Jagat Review

Twitter Facebook Youtube Flickr RSS

Preview Deus EX – Human Revelation: Pembuktian Eidos dan Square-Enix!

Bulan Agustus memang menjadi bulan yang cukup buruk untuk para gamer. Bagaimana tidak? Hampir tidak ada game berkualitas dan menarik perhatian yang dirilis oleh developer di bulan ini. Agustus benar-benar bulan sekering padang gurun untuk industri game. Ketika kekecewaan mulai melanda, sebuah judul game besar dirilis di akhir bulan. Sebuah oase yang lahir dari tangan dingin Eidos Montreal dan Square-Enix. Sebuah kebangkitan akan judul klasik yang pernah diklaim sebagai yang terbaik di masanya. Kelahiran kembali sebuah konsep “kebebasan”!

Semua mata kini memang sedang berfokus pada Square-Enix. Beberapa rilis game sebelumnya  harus diakui gagal memenuhi ekspektasi para gamer dan terjun bebas di pasaran. Apalagi perusahaan asal Jepang ini juga bermasalah dengan beberapa judul game yang terus mengalami penundaan. Kerjasamanya dengan Eidos Montreal untuk melahirkan kembali Deus EX yang pernah berjaya di PC dan XBOX generasi pertama menjadi pisau bermata dua. Keberhasilan dan kegagalan utama berada di pundak Deus EX – Human Revelation. Lantas bagaimana kesan pertama yang dihadirkan game ini?

Konsep utama seri Deus EX selama ini memang menggabungkan tiga unsur utama permainan: first person shooter, role-playing game, dan kebebasan untuk bertindak. Untungnya kesan ini jugalah yang saya dapatkan ketika memainkan Deus EX: Human Revolution. Anda akan diposisikan dan dipaksa untuk mengeluarkan insting gaming Anda sesungguhnya. Tantangan yang ia hadirkan akan mendorong Anda hingga batas maksimum. Untungnya, Anda punya kebebasan luas untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada.

Sistem permainan utama memang First Person Shooter, namun bukan berarti Anda harus melakukan aksi dan tembak-menembak untuk menyelesaikan misi di game ini. Anda bisa memilih dan menyelesaikan semuanya dengan gaya stealth ala Splinter Cell, melakukan hack dan memanipulasi lingkungan, atau bahkan sekedar menyusup dan menuju destnasi tanpa melakukan hal apapun. Bebas sebebas-bebasnya. Tidak hanya itu saja, plot juga menyediakan kesempatan untuk memilih respon dan membentuk alur sendiri. Menarik? Sangat! Deus EX – Human Revolution seolah membangkitkan lagi kekuatan gaming Anda yang selama ini sudah dimanjakan oleh fitur-fitur game besar yang “memanjakan”.

Sembari menunggu hingga mendapatkan gambaran permainan yang lebih proporsional untuk melakukan review (dan Deus EX tampaknya akan memakan waktu), preview ini dihadirkan. Selamat menikmati!

Comments

3 Comments
Madeira on August 25, 2011 at 1:04 pm

serius ini XBOX360? no jaggies gila!!!


Jagat Review | Final Fantasy Type-0 Ditunda Lagi on August 28, 2011 at 7:01 pm

[...] jalan pikiran yang ada di dalam benak para eksekutif Square Enix? Kerjasama dengan Eidos lewat Deus EX: Human Revolution memang membawa nama perusahaan Jepang ini kembali ke jajaran yang perlu disegani di industri game. [...]


Jagat Review | Review Deus EX – Human Revolution: Bukan Untuk Gamer Manja! on September 7, 2011 at 11:01 am

[...] Harus diakui, visualisasi yang dihadirkan memang menawan, bahkan untuk konsol. Anda yang pernah menyimak preview kami sebelumnya pasti mendapatkan gambaran yang cukup jelas akan itu. Namun, tentu saja kualitas sebuah game tidak [...]






© 2011 Jagat Review About Us | Contact Us | Career | Terms of Service