[PR] Keamanan Cloud 101: Apa yang Perlu Diketahui CIO

Author
Cerira
Reading time:
October 7, 2011

JAKARTA, Indonesia — 7 Oktober 2011 — Menurut studi oleh Frost and Sullivan di akhir tahun 2010, disebutkan bahwa lebih dari 70 persen dari 10.400 profesional di bidang keamanan informasi mengungkapkan bahwa mereka semakin tertantang oleh isu-isu keamanan yang muncul dari perkembangan cloud computing dan perangkat mobile. Para CIO sepakat bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengkaji ulang keamanan dari teknologi berbasis cloud.

Tingkat adopsi cloud computing boleh saja terus meningkat namun para CIO tetap waspada atas munculnya ancaman dan resiko dari mempercayakan data dan aplikasi ke vendor cloud pihak ketiga. Terlebih lagi, tidak semua vendor pihak ketiga dapat menyediakan solusi-solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul.

Untuk para CIO yang mempertimbangkan untuk beralih ke cloud, akan sangat bermanfaat untuk memahami resiko yang dapat muncul, termasuk:

1. Penggunaan cloud untuk tindak kriminal: Pihak-pihak dengan niat buruk dapat memanfaatkan cloud untuk memperluas jangkauan dan tingkat keberhasilan dari tindak kriminal mereka, begitu juga untuk menghindari tindak kriminalnya terungkap. Teknik yang sudah berkembang seperti phishing dan social engineering dapat mempermudah para pelaku untuk mengakses informasi penting di cloud, yang menggangu privasi, kehandalan dan ketersediaan dari layanan cloud. Para CIO perlu memastikan bahwa penyedia layanan cloud mereka dapat melindungi dari ancaman-ancaman tersebut melalui kriteria login yang lebih akurat, otentifikasi dan juga kemampuan untuk memonitor dan melacak siapa yang mengakses informasi mereka di cloud.

2. Ancaman dari dalam: Maraknya smartphone telah berakibat pada bocornya informasi sensitif perusahaan melalui perangkat-perangkat mobile yang digunakan oleh para karyawan untuk bekerja. Bocornya data sensitif perusahaan di internet baik secara disengaja ataupun tidak, dapat memberikan dampak yang fatal terhadap brand, keuangan maupun produktifitas dari sebuah organisasi. Para CIO perlu memastikan bahwa para penyedia cloud mereka dapat melakukan antisipasi untuk melindungi perusahaan dari ancaman dari dalam. Hal ini dapat mencakup menyediakan akses terbatas atau sementara terhadap sumber daya perusahaan tergantung dari profil karyawan. Selain itu, setiap informasi perusahaan lebih baik tidak diperbolehkan untuk tinggal di perangkat pribadi setelah karyawan memutuskan koneksi dengan server perusahaan.

3. Pilihan penyedia layanan cloud: Salah satu potensi ancaman terbesar bagi konsumen cloud bisa jadi datang dari penyedia cloud yang digunakan. Para CIO perlu memahami prosedur keamanan internal dan kebijakan komputasi dari cloud provider yang dipilih. Pemrograman software yang tidak aman dapat mengakibatkan perusahaan menghadapi berbagai isu keamanan yang berhubungan dengan kerahasiaan, integritas, ketersediaan dan akuntabilitas. Selain itu, beralih ke infrastruktur cloud pihak ketiga dapat berarti berbagi infrastruktur cloud yang sama dengan pihak lain. Para CIO perlu menyadari kendali keamanan yang ada di cloud provider mereka, seberapa efektif kendali keamanan mereka, bagaimana pemorgraman software mereka terintegrasi dengan keamanan dan bagaimana tindakan mereka terhadap informasi dalam rangka termination atau security breakdown.

Memantapkan Cloud dengan Secure Multi-Tenancy

Vendor teknologi sekarang ini telah meningkatkan penawaran cloud mereka dengan memungkinkan perusahaan untuk bertransisi menuju cloud semulus mungkin. Dengan memanfaatkan teknologi secure multi-tenancy, layer infrastruktur TI yang berbeda-beda (jaringan, komputasi dan storage) dapat diintegrasikan dan dikelola dengan fleksibel dan aman. Para CIO dapat beralih menuju cloud dengan penuh keyakinan bahwa infrastruktur TI dan informasi perusahaan terlindungi secara aman dan dengan tingkat ketersediaan yang tinggi karena mengadopsi teknologi secure multi-tenancy, seperti yang ditawarkan oleh Cisco dan NetApp.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 19, 2026 - 0

Unreal Engine 6 Akan Integrasikan AI Dalam Workflow

Epic Games mengungkap Unreal Engine 6 akan mengintegrasikan AI seperti…
June 19, 2026 - 0

Genshin Impact Version Luna VIII Bawa Pemain ke Bulan & Kebangkitan Sandrone

Genshin Impact Version Luna VIII siapkan beberapa kejutan untuk pemainnya,…
June 19, 2026 - 0

Rumor: Xbox Dikabarkan Mulai Gelar PHK di Zenimax

Proses PHK dikabarkan mulai terjadi di ZeniMax Studios, dengan Xbox…
June 19, 2026 - 0

Call of Duty: Black Ops & Black Ops 2 Resmi Menuju PS4 dan PS5

Setelah 16 tahun berlalu semenjak rilisnya, Call of Duty: Black…