Jagat Review

Twitter Facebook Youtube Flickr RSS

Review Processor Intel Pentium G 620: Sandy Bridge Termurah Saat Ini

Kami pernah menobatkan Core i3 2100 sebagai Sandy Bridge termurah yang dapat Anda dapatkan. Sepertinya kami harus merevisi komentar tersebut karena Intel baru saja mengeluarkan prosesor Sandy Bridge terbaru dengan harga yang jauh lebih terjangkau, yaitu Pentium D 620. Walau tidak menyandangkan nama Core i, bukan berarti performa prosesor baru ini dapat dipandang sebelah mata. Anda tak percaya? Silahkan simak review kami berikut ini.

Kehadiran Sandy Bridge sebagai prosesor baru Intel terlihat sekali mempengaruhi peta persaingan, baik kelas atas mau pun menengah ke bawah. Intel sadar bahwa prosesor kelas entry-level termasuk penting dalam menunjang pasar secara keseluruhan. Kehadiran Pentium G 620 adalah bukti bahwa Intel tetap ingin merajai semua lini. Namun, apakah prosesor entry-level yang dihadirkan Intel dengan harga yang terjangkau ini memiliki performa yang mumpuni? Itulah yang akan kami buktikan melalui serangkaian pengujian di Lab JagatReview.

Sebelum itu mari kita lihat apa sajakah yang menyertai kehadiran prosesor baru Intel ini.

Paket Penjualan

Kemasan Pentium G 620 sedikit berbeda dengan kemasan prosesor Sandy Bridge lainnya, setidaknya dari segi warna. Terlihat rona biru mendominasi kemasan dari prosesor paling bungsu dari kelas Sandy Bridge ini. Berbeda dengan kemasan jajaran prosesor Sandy Bridge di atasnya yang masih menyertakan sedikit sentuhan kuning.

Dalam kemasan Pentium G 620 Anda akan menemukan prosesor dan pendingin standar yang menyertainya.

Seperti apakah pendingin yang menemani kehadiran prosesor baru ini? Mari kita cermati bersama.

Fan yang digunakan pada heatsink standar Pentium G menggunakan sumber daya DC 12 Volt dengan daya 0.60 A.

Kalau kita perhatikan penampang heatsink terlihat cukup tipis. Sangat cocok digunakan dalam HTPC.

Heatsink yang disertakan menggunakan base full alumunium. Pada basenya disediakan pre-prepared thermal paste. Cukup untuk para pengguna awam.

Jika kita perhatikan heatsink yang menyertai Pentium G 620 terlihat identik dengan heatsink Core i3 2100. Hal tersebut dapat terjadi karena TDP dari kedua prosesor tersebut  hanya 65 Watt, membuatnya tidak membutuhkan heatsink yang terlalu “wah”.

Seperti apakah penampilan fisik dari Pentium G 620? Silahkan simak foto di bawah ini.

Kode Q1Fy disematkan kepada prosesor ini. Terlihat pula kecepatan dari prosesor ini tercantum di permukaan, yaitu 2.6 GHz.

Sesuai dengan socket yang digunakan, prosesor ini memiliki 1155 jumlah koneksi pin. Anda tak percaya? Silakan hitung satu per satu.

Pentium G620 menggunakan socket 1155, sama seperti Sandy Bridge yang lainnya.

Comments

22 Comments
paledutz on August 8, 2011 at 9:42 pm

Review yang ditunggu tunggu, gimana sama kakanya si Pentium G 840 ya, ditunggu review selanjutnya.


Joko on August 8, 2011 at 11:52 pm

Arsitektur hampir sama dengan Core i3 2100 cuma minus Hyper Treading dan dengan Clock lebih rendah.. GPU terintegrasinya sama kencangnya dengan core i3 sandy bridge..


Alva Jonathan on August 9, 2011 at 12:23 am

Nice review bos d(^_^)b,

Seandainya saja prosesor ini punya headroom OC sekitar 15-25%,this will be ‘perfect’ value CPU. ( Oh wait, I forgot that Intel decided to KILL overclocking in their low-end sandy lineup. *sarcasm* )

Semoga Llano A4 series + mobo A55 ekonomis cepat rilis untuk menyaingi prosesor ini di kelas value.


Bond on August 9, 2011 at 7:05 am

G-O-D-J-O-B for Intel.
Ini yg ditunggu-tunggu. Murah tp tdk murahan.
Pentium G gaming performance dibandingin dgn Liano A8 3800, setara jka menggunakan discreate graphics–xbitlabs.com–.
LIano tak ubahnya Athlon II X4 dengan clock lbh rendah + powerfull GPU. Tdk ada perubahan arsitektur CPU yang berarti.
Tp klo untuk internal GPU sepertinya Sandy Bridge hrs angkat tangan bwt LIano. Perang antara Intel vs AMD,..siapakah yg bakal menang??? Tentunya konsumen yg akan menang.
“Less Cost Do More”


puritomang on August 9, 2011 at 10:08 am

klo di pasangin gts450 kiratutup botol ga ya mohon bantuannya


sutama on August 9, 2011 at 12:00 pm

intel pentium dibikin sandy bridge ,intel celeron juga sepertinya mau dibikin sandy bridgenya lalu gimana dengan processor
c2 seperti c2 duo dan c2quad apakah akan dibikin sandy bridgenya juga ??

kalau intel seperti ini saya kira AMD akan semakin kalah di lini procie low end ,jikalau semua angkatan lawas di buat arsitektur sandy bridgenya

yang saya membingungkan kalau gak ada HT apakah bisa disebut sebagai sandy bridge mengingat intel pentium,dan keluarga c2 itu mengadopsi arsitektur pentium III yang gak ada HT nya ??

yah walau bagaimanapun intel memberikan alternative bagi pengguna yang mempunyai budget terbatas yang ingin merasakan procie baru milik intel


Rudy on August 11, 2011 at 1:28 pm

Review yang Bagus…


aprian bramanto on August 12, 2011 at 3:59 pm

di atas disebutkan bahwa:
“Selain itu, performa single core-nya mampu bersaing bahkan dengan Core i3 540 terdahulu (yang harganya masih lebih mahal).”

bukannya Pentium G620 tu dual core yah?? 2 core 2 thread


Bhisma Sidarto on August 12, 2011 at 5:45 pm

@aprianto = pentium g 620 memang processor dengan dua core dan dua thread. Yang kami maksud dengan performa single core adalah performa pada saat menjalankan aplikasi yang hanya membutuh kinerja single core seperti 7zip


Sofyan on August 13, 2011 at 9:04 pm

Kebetulan hari ini saya berhasil merakit G620 + Asrock H61M-VS, biasanya spec yg komp rakitan saya e5700 + asrock G41. telah dicoba GPU dari G620 cukup buat game online dgn resolusi 1024 x 768, setting low untuk pointblank, dan jika diset ke 1680 x 1050 susah mulai terasa lag, GPU g620 kurang optimal untuk warnet, sebaiknya gunakan VGA external GT210 atau 4650

selisih harga dari G20 + asrock h61 vs E5700 + asrock G41 = 200rb
harga VGA external G210 = 350rb-400rb

namun untuk kemampuan CPU G620 terasa lebih bagus daripada E5700, dapat melakukan multi tasking program2 berat, dimana E5700 sudah mulai kewalahan.


iVVeL on August 15, 2011 at 10:58 pm

hemmzzzz….
2jt minus monitor
monitor yg 18,5″ udan 800an

total 2,8 jt non vga add on

tanya maz agan jagat
maz agan Alva Jonathan
maz agan bond
maz agan sutama
maz agan sofyan

klo amd dengan spek ky gini

AMD Athlon II X2 240 (Tray+Fan) (2800Mhz,2x1024KiB) 398.000,-
Mb AMD AM3 Biostar N68S3 410.000,-
Memory DDR3 Apogee 2Gb PC 10660 / 1333Mhz 133.000,-
Harddisk 3.5Inch Samsung SATA II 500Gb 329.000,-
VGA PowerColor HD 5670 1Gb DDR3 658.000,-
Casing Power Up Basic Tanpa Power Suplay 75.000,-
Power Supply FSP Supersonic 80 Plus 450W 315.000,-
Bufftech Keyboard PS/2+Mouse Optic USB 39.000,-
LCD Monitor Chimei 18.5 Inch CMV-95ND 830.000,-
GRAND TOTAL 3.187.000,-

kira kira buat ngejalanin game berat
macem cod 4 bops
cod modern warfare 2
cod modern warfare 3
crysys 2
assasin creed2

trus game berat battlefield 3 bs g yah??
hehehehe
maaf klo nanyanya kebanyakan..
^^


Hengky Fanggian on August 17, 2011 at 8:55 am

Sorry sy masih newbie, mohon pencerahan. Apakah G620 ini kemampuan grafisnya jauh di atas chipset intel G41. Sementara ini sy pakai G41 dan bisa main game online, namun untuk AVA (Alliance of the Valiant Arms) agak ngelag. Apakah G620 bisa dipasangkan dg semua mobo 1155 dan cocok buat warnet ? Apkah ada artikel perbandingan antara G41 vs G620, mohon diberi linknya bila ada. thanks b4


Joko on August 19, 2011 at 4:44 am

@Hengky: Kalo antara chipset G41 dan GPU di Intel G620 peningkatannya cukup jauh bro.. akan lebih lancar lagi kalo untuk game online warnet..
GPU intel G620 setara dengan GPU Core i3 2100, sedangkan antara GPU Core i3 530 (Generasi 1) dan core i3 2100 (Generasi 2) saja peningkatannya lumayan jauh.. apalagi dibandingkan dengan GPU yang tertanam pada chipset G41.. :)


Joko on August 19, 2011 at 4:51 am

Oiya tambahan diatas.. :)
Untuk Mobo dengan soket 1155 semua bisa dipasang intel G620 walaupun beberapa Mobo yang sudah lama keluar ke pasaran mungkin tidak deteksi CPU ini sebelum dilakukan Update BIOS.. :)
Untuk memanfaatkan fitur GPU pada intel G620 maka wajib menggunakan Mobo dengan chipset H67 atau H61.. untuk versi murahnya gunakan H61 saja..


gelandangan on August 24, 2011 at 10:10 pm

Saya mau tanya sama agan jagatreview & agan2 di atas, kira2 konsumsi daya G620 kalo dibandingkan dgn intel atom gimana yaa..??
Mohon pencerahannya…
Terimakasih banyak :-)


Hengky Fanggian on September 1, 2011 at 7:27 pm

@Joko. Gan apakah G620 ini bisa disandingkan dengan VGA Card NVidia yg punya fitur Optimus sehingga bisa kita peroleh penghematan energi. Apakah ada saran u/ mobo yg hemat/ekonomis dan punya fitur wake up on LAN, maklum semua computer client harus bisa dinyalakan lewat billing dan menurut pengalaman ada beberapa mobo yg nggak bisa dinyalakan lewat biling (kalau dimatikan lewat biling, semua mobo pasti bisa). Oh ya saya dengar rencananya akan keluar G840 yg lebih powerfull yaa, kapan keluarnya ? thanks b4


Jagat Review | Review Processor Pentium G 840: Murah dan Lebih Kencang on September 3, 2011 at 8:01 am

[...] lama setelah diperkenalkannya Pentium G 620 , Intel memperkenalkan varian baru dari Pentium G, yaitu Pentium G 840. Penasaran apa kelebihan [...]


Jagat Review | HOT PRODUCTS OF THE MONTH, August-September 2011 on November 4, 2011 at 10:18 am

[...] Pentium G 620 & 840 [...]


8core on November 7, 2011 at 11:07 am

tapi untuk jalanin multithread game seperti GTA V, dipasikan dual core sandybridge bakal empot-empotan.

Regor X4 + discrete rules!


egoostube on November 22, 2011 at 12:52 pm

Bos, untuk pengujian konsumsi daya, angka yang diperoleh tsb merupakan konsumsi daya prosesor saja ataukah sistem keseluruhan?
boleh tahu metode pengujiannya dengan cara apa?
trims

(ada teman sedang cari all in one PC, tapi minta yg dayanya tidak lebih dari 150W total)


Bhisma Sidarto on November 22, 2011 at 5:29 pm

@egoostube :
Pengujian daya yang kami lakukan merupakan pengujian daya secara sistem. Pengujian daya kami lakukan dengan membebani sistem lalu dengan menggunakan power meter untuk mencatat daya yang digunakan siste.


Avrangka on January 14, 2012 at 5:13 pm

klo amd dengan spek ky gini

AMD Athlon II X2 240 (Tray+Fan) (2800Mhz,2x1024KiB) 398.000,-
Mb AMD AM3 Biostar N68S3 410.000,-
Memory DDR3 Apogee 2Gb PC 10660 / 1333Mhz 133.000,-
Harddisk 3.5Inch Samsung SATA II 500Gb 329.000,-
VGA PowerColor HD 5670 1Gb DDR3 658.000,-
Casing Power Up Basic Tanpa Power Suplay 75.000,-
Power Supply FSP Supersonic 80 Plus 450W 315.000,-
Bufftech Keyboard PS/2+Mouse Optic USB 39.000,-
LCD Monitor Chimei 18.5 Inch CMV-95ND 830.000,-
GRAND TOTAL 3.187.000,-

kalau speknya seperti ini sdh bisa menjalankan games tersebut, bahkan sdh sangat lancar, …. tapi kalau boleh saya sarankan untuk menggunakan Mobo BIOSTAR A880 G+, ini tidak terlalu mahal, tapi chipset AMD 880G+ yang termasuk kategori cukup bagus untuk Games, …






© 2011 Jagat Review About Us | Contact Us | Career | Terms of Service