[PR] Periset Terkemuka Gartner Memberikan Pengakuan Bagi Strategi In-Memori SAP

Reading time:
November 2, 2011

Menurut Gartner, strategi SAP mungkin sekali akan mengguncang pasar infrastruktur aplikasi dan memberikan tekanan kompetitif yang luar biasa bagi vendor-vendor besar

Jakarta, Indonesia – 2 November 2011 – SAP AG (NYSE: SAP) dengan bangga menerima pengakuan dari Gartner, salah satu perusahaan riset dunia, untuk visi jangka panjangnya bagi infrastruktur aplikasi yang menyatukan strategi In-Memory, Cloud Computing dan mobilitas. Visi ini akan menempatkan SAP jauh di depan pesaing-pesaingnya dalam database dan aplikasi-aplikasi, termasuk vendor-vendor besar seperti IBM®, Microsoft® dan bahkan Oracle®.

Di tahun 2010 SAP mengumumkan bahwa mereka telah memulai generasi baru dari infrastruktur aplikasi dan arsitektur yang difokuskan pada Cloud dan In-memory. Visi ini diharapkan akan membawa dampak disruptif yang potensial pada pasar aplikasi infrastruktur karena perbaikan kapabilitas yang luar biasa dalam kecepatan pemrosesan serta penghematan yang dimungkinkan dengan berpindah ke Cloud.

Sejak pengumuman itu, SAP telah mulai memberikan detil dari strategi jangka panjang untuk infrastruktur aplikasi yang didasarkan pada sistem pengelolaan database In-memory (Database Management System, atau DBMS), mobilitas dan Cloud. Inisiatif ini merupakan upaya yang berani untuk menciptakan generasi baru bagi SAP, dan sekaligus memungkinkannya untuk bersaing dengan arsitektur-arsitektur dari pemimpin industri lainnya. Meskipun visi ini sangat ambisius, pada waktu bersamaan ia tetap konsisten dengan keinginan para pemakai.

In-Memory Computing: Medan Perang Berikutnya

Walaupun sudah banyak di antara para vendor infrastruktur aplikasi yang menyadari perlunya menyediakan dukungan bagi arsitektur In-Memory Computing — seperti tampak pada fakta bahwa semua vendor yang disebutkan di atas sudah memiliki produk data grid yang In-Memory sebagai bagian dari portofolio mereka dan sebagian dari mereka bahkan telah memiliki DBMS yang In-Memory, tidak satupun dari mereka telah mengembangkan visi yang sekomprehensif seperti SAP. Visi SAP menggabungkan teknologi In-Memory, platform aplikasi dan arsitektur Cloud dalam infrastruktur aplikasinya. Beberapa vendor mungkin bahkan menganggap strategi SAP—yang berimplikasi bahwa rekor-rekor database disimpan di dalam memori untuk dimanfaatkan oleh aplikasi-aplikasi bisnis —sebagai tidak realistis, tren-tren di industri seperti prosesor multicore dan 64-bit, harga-harga DRAM dan flash memory yang jauh lebih murah saat ini serta miniaturisasi yang terus berlangsung semuanya mengarah ke visi SAP ini. In-Memory DBMS dan teknologi-teknologi data grid yang In-Memory sudah dikenal luas dan umumnya sudah menjadi teknologi-teknologi yang matang. Para penyedia Software as a Service (SaaS), seperti misalnya Workday, telah membuktikan betapa pendekatan yang meletakkan rekor-rekor database di memori dapat mendukung aplikasi-aplikasi yang krusial dalam bisnis. Bila pendekatan ini divalidasi oleh vendor besar dan sangat berpengaruh seperti SAP, ia akan memaksa vendor-vendor lain untuk merespon dengan mengeluarkan visi-visi In-Memory computing mereka dalam kurun waktu 12 sampai 18 bulan ke depan.

Temuan-temuan terpenting:

  • Strategi arsitektur dan infrastruktur SAP untuk aplikasi, yang secara tidak resmi diberi nama Arsitektur HANA, mengkombinasikan teknologi-teknologi Cloud dan In-Memory dalam sebuah visi yang progresif dan berpotensi menjadi disruptif.
  • Arsitektur HANA ini akan menjadi soko guru bagi strategi SAP untuk Software as a Service (SaaS) dan paket-paket aplikasi bisnis.
  • Realisasi pertama dari visi SAP adalah HANA analytical appliance, kit untuk pengembangan piranti lunak (software development kit, atau SDK) untuk Business byDesign dan produk-produk application platform as a service (aPaaS) bernama Project River yang sudah mulai ditawarkan.
  • Arsitektur HANA masih dalam proses pengembangan dan akan mengalami beberapa perubahan yang signifikan hingga selesai. Ini berarti para pemakai SAP mungkin akan terpaksa bermigrasi atau berintegrasi dengan generasi-generasi teknologi yang berbeda-beda.
  • Visi SAP akan memaksa vendor-vendor pesaing untuk merespon dengan membeberkan secara jelas dan terbuka strategi-strategi Cloud dan In-Memory Computing.
  • Selain mengatasi tantangan-tantangan teknologi dan bagaimana menciptakan pasar, SAP harus memperkenalkan visinya yang sangat inovatif  dengan cara yang bisa diterima oleh basis pelanggannya yang paling konservatif.

Apa kata Gartner?

Berdasarkan risetnya, Garner yakin bahwa strategi SAP menggabungkan dua tren utama industri, yaitu In Memory Computing dan Cloud sangat ampuh dan visionaris. Kekuatan Arsitektur HANA, digabungkan dengan kemampuan SAP dalam mengarahkan strategi-strategi para klien dan mitranya yang loyal, akan memaksa pesaing-pesaing terbesarnya, seperti IBM, Microsoft dan terutama Oracle, untuk juga memaparkan visi-visi masing-masing bagi platform-platform aplikasi generasi berikut mereka yang mendukung Cloud dan In-Memory.

Gartner selanjutnya mengatakan bahwa strategi SAP yang baru untuk infrastruktur aplikasi tidak saja membawa implikasi-implikasi jangka panjang, tetapi juga diharapkan akan memberikan dampak pada pemakai dan mitra-mitra SAP melalui perbaikan jangka menengah pada generasi Netweaver stack (7.3) yang ada sekarang ini. Lebih jauh lagi sebagian dari perwujudan aspek Platform as a Service (PaaS) dari Arsitektur HANA sudah tersedia dalam SAP Business ByDesign SDK. Ini adalah salah satu fitur dalam penawaran aplikasi-aplikasi bisnis Business ByDesign SaaS yang memungkinkan pembuatan aplikasi-aplikasi tambahan (add-on). Penawaran aPaaS yang dimesini oleh HANA, independen dari bahasa walaupun berbasis Java, dan sangat berorientasi pada produktivitas tinggi (dinamai Project River) telah diumumkan secara informal pada SAP TechEd di bulan September 2011 dan mungkin akan mulai tersedia dalam tahun 2012.

“Sementara volume data yang harus ditangani sebuah organisasi terus tumbuh secara eksponensial, waktu yang tersedia untuk mengambil keputusan bisnis yang kritikal menjadi semakin pendek dan semakin pendek. Arsitektur HANA untuk infrastruktur aplikasi yang baru ini, yang mengkombinasikan teknologi In-Memory dan layanan-layanan Cloud, adalah jawaban satu-satunya untuk tuntutan akan kecepatan yang lebih tinggi dari aplikasi-aplikasi seperti Business Analytics,” kata Simon Dale, Technology and Innovation Head, SAP Asia Pacific and Japan.

Sementara Iman Muhammad, General Manager, SAP Indonesia mengatakan “HANA akan sangat berguna bagi perusahaan di Indonesia yang menggunakan analisis data dalam jumlah besar. HANA merepresentasikan sebuah perbaikan yang signifikan tidak hanya pada kecepatan pemrosesan, namun juga dari segi fleksibilitas dan biaya analisis data. Ini tentu saja akan membuat data analisis menjadi lebih fleksibel, sehingga ledakan jumlah data terstruktur dan tidak terstruktur yang telah dikumpulkan dan dicari oleh perusahaan menjadi lebih mungkin.”

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengakuan Gartner bagi Strategi In-memory SAP, dapat mengunjungi: http://www.gartner.com/reprints?id=1-17OKEN0&ct=111014&st=sb

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…

Gaming

July 10, 2026 - 0

Valve Rilis Driver Sistem Operasi Windows untuk Steam Machine

Valve resmi merilis driver Windows untuk Steam Machine, memungkinkan instalasi…
July 10, 2026 - 0

Sony Tawarkan Diskon Ketika Pengguna Batalkan PlayStation Plus

Sony dikabarkan menawarkan diskon kepada pengguna yang hendak membatalkan PlayStation…
July 10, 2026 - 0

Roblox Update Sistem Pelaporan Supaya Lebih Informatif

Roblox memperbarui sistem pelaporan mereka dengan proses yang lebih sederhana,…
July 9, 2026 - 0

Petisi Menentang Kebijakan Sony Terus Mendapatkan Dukungan Besar

Petisi "Don't Kill the Disc" terus mendapatkan dukungan besar sebagai…