in: Games | October 7, 2011 | by: Pladidus Santoso

NostalGame: Syphon Filter

Selama NostalGame bergulir di JagatReview, kita sudah membahas dan mengingat kembali cukup banyak game lawas yang berkualitas. Sebagian besar memang masih membawa nama besar dan memori dari masa kejayaan Playstation, namun tidak sedikit juga yang hadir dari PC dan NES. Harus diakui dari begitu banyak game yang dibahas, Third Person Shooter mungkin menjadi genre yang paling jarang mendapatkan tempat. Resident Evil? Dino Crisis? Gaya permainan yang dihadirkan lebih ke action dan survival horror, tidak membawa elemen keunikan sebuah game Third Person Shooter. Apakah game dengan genre ini memang begitu langka?

Dari semua game bergenre third person di masa lalu, saya hanya bisa menangkap beberapa nama yang sempat teringat memberikan pengalaman bermain yang luar biasa ketika itu. Saya kira sebagian besar gamer Playstation pasti pernah memainkan game yang satu ini. Game yang sempat membuat banyak gamer ingin memasak daging mentah dengan kabel listrik tegangan tinggi. Bagi saya pribadi, game yang satu ini menawarkan sebuah pengalaman gaming third person shooter yang berkualitas. Siapa lagi yang kita bicarakan jika bukan sang fenomenal – Syphon Filter.


Sebagai penggemar berat RPG di masa itu, game-game seperti Syphon Filter boleh dibilang tidak terlalu menarik perhatian saya. Namun seiring dengan penyelesaian game RPG yang butuh waktu lama dan aksi yang repetitif untuk leveling, maka kebutuhan untuk game selingan menjadi sebuah keharusan. Setidaknya, cukup untuk membuat level kewarasan saya berada di ambang batas. Dari berbagai diskusi dengan teman di kala itu, nama Syphon Filter mengemuka. Game ini langsung otomatis masuk ke dalam katalog ketika saya menjajalnya sebentar di toko game. Kesan pertama di kala itu? Epik!

Syphon Filter harus diakui merupakan salah satu game third person shooter klasik terbaik yang pernah lahir di industri game. Walaupun tidak mampu menghadirkan dramatisasi, jalinan plot, atau sistem gameplay sebaik generasi game third person shooter di masa sekarang, namun ia menetapkan dasar dan cikal bakal yang menginspirasi kesemuanya itu. Game ini juga hadir dengan berbagai inovasi dan aksi yang memang sulit untuk dilupakan hingga saat ini. Gamer yang pernah memainkan Syphon Filter pasti memahami hal yang satu ini.

Jika Anda termasuk gamer yang pernah memainkannya, jangan ragu untuk membuka kembali memori-memori lawas di bagian game dalam otak Anda. Setidaknya untuk kembali terlibat dalam sebuah nostalgia yang asyik. Mari mulai!

Plot

Sebuah game jadul tentu hadir dengan konsep yang lawas pula. Hal inilah yang mungkin akan Anda rasakan ketika memainkan Syphon Filter kembali. Mengapa? Plot besar yang diusung dalam game ini adalah sebuah jalan cerita “klise” yang sudah sering kita temukan di film-film Hollywood, baik yang lahir sebelum maupun sesudah game ini dirilis pada tahun silam. Sebuah adaptasi cerita yang juga sudah sering diikuti oleh game-game yang lahir setelahnya. Bagaimana merangkum sebuah plot yang cocok untuk game action bergenre militer selain terorisme, konspirasi, pembunuhan, dan senjata pemusnah massal? Semua hal yang disediakan oleh Syphon Filter.

Anda akan berperan sebagai Gabriel Logan, anggota terbaik sebuah organisasi keamanan bernama The Agency. Bersama dengan seorang agen wanita bernama Lian Xing, Anda diminta untuk mengusut sebuah kasus besar yang mengancam kelangsungan eksistensi Amerika Serikat. Anda akan dihadapkan pada sosok Erich Rhoemer, seorang teroris internasional yang membangun sebuah konspirasi busuk untuk menghancurkan negara yang Anda cintai. Tidak tanggung-tanggung, Rhoemer dikabarkan membangun sebuah senjata biologis berbahaya yang akan membunuh siapa saja yang disentuhnya. Tugas Anda tentu saja untuk menghentikan manusia psikotik yang satu ini. Menghentikan sebelum senjata yang dinamakan Syphon Filter ini aktif.

Gameplay yang diusung oleh Syphon Filter mencerminkan sebuah game Third Person Shooter yang kental. Sudut pandang kamera diambil dari belakang Gabe, memperlihatkan punggung dan postur tubuhnya secara keseluruhan. Berbeda dengan generasi game TPS masa kini yang lebih memilih kamera dari pundak, Syphon Filter masih menerapkan sistem penuh kelemahan ini. Sudut pandang gamer yang lebih kecil membuat kita jadi sulit melihat musuh dan menetapkan target.

Untuk aksi tembak-menembak, Syphon Filter menghadirkan sistem yang sangat sederhana dan mudah untuk dikuasai. Anda akan diberi kemudahan untuk membunuh setiap musuh yang ada dengan sistem lock-target yang ada. Tidak hanya itu saja, game ini juga menyediakan mode first person ketika Anda ingin membunuh beberapa musuh dengan satu tembakan di kepala. Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kontrol navigasi dan animasi gerakan yang super mulus di game ini, membuat Gabe terlihat sebagai sosok karakter yang sangat agile. Cukup lincah untuk menghindari peluru yang ditujukan pada dirinya.

Anda tentu saja akan bergerak dari satu level ke level lainnya dalam sebuah skema plot besar. Setiap level memiliki misi tertentu yang harus diselesaikan. Terlampau sulit? Sama sekali tidak. Semua misi ini akan lebih banyak meminta Anda untuk mempersiapkan senjata-senjata berat daripada otak. Intinya, bergerak ke titik tujuan, bunuh siapapun yang menghalangi, selesaikan misi, dan keluar. Sederhana bukan?

Di akhir beberapa misi, Anda akan dihadapkan pada boss battle yang cukup bergerak dinamis, tanpa health bar dan user interface tambahan yang menunjukkan bahwa mereka adalah musuh yang lebih kuat. Cara untuk mengenali mereka? Tentu saja dengan mempelajari ciri-ciri utama: Hadir dengan nama, membawa senjata berat, dan mengenakan rompi anti peluru. Sebagian memang membutuhkan strategi tertentu untuk dilawan, namun tidak sedikit yang hanya butuh modal nekat dan peluru yang banyak untuk diakhiri.

Apa Yang Saya Sukai dari Syphon Filter?

Gerakan Gabe Logan


Satu hal paling dasar yang saya sukai dari Syphon Filter adalah gerakan Gabe Logan yang super mulus. Jika game third person yang lain seringkali menghadirkan gerakan karakter yang seolah lagging, Gabe Logan berlari seperti seorang sprinter professional. Kita jadi tidak perlu menekan tombol navigasi dengan keras hanya untuk meminta karakter yang satu ini bergerak bak seekor kijang yang lincah. Tidak hanya itu saja, Gabe bahkan dengan mudahnya dapat bergerak ke kiri dan kanan untuk menghindari peluru yang ada. Tombol L2 dan R2 menjadi kunci dari “dansa maut” yang satu ini. Walaupun memang terasa agak sedikit “lebay”.

Bakar! Bakar Sampai Matang!


Hal paling seru dan paling kejam apa yang bisa Anda lakukan di Syphon Filter? Tentu saja menembakkan taser listrik dan membakar musuh yang ada. Anda bahkan bisa memutuskan untuk memilih “Well Done”, “Raw”, atau “Over-cooked” untuk daging yang satu ini. Ada kesenangan tertentu (atau mungkin kecenderungan psikotik) ketika melakukan hal yang satu ini. Melihat musuh Anda berteriak kesakitan hingga terbakar dan membayangkan bau yang mungkin keluar dari sana membuat Syphon Filter melompat dari sebuah game TPS menjadi survival-horror bagi teroris yang berhadapan dengannya. Apalagi senjata listrik ini tergolong super-ajaib. Musuh yang jaraknya tiga lantai gedung juga bisa menjadi sasaran yang mudah. Saya jadi penasaran dengan sumber listrik si taser hingga mampu melakukan pembantaian seperti ini. Berkekuatan nuklir kah?

First Person Shooter


Bagaimana jika peluru Anda mulai menipis sementara tak tampak ada cadangan senjata sama sekali di sekitar Anda? Sementara musuh teroris bersenjata berat terus muncul di depan muka tanpa belas kasihan. Maka solusi yang paling tepat adalah memastikan penggunaan setiap peluru yang tersisa dengan hasil yang efektif. Menembak badan? Boros! Cara yang terbaik adalah melakukan headshot. Namun fitur auto-lock di dalam Syphon Filter hanya menargetkan badan musuh sehingga tidak cocok untuk dilakukan. Cara yang terbaik adalah merubah menjadi mode first person shooter dan mengincar kepala mereka. Bukan hal yang sulit untuk dilakukan bagi Anda yang pernah memainkan game seperti ini sebelumnya.

Pop-Up Informasi


Bagi Anda, ini mungkin fitur yang tidak signifikan, namun bagi saya ini adalah salah satu elemen yang membuat Syphon Filter begitu mudahnya dinikmati. Pop-Up beragam informasi yang muncul secara real-time dengan font yang tampak jelas membuat Anda dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar Logan tanpa perlu menekan tombol apapun. Pop-up informasi ketika Anda berhasil membidik kepala musuh untuk mendapatkan headshot, tombol-tombol yang perlu diaktifkan, hingga senjata di dalam peti sangat membantu permainan. Bayangkan apa yang akan terjadi dengan Syphon Filter jika fungsi ini tidak pernah ada. Anda akan meraba dalam gelap dan frustrasi.

Quick-Swap Weapon


Sebagai sebuah game third person shooter, senjata tentu menjadi fokus paling utama di dalam permainan. Syphon Filter menyediakan segudang senjata yang dapat digunakan untuk membasmi setiap musuh yang ada, dari pistol hingga sniper. Namun masalah seringkali muncul ketika Anda ingin berganti senjata dengan cepat untuk situasi-situasi tertentu yang butuh reaksi cepat. Tidak sedikit game yang meminta Anda untuk menggali inventori satu per satu hingga Anda mendapatan senjata yang ingin Anda gunakan. Syphon Filter datang dengan sebuah inovasi. Dengan hanya menahan tombol select, gamer dapat memilih senjata Logan dengan cepat. Nice one, mate!

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES