in: Direct Release | September 26, 2011 | by: Dian Syarifuddin

[PR] Udara, Makanan, Air, Internet – Penelitian Cisco Mengungkapkan Betapa Pentingnya Internet dan Jaringan Sebagai Kebutuhan Mendasar dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penelitian Yang Berfokus Pada Tenaga Kerja Generasi Berikutnya, Dampak Tuntutan dan Perilaku Sehubungan Dengan Jaringan dan Cara Mengakses Informasi di Lingkungan Kerja

JAKARTA, Indonesia – 26 September 2011 – Cisco hari ini mengumumkan hasil temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa satu dari tiga mahasiswa dan profesional muda menganggap Internet sama pentingnya dengan kebutuhan dasar manusia seperti udara, air, makanan dan tempat tinggal. Hal ini menunjukkan semakin bertumbuhnya peran jaringan dalam kehidupan sehari-hari. 2011 Cisco Connected World Technology Report juga menemukan bahwa lebih dari setangah dari responden mengatakan mereka tidak dapat hidup tanpa Internet dan menyebut internet sebagai “bagian penting dalam hidup mereka’ – dalam beberapa kasus bahkan lebih penting dari mobil, berkencan dan pesta.

Temuan ini beserta temuan lainnya memberikan pemahaman terhadap bagaimana pola pikir, ekspektasi dan tingkah laku generasi pekerja berikutnya akan mempengaruhi semua hal mulai dari komunikasi bisnis dan gaya hidup mobile sampai dengan pencarian tenaga kerja, keamanan perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi.

Ringkasan

  • Laporan tahunan kedua Cisco Connected World Technology Report meneliti hubungan antara tingkah laku manusia, Internet dan penyebaran jaringan.  Penelitian ini menggunakan hubungan ini untuk memancing pendapat mengenai bagaimana perusahaan akan tetap kompetitif di tengah-tengah pengaruh tren gaya hidup teknologi. Laporan global yang berdasarkan survey atas mahasiswa dan profesional muda berusia 30 tahun ke bawah di lebih dari 14 negara. Laporan ini menyediakan pemahaman terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi perusahaan sekarang ini sebagaimana mereka mencoba untuk menyeimbangkan kebutuhan bisnis dan karyawan saat ini dan di masa depan di tengah-tengah meningkatknya kapabilitas mobile, ancaman keamanan dan teknologi yang dapat menghantarkan informasi secara lebih luas – dari data center yang tervirtualisasi dan cloud computing sampai jaringan kabel tradisionil dan nirkabel.

Temuan Utama

Internet Sebagai Kebutuhan Mendasar

  • Udara, Air, Internet: Satu dari tiga mahasiswa dan karyawan yang disurvey (33%) mempercayai bahwa Internet merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia – menempati posisi sama pentingnya dengan udara, air, makanan dan tempat tinggal. Hampir setengahnya (49% dari mahasiswa dan 47% karyawan) menganggap bahwa Internet menempati posisi yang hampir sama pentingnya dengan kebutuhan dasar tersebut. Empat dari lima mahasiswa dan profesional muda dikombinasikan menganggap Internet merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan.
  • Kebutuhan Hidup Sehari-hari: Lebih dari setengah responden (55% dari mahasiswa dan 62% karyawan) mengatakan mereka tidak dapat hidup tanpa Internet dan menyebut Internet sebagain bagian penting dalam hidupnya.
  • Cara Baru untuk Sampai Ke Tujuan: Jika terpaksa memilih satu di antara yang lainnya, mayoritas dari mahasiswa – sekitar dua dari tiga orang (64%) – akan memilih Internet daripada mobil.

Kehidupan Sosial Yang Baru: Memilih Internet daripada Cinta dan Pertemanan

  • Cinta Pertama: Dua dari lima mahasiswa yang disurvey secara global menyebutkan bahwa Internet lebih penting bagi mereka dibandingkab berkencan, pergi keluar bersama teman atau mendengarkan musik.
  • Kehidupan Sosial 2.0: Sementara generasi sebelumnya lebih suka bersosialisasi dengan bertemu langsug, generasi berikutnya mengindikasikan adanya pergeseran ke interaksi secara online. Lebih dari satu dari setiap empat mahasiswa mengatakan bahwa tetap terupdate di Facebook lebih penting daripada berpesta, berkencan, mendengarkan musik atau berkumpul bersama teman.

Penggunaan Perangkat Mobile untuk Mengakses Informasi…dan Berakhirnya TV dan Koran

  • Pentingnya Perangkat Mobile: Dua pertiga dari responden mahasiswa (66%) dan lebih dari setengah responden karyawan (58%) menyebutkan perangkat mobile (laptop, smartphone dan komputer tablet) sebagai “teknologi paling penting dalam hidup mereka.”
  • Pertumbuhan Smartphone dan Mobilitas Terus Berlanjut: Dari perspektif global, smartphone terus tumbuh hampir melampaui desktop menjadi perangkat yang paling banyak dipakai. 19% dari mahasiswa melihat smartphone sebagai perangkat “paling penting” yang digunakan sehari-hari, sementara yang memilih desktop sebanyak 20%. Hal ini merupakan indikasi dari tren dominasi smartphone dan diperkirakan penggunaannya oleh generasi mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja, akan semakin meningkat.  Temuan ini menimbulkan perdebatan akan pentingnya berada di kantor dibandingkan kemampuan untuk terkoneksi ke Internet dan bekerja di mana pun, seperti di rumah atau di tempat umum. Dalam laporan tahun 2010, tiga dari empat karyawan (60%) mengatakan berada di kantor tidak lah penting untuk menjadi produktif.
  • TV Akan Menghilang: Kedua responden yang disurvey, mahasiswa dan profesional muda, mengindakasikan kehadiran televisi yang semakin menghilang digantikan oleh perangkat mobile seperti laptop dan smartphone. Hanya sedikit, satu dari 10 mahasiswa (6%) dan karyawan (8%), mengatakan bahwa TV sebagai perangkat teknologi yang penting dalam hidupnya. Melihat program TV dan film juga tersedia di perangkat mobile, tren penurunan TV diperkirakan terus berlanjut.
  • Berakhirnya Kertas? Hanya satu dari 25 mahasiswa dan karyawan (4%) yang disurvey mengatakan bahwa koran merupakan sarana paling penting untuk mengakses informasi.
  • Selamatkan Pohon: Satu dari lima mahasiswa (21%) tidak membeli buku fisik (tidak termasuk buku yang diperlukan untuk belajar di kelas) di toko buku selama lebih dari dua tahun – atau tidak pernah sama sekali.

Pengaruh Media Sosial – Dan Gangguan dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Interaksi Facebook: Sekitar sembilan dari 10 (91%) mahasiswa dan karyawan (88%) menjawan mereka memiliki akun Facebook. Dari jumlah ini, 81 persen dari mahasiswa dan 73% karyawan mengecek halaman Facebook mereka paling tidak sekali dalam sehari. Satu dari tiga (33%) mengatakan mereka mengeceknya palin tidak lima kali dalam sehari.
  • Gangguan Online? Dilaporkan bahwa mahasiswa mengalami gangguan secara online saat mereka mengerjakan tugasnya, seperti menerima instant messaging, update media sosial dan panggilan telepon. Dalam satu jam, lebih dari empat dari lima (84%) mahasiswa mengatakan mereka terganggu paling tidak sekali. Sedangkan satu dari lima mahasiswa (19%) mengatakan mereka mengalami gangguan sebanyak enam kali atau lebih – secara rata-rata sekali dalam 10 menit. Satu dari 10 (12%) mengatakan mereka sudah tidak bisa lagi menghitung berapa banyaknya gangguan terjadi saat mereka mengerjakan tugas.
  • Bekerja adalah Hidup: Di era di mana batasan antara bekerja dan kehidupan pribadi semakin tipis, tujuh dari 10 karyawan berteman dengan manager dan/atau teman kerjanya di Facebook. Hal ini menunjukkan hilangnya batasan kerja dan kehidupan pribadi. Secara budaya, responden Amerika Serikat menunjukkan persenase yang lebih rendah dengan satu dari empat (23%) orang berkawan dengan manager dan tema kerja, walaupun dua dari lima (40%) orang berkawan dengan rekan kerja mereka di Facebook.
  • Gosip Kerja: Dari karyawan yang menggunakan Twitter, lebih dari dua dari tiga (68%) orang follow Twitter manajer atau rekan kerja mereka; 42% follow keduanya, sementara dua pertiga (32%) memilih untuk menjaga kehidupan pribadinya.

Mengenai Penelitian

  • Ide penelitian ini berasal dari Cisco dan dikerjakan oleh InsightExpress, firma penelitian pasar pihak ketiga yang berbasis di Amerika Serikat.
  • Penelitian yang dilakukan secara global ini terdiri dari dua survey, yaitu survey untuk mahasiswa dan profesional muda berusia 20 tahunan. Terdapat 100 responden dari setiap 14 negara yang disurvey dengan total 2.800 responden.
  • 14 negara yang disurvey: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brazil, Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman, Italia, Rusia, India, China, Jepang dan Australia.

Kutipan Pendukung:

  • Marie Hattar, vice president, Enterprise Marketing, Cisco: “Hasil dari Cisco Connected World Technology Report akan membuat dunia usaha mengkaji kembali bagaimana mereka perlu untuk berubah agar dapat menjadi menarik bagi calon tenaga kerja baru dan menetapkan model bisnisnya. Tidak diragukan lagi, dunia kita sedang berubah menjadi semakin dipengaruhi oleh Internet, bahkan semakin dirasakan oleh generasi berikutnya. CIO memerlukan rencana dan meningkatkan jaringannya untuk menjawab kebutuhan keamanan dan mobilitas dari tenaga kerja generasi berikutnya, dan mereka perlu untuk melakukannya dengan melalui kajian yang mendalam berdasarkan kebijakan perusahaan.”
  • Dave Evans, chief futurist, Cisco: “Gaya hidup ‘prosumer’ yang merupakan gabungan dari profesional dan konsumer di lingkungan kerja, ekspektasi teknologi dari generasi berikutnya dan perilaku mereka dalam mengakses informasi telah mengubah cara dalam berkomunikasi. Temuan dalam Cisco Connected World Technology Report memberikan pemahaman kepada dunia usaha yang dapat memberikan keunggulan daya saing untuk yang berkaitan dengan keputusan TI dan proses sumber daya manusia bagi mreka.”

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES