in: Motherboard | October 3, 2011 | by: Bhisma Sidarto

Review ASUS F1A75V-PRO: Motherboard A75 dengan BIOS Bersahabat

The Board

Color scheme yang diusung board ini tak berbeda dengan lini motherboard ASUS lainnya. Kombinasi dari berbagai macam gradasi biru, mulai dari biru tua hingga biru muda, hadir dalam board ini.
Layout board ini terlihat cukup umum. ASUS sepertinya menganut filosofi "Don't change what ain't broken".
Layout board ini terlihat cukup umum. ASUS sepertinya menganut filosofi "Don't change what ain't broken". Mereka tetap menggunakan layout yang telah teruji dari bertahun-tahun pengalaman mereka sebagai salah satu produsen motherboard ternama.
I/O yang disediakan motherboard ini.

Port yang disediakan.

  • 1x PS/2 Keyboard/Mouse Port
  • 2x USB 2.0/1.1 Ports
  • 4x USB 3.0/2.0 Ports
  • 1x eSATA
  • 1x Display Port (DP)
  • 1x VGA Port
  • 1x HDMI Port
  • 1 x RJ-45 Port (LAN)
  • 6x audio jacks
  • 1 x Optical S/PDIF Out Connector

ASUS sepertinya sudah berpikir jauh ke depan dengan menyediakan konektor Display Port (DP). Walau sekarang monitor yang menggunakan koneksi masih jarang, tetapi banyak pihak meramalkan bahwa display port akan menjadi standar baru yang akan menggantikan HDMI.

Slot PCI yang tersedia.

PCI Slot yang disediakan.

  • 2x Slot PCI-Express X16
  • 2x Slot PCI-ExpressX1
  • 3x Slot PCI

Telah didukungnya konfigurasi multiple graphic card yang menggunakan CrossFireX di board ini membuat penempatan dua slot PCI-Express X16 menjadi cukup penting. Jika kedua slot PCI-Express X16 dipenuhi dengan graphic card yang menggunakan dua slot, Anda masih dapat menggunakan slot PCI-Express X1 dan PCI karena masih ada slot yang tak tertutupi graphic card.

Dengan dukungan SATA III native dari chipset A75, semua SATA yang disediakan board ini adalah koneksi SATA III.
Retention heatsink model 1/2 yang menjadi ciri khas AMD terbaru juga digunakan board ini.
Di sebelah socket terlihat jajaran solid capasitor dan choke yang memastikan arus yang didapat APU dipasok dengan lancar.
VRM dan chipset dihubungkan dengan sebuah heatpipe yang bertugas untuk mendinginkan keduanya.
Power tambahan disediakan oleh konektor power 8 pin.
Fungsi-fungsi, seperti MemOK!, TPU, dan EPU dapat diaktifkan menggunakan onboard switch yang disediakan tanpa harus masuk ke BIOS.
Untuk menambahkan sebuah header USB 3.0, ASUS menambahkan sebuah chipset asmedia ASM 1042.
Chipset ASM1061 dari asmedia bertugas menyediakan konekst SATA bagi eSATA yang terletak di backpanel.
Chipset DIGI+VRM merupakan controller VRM digital yang digunakan untuk mendistribusikan daya lebih akurat dan stabil.
Chipset TPU merupakan elemen penting dari kemampuan board ini mengontrol berbagai setting secara presisi, baik voltage control dan monitoring melalui fungsi Auto Tuning dan TurboV.
Dengan hadirnya chipset clockgen ini, dipastikan bahwa motherboard ini memberikan pilihan untuk meng-overclock Llano.
Elemen penting dari daya tahan sebuah motherboard adalah memastikan motherboard dalam keadaan "sehat". Chipset ITE berfungsi memonitor "kesehatan" motheboard ini.
Chipset "sejuta umat" ALC892 dipercaya untuk menghidupkan "bebunyian" di board ini.
Koneksi LAN pasti takkan lepas dari chipset yang satu ini.
Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES