in: Notebook / Laptop | September 1, 2011 | by: Bimanto

Review Acer Iconia W500: Dua Rasa dalam Satu Kemasan

Bosan dengan notebook/tablet yang cara penggunaannya begitu-begitu saja? Anda harus melihat produk buatan Acer seri Iconia W500 yang satu ini.

Notebook atau tablet? Kami sendiri bingung mengategorikannya. Acer Iconia W500 ini dapat Anda gunakan layaknya sebuah tablet dengan touchscreen yang dilengkapi dengan fungsi multitouch dan dapat juga digunakan layaknya sebuah notebook yang lengkap dengan keyboard dan track pointer. Dengan begitu, Anda dapat menggunakannya sesuai selera dan kebutuhan.

Jika saudaranya, Acer Iconia A500, menggunakan sistem operasi Android 3.0 Honeycomb, Acer iconia W500 menggunakan sistem operasi Windows 7 Home Premium. Bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan OS Win 7, tentunya ini akan sangat memudahkan Anda dalam menggunakan tablet ini. Mungkin, hal yang perlu Anda biasakan adalah cara penggunaannya sendiri karena perangkat ini terdiri dari dua bagian yang dapat dilepas. Jika Anda melepaskan bagian layar, Anda dapat mengoperasikannya seperti tablet pada umumnya.

Dimensi tablet ini tergolong tebal, lebih tebal dibandingkan Acer Iconia A500. Untuk finishing-nya, casing tablet ini menggunakan finishing matte dengan tekstur aluminium berwarna abu-abu gelap. Desain ini cukup menguntungkan karena akan membuat tablet ini tidak mudah terlihat kotor akibat bercak tangan. Selain itu, tablet ini menggunakan layar berukuran 10.1″ dengan resolusi yang dapat Anda setting hingga 1280×800.

Komponen-komponen yang menggerakkan tablet ini terdiri dari prosesor AMD C50 Ontario dengan memory sebesar 2 GB sebagai sumber tenaganya (sudah dilengkapi dengan graphics on prosesor AMD Radeon HD 6250M; memungkinkan Anda menjalankan konten film full HD), dan SSD sebesar 32 GB (termasuk kecil sekali untuk sebuah sistem yang menggunakan OS Windows 7), .

Satu hal yang menjadi kekurangan perangkat ini adalah cara membongkar dan memasangnya yang sedikit merepotkan. Untuk membukanya, Anda perlu membuka slot di atas keyboard, dua pin penyangga dan sebuah port USB pun akan terlihat di sana. Pasang tablet di atasnya, maka Anda akan mendapatkan perangkat notebook. Saat ingin menutupnya, Anda harus melepas bagian atasnya terlebih dahulu, menutup slot penyangga, lalu tempatkan layar di atas keyboard. Jangan lupa mengunci bagian atasnya; bagian bawahnya akan mengunci secara otomatis. Sistem bongkar-pasang ini memiliki kelemahan yaitu mudah sekali terlepas jika tidak dipegang dengan hati-hati. Kerentanan ini terjadi karena tidak kuatnya magnet yang ada untuk merekatkan kedua bagian perangkat ini.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES