in: Games | October 18, 2011 | by: Pladidus Santoso

Review FIFA12: Selangkah Lebih Dekat Menuju Permainan Realistis

Player-Impact Engine: Menjadi Sebuah Blunder?

Player Impact Engine

Fitur utama apa yang ditawarkan Electronic Arts di FIFA 12? Jawabannya tentu saja Player-Impact Engine. Melalui engine terbaru yang diterapkan petama kali untuk seri FIFA ini, EA berharap dapat menghadirkan sebuah sistem permainan yang jauh lebih realistis, menjadikan setiap pemain sebagai sebuah wujud fisik yang dapat saling berinteraksi dengan pemain yang lain. Semua sudut di tubuh pemain menjadi model tiga dimensi yang diimbuhkan “collision” sehingga tidak dapat ditembus oleh benda padat lainnya di dalam game. Dengan menggunakan pemograman seperti ini, FIFA 12 berhasil mencapai sebuah level yang belum mampu diterapkan game olahraga apapun sebelumnya. Satu langkah lebih dekat dengan dunia nyata.

Player-Impact Engine bergerak dalam setiap sudut tubuh. Pehatikan siku dan akibatnya pada gerak tubuh Messi

Pertama kali merasakan engine ini secara langsung di pertandingan, Anda akan berdecak kagum karena keampuhan fitur yang dihadirkan. Anda akan merasakan sensasi yang berbeda karena pemain kini bereaksi dan beraksi dengan cara yang berbeda akibat Player Impact engine ini. Ketika berduel di udara atau saling berebut bola, engine ini memunculkan efek tabrakan yang tak berbeda dengan yang terjadi di dunia nyata. Bahkan siku pemain yang menyentuh kepala Anda dapat merubah posisi kepala pemain, seperti yang terlihat di screenshot di atas. Namun sayangnya, kekaguman ini hanya terjadi di satu atau dua pertandingan awal. Mengapa? Karena perlahan Anda akan mulai menemukan celah permainan yang sulit untuk ditoleransi.

Berlari kencang dan membawa bola tentu saja menjadi gerakan paling dasar di sebuah game sepakbola. Player Impact Engine seharusnya dihadirkan untuk membawa Anda ke sebuah strategi menyerang dan pertahanan yang baru dan inovatif, namun nyatanya tidak banyak yang berubah. Anda tetap dapat merebut bola dengan cara yang sama. Yang berbeda hanya ada pada frekuensi pemain yang jatuh di lapangan akibat tabrakan yang tercipta, sesuatu yang akan sering Anda lihat. Namun anehnya, frekuensi yang meningkat ini tidak dibarengi dengan peningkatan foul juga. Wasit seolah tak peduli dan tetap memberikan sinyal Play On. Pada awalnya kecurigaan datang dari tipe wasit yang dihadirkan, namun setelah menggantinya? Tak banyak yang berubah.

Hal seperti ini bisa memicu jatuh berjamaah.
Ups....

EA memang mengejar suasana pertandingan yang nyata dan Player-Impact Engine menjadi awal yang baik. Namun implementasi yang belum sempurna, menjadikan engine ini justru membuat suasana pertandingan menjadi kacau balau. Satu orang yang jatuh tiba-tiba akan memicu pemain lain yang jatuh, kemudian yang menabrak keduanya akan jatuh pula, membuat lapangan tak ubahnya sebuah pertandingan American Football. Seolah semua pemain ini hanyalah robot tanpa pikiran yang hanya bergerak dengan kontrol Anda, tanpa AI atau bahkan insting seorang pemain bola. Akan lebih baik jika EA juga menambahkan animasi reaktif seperti melompat menghindar atau manuver lain yang lebih kaya untuk menghindarkan pemain dari tabrakan beruntun seperti ini. Belum lagi masalah tabrakan antar pemain dalam satu tim yang juga sering terjadi. Anda akan menemukan teman yang bergerak terlalu dekat atau justru menghalangi jalur lari Anda. Akibatnya? Tabrakan antar pemain kawan yang kontra-produktif. Oke, hal ini memang terjadi di pertandingan nyata, but really, tidak sesering ketika Anda memainkan FIFA 12. Chaotic.

Player-Impact Engine memang menawarkan sebuah pengalaman yang berbeda, namun sayangnya lebih untuk konsep eye-candy tanpa berpengaruh besar pada sistem gameplay yang dihadirkan. Namun, engine ini akan menjadi aset yang sangat potensial di kemudian hari. Menggabungkannya dengan ekspresi wajah yang lebih reaktif dan kaya, FIFA 12 akan semakin dekat untuk menghasilkan sebuah game sepakbola super-realistis.

Menu Tactics yang Masih Kurang Informatif

Sederhana, mudah digunakan, namun masih kurang informatif

Mengatur strategi, meletakkan posisi pemain dalam posisi yang kita inginkan, menetapkan formasi, dan mengembangkan gaya bermain yang adapatif tentu sangat krusial untuk memenangkan sebuah pertandingan sepak bola. Tidak ada yang meragukan hal tersebut. Maka setiap game sepakbola sudah pasti menghadirkan menu ini untuk dapat diakses oleh gamer sebelum memulai sebuah pertandingan, tidak terkecuali FIFA 12 ini. Jika kita membicarakan menu seperti ini, hal apa yang paling dibutuhkan oleh seorang gamer? Informasi, informasi, dan informasi. Setidaknya cukup untuk menggambarkan efek dari setiap perubahan.

FIFA 12 hadir dengan menu yang mampu mengakomodir sebagian besar dari apa yang dibutuhkan seorang gamer. Mengatur formasi dan strategi dengan mudah, bahkan memilah sendiri frekuensi strategi lapangan yang ingin digunakan dalam bentuk skala yang mudah dimengerti. Satu yang sangat disayangkan adalah minimnya informasi yang bisa didapatkan dari perubahan yang kita lakukan di setiap lini. Salah satu contoh yang paling nyata adalah skor pemain yang ada. Pada dasarnya skor ini merupakan nilai rata-rata dari keseluruhan kemampuan yang terdapat dalam diri seorang pemain. Semakin besar nilainya, maka semakin baik pula kinerja seorang pemain. Namun di pertandingan nyata, skor ini berlaku hanya ketika pemain mampu bergerak maksimal di posisi /daerah yang ia kuasai. Sayangnya FIFA 12 tidak mengakomodir hal seperti ini. Mengubah Forlan menjadi seorang kiper? Anda masih akan menemukan skor pemain yang sama.

Adaptif

AI bergerak sangat adaptif

Satu hal yang cukup dirasakan dari FIFA 12 adalah sistem permainan yang luar biasa adapatif, bahkan untuk Anda yang tidak terbiasa dengan franchise ini sekalipun. Adaptif dalam arti mudah untuk dikuasai, baik dari segi gamer atau permainan itu sendiri. AI yang dihadirkan di dalam permainan cukup reaktif terhadap kondisi bola di tangan kawan maupun lawan, membuat mereka hampir selalu berada di posisi yang tepat. Terlepas dari kekurangan akibat player impact engine yang dibahas sebelumnya, kemampuan Ai untuk bergerak efektif dan efisien, dalam bertahan maupun menyerang menjadi nilai plus tersendiri.

Skema kontrol alternatif

Adaptif bagi gamer sendiri? EA seolah mengerti bahwa selalu ada kesempatan bagi gamer sepakbola yang mencintai franchise kompetitor untuk menjajal FIFA 12 mereka. Hebatnya? Mereka mempersiapkan hal tersebut dengan baik. Mereka bahkan menyediakan skema kontrol alternatif bagi mereka yang terbiasa memainkan seri PES. Walaupun terdapat perbedaan pada tombol untuk sprint, namun secara overall, gamer PES akan lebih mudah menguasai permainan FIFA 12 dengan cepat melalui skema kontrol ini. Tidak butuh waktu lama untuk menguasai, karena dasar gameplay yang memang tidak jauh berbeda pula.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES