in: Games | October 23, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: 1942

Apa yang Saya Benci dari 1942?

Mau Kemana Pesawat Merah?!


Sudah menjadi kebiasaan gamer untuk mengejar pesawat yang memberikan tambahan power-up ketika memainkan sebuah game vertical shooter. Hal yang sama tentu saja terapkan juga ketika memainkan 1942 ini kembali. Namun sayangnya, karena jauh lebih sering berkutat pada usaha untuk menghindari pesawat dan peluru yang mulai memenuhi layar, rombongan pesawat merah yang harus dihancurkan justru malah terlewatkan. Saya akan cukup mengerti jika saya melewatkan satu skuadron penuh dan mementingkan nyawa. Namun yang sering membuat kesal adalah ketika kita membunuh 5 dari 6 pesawat merah dan harus berhadapan dengan situasi yang sulit. Niat hati ingin mengejar pesawat merah terakhir dan menembaknya jatuh, tapi apa boleh buat pesawat tak mampu.

Pesawat Musuh yang Muncul Dari Bawah Layar


Menghindari peluru dan menembak setiap pesawat yang muncul memang bukan pekerjaan yang sulit dan mudah untuk bertahan dari kondisi seperti ini. Akan menjadi bencana ketika Anda sedang aktif-aktifnya bergerak di bagian bawah layar untuk menghindari peluru, pesawat musuh justru datang dari belakang. Benar sekali, tidak sedikit pesawat musuh yang melakukan hal ini. Jika Anda berada di posisi yang salah, maka nyawa sudah pasti menjadi taruhan jika tabrakan memang tidak terhindarkan. Namun bagi Anda yang cukup cekatan dan reaktif, menekan tombol manuver super efektif akan menyelamatkan nyawa Anda. Itupun jika Anda sempat.

Multiplayer yang Bergantian


Apa yang membuat sebuah game vertical shooter mampu menampilkan pengalaman bermain yang lebih maksimal? Jawabannya tentu ada pada multiplayer yang diusung! Terlibat dalam perang bersama teman, saling bekerja sama dan mendukung untuk mencapai tujuan tentu saja akan membuat game vertical shooter menjadi lebih seru dan menegangkan. 1942 juga menyertakan mode yang sama, namun dengan aplikasi yang berbeda. Bukannya menghadirkan dua pesawat secara bersamaan di layar, mode multiplayer di 1942 justru meminta pesawat yang dimainkan player 1 dan 2 untuk muncul bergantian. Intinya, mode ini justru lebih bersifat kompetitif. Pergantian pemain ini justru lebih difokuskan untuk mencari pemilik score terakhir yang paling tinggi. Sayang sekali.

Sensasi Setelah Memainkannya Kembali

Sayang seribu sayang, emulator yang digunakan untuk memainkan 1942 ini tidak berfungsi secara maksimal. Seperti yang bisa Anda temukan di scrreenshot, sering ada beberapa bagian pada gambar yang tiba-tiba menghilang dari layar. Membiarkan Super-Ace untuk terus menembak tentu akan menyelesaikan 75% dari masalah yang ada karena pada dasarnya pesawat-pesawat musuh tidak memberikan cukup banyak tantangan. Namun apa yang terjadi jika pesawat yang muncul dari bawah layar justru tidak terlihat sama sekali karena kerusakan ini? Karena itulah saya seringkali mati secara “misterius”.

Namun terlepas dari kelemahan pada emulator, memainkan kembali 1942 harus diakui membangkitkan kembali banyak memori masa kecil ketika memainkan NES dulu, termasuk pula masa-masa pulang sekolah dan menjadikan arcade centre sebagai tempat kumpul paling asyik di zaman itu. Bahkan sebelum memainkan gamenya, dengan hanya mendengar bunyi “theme song” telegramnya yang unik, semua memori itu seolah kembali. Anda seolah dibawa kembali ke masa-masa menyenangkan yang tak mungkin terulang itu.

Bagi gamer yang sudah sering memainkan vertical shooter “kejam” di zaman industri gaming saat ini, maka 1942 tidak akan menawarkan tantangan yang berarti. Tembakan Super-Ace yang cepat dan tembakan musuh yang lambat sudah pasti akan memudahkan Anda untuk melewati setiap rintangan yang ada. Apalagi game ini tidak menghadirkan konsep hujan tembakan tanpa celah yang sering kita temukan saat ini. Tanpa boss fight dan musuh yang mudah dihancurkan? Dengan menggunakan nyawa awal saja, Anda akan mencapai level yang jauh pada percobaan pertama.

Jadi, jika Anda termasuk salah satu gamer yang pernah memainkan 1942 sebelumnya, tidak ada salahnya untuk menjajal game ini kembali lewat emulator, setidaknya cukup cocok untuk menghabiskan waktu dengan cepat. Kecuali, Anda masih membawa kebiasaan lama dan berusaha untuk mencetak skor paling tinggi di mesin Arcade. Selamat bernostalgia!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES