeda. Mainan plastik yang biasa hidup dalam imajinasi Anda kini benar-benar hidup bergerak, berteriak, dan berperang dalam sebuah permainan virtual. Sebuah impian yang nyata bagi anak-anak. Jika kita membicarakan hal seperti ini, besar kemungkinan menjadi sesuatu yang tidak dipahami lagi oleh anak-anak zaman sekarang. Masihkah mereka mengenal Army Men? Sepertinya tidak.

Hail the Green Army! Hail Sarge!


Sarge memang hanya sebuah tentara plastik, namun ini bukan berarti ia bermental plastik yang mudah cair. Menjadi tumpuan utama Negara Hijau, Sarge adalah sebuah ikon patriotisme yang sesungguhnya. Walaupun terkesan terlalu super karena konsep “One-Man Army”-nya, manusia hijau ini memenangkan sebuah perang dalam proses, tidak secara instan. Sudah tidak terhitung berapa banyak tentara Cokelat yang tewas di tangan pasukan ini dan sudah tidak terhitung berapa kali restart yang harus Anda lakukan untuk mencapai ending.

Butuh Strategi untuk Menang


Berbeda dengan game saat ini yang mengusung sistem auto-recovery untuk karakter utamanya, game di masa lalu jauh lebih menantang. Terluka berarti terluka dan berarti selangkah lebih dekat dengan kematian. Army Men 3D juga mengusung hal yang sama. Sarge hanya bisa mendapatkan kurang lebih empat tembakan sebelum hancur berkeping-keping. Oleh karena itu, Anda butuh menganalisis lingkungan yang ada sebelum berupaya maju. Tembakan para tentara Cokelat juga sebagian besar sangat akurat sehingga sulit untuk menghindar dengan cepat. Cara yang terbaik adalah dengan merangkak dan menembak ketika ancaman datang.

Multiplayer


Army Men 3D juga bukan sepenuhnya sebuah game third person shooter. Sebuah genre yang berbeda akan langsung Anda temui ketika menginjak mode Multiplayer dan berkompetisi secara split-screen. Dalam mode ini, strategi lebih dibutuhkan untuk menentukan kemenangan. Pasukan akan terbagi dalam beberapa spesialisasi. Tujuan utama? Tentu saja menghancurkan satu sama lain. Dalam kesederhanaan visualisasi, gameplay yang ditawarkan harus diacungi jempol.

Sound Effect


Senjata seorang tentara plastik tentu saja terbuat dari plastik. Namun, hal ini tidak berarti bahwa senjata ini tidak mampu menghasilkan ketakutan psikologis bagi tentara musuh. Army Men 3D tampil dengan sound effect yang cukup membantu membangun suasana. Setiap peluru yang keluar dari moncong senjata Sarge benar-benar terdengar keras dan mematikan, seperti sebuah senjata nyata. Suara ledakan granat yang dihadirkan juga semakin membuat Army Men 3D tampil sebagai sebuah game perang yang tidak boleh dianggap remeh.

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES