in: Games | November 16, 2011 | by: Pladidus Santoso

Review Lord of the Rings – War in The North: Pertempuran Middle-Earth Bergaya Action RPG

Gamer mana yang tidak pernah mendengar nama Lord of The Rings? Salah satu karya sastra kolosal terbaik yang pernah diciptakan ini memang menjadi inspirasi bagi kelahiran banyak karya kreatif setelahnya, termasuk video game. Perang antara beragam bangsa yang epik, kehadiran makhluk-makhluk mitologi, hingga kompleksitas hubungan di dalamnya membuat kualitas Lord of The Rings tak tertandingi. J.R.R.Tolkien bahkan menciptakan bahasa untuk setiap bangsa dan peta dunia untuknya. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika banyak yang menganggap bahwa Tolkien tak hanya menciptakan sebuah cerita, tetapi sebuah dunia.

Banyak gamer yang mungkin baru mengenal seri ini setelah secuil potongan cerita di dalamnya berhasil diangkat ke film layar lebar dan dieksekusi dengan sempurna. Keberhasilan Peter Jackson mengadaptasi cerita epik ini menjadi gerbang utama bagi Lord of The Rings untuk memperoleh popularitas kembali secara global. Industri game juga menjadi salah satu yang terpengaruh bayang-bayang cerita ini. Lebih banyak game yang mengusung cerita bergaya medieval-fantasi sebagai tema utama yang dijual dan seringkali sukses di pasaran. Tidak hanya itu, beragam franchise yang membawa nama Lord of The Rings pun kian mudah ditemukan. Salah satu yang terbaru? Lord of the Rings – War in The North.

Lord of the Rings – War in the North (LOTR – WITN) boleh disimpulkan sebagai salah satu seri LOTR yang paling diantisipasi oleh gamer. Setelah beragam seri yang kurang menghadirkan kualitas yang sepadan, harapan gamer terbeban ke pundak LOTR – WITN  yang memang tampil mengagumkan lewat beragam screenshot dan trailer. Apalagi game ini akan datang dengan genre yang cukup unik, yakni action RPG. Pertarungan yang cepat dan brutal, pengaturan strategi, hingga menentukan skill sudah pasti akan Anda temukan di game bergenre ini.

LOTR – WITN dikembangkan oleh Snowblind Studios yang pernah menangani Baldur’s Gate: Dark Alliance yang sempat dirilis di Playstation 2 dulu. Dengan kerja samanya bersama Warner Bros dan Interactive Entertainment yang sudah berpengalaman, kualitas tampaknya tidak akan menjadi masalah yang berarti. Setelah menunggu cukup lama, kesempatan untuk menjajal LOTR – WITN yang dirilis untuk PS3, XBOX 360, dan PC ini akhirnya datang juga. Mampukah ia menghadirkan pengalaman epik sebuah perang masif ala Middle-Earth? Simak review ini.

Plot

Pertemuan dengan Aragorn menjadi awal dari sebuah petualangan yang epik.
Eradan, Farin, dan Andriel - menjalani peran sebagai "pahlawan di balik layar".

Cerita apa yang paling Anda ingat ketika menyebutkan nama Lord of The Rings? Sebagian besar dari kita tentu akan langsung tertuju ke plot utama di mana sang hobbit, Frodo Baggins, membawa tanggung jawab yang besar untuk menghancurkan One Ring di Gunung Mordor. Timeline yang sama juga akan dihadirkan di dalam Lord of The Rings – War in The North, tetapi dari sudut pandang yang bebreda. Anda tidak akan berperan sebagai salah satu karakter utama yang akan menemani perjalanan Frodo secara langsung, tetapi menjadi pahlawan yang bergerak di sisi cerita untuk memastikannya berhasil.

Anda akan berperan sebagai Eradan seorang Ranger, Farin seorang Dwarf petarung, dan Andriel seorang Elf yang berfokus ke magic. Ketiganya berhasil selamat dari serangan Nazgul yang brutal di Sarn Ford. Mereka kemudian diminta untuk bertemu dengan Aragorn di Bree, yang boleh disimpulkan menjadi menjadi awal dari semua petualangan yang ada. Eradan, Farin, dan Andriel yang gagah berani secara perlahan terlibat dalam perang besar yang akan menentukan nasib Middle Earth di masa depan, di mana Sauron mulai mengumpulkan kekuatan untuk menguasainya. Peran mereka “di balik layar”, dari satu medan pertempuran ke medan pertempuran lainnya, dari satu quest ke quest lainnya, memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi mulusnya perjalanan Aragorn dan Frodo di sisi lain. Mereka tampil seolah menjadi sekelompok pejuang tanpa tanda jasa, yang tak pernah disebutkan dalam cerita LOTR manapun, dan untuk pertama kalinya, diceritakan lewat sebuah kisah kepahlawanan.

The Power of Agandaur!

Tujuan utama dari kelompok ini sebenarnya adalah untuk mengejar dan membunuh Agandaur, salah satu tangan kanan dari Sauron. Tokoh antagonis ini membantu Sauron “bernegosiasi” dengan banyak ras dan mengumpulkan pasukan yang bersedia untuk beperang di bawah bendera hitam, dari para troll, dwarf, hingga para naga. Pengejaran terhadap Agandaur ini membawa Eradan, Farin, dan Andriel menjelajahi wilayah Middle-Earth yang belum pernah terekspos sebelumnya, seperti Ettenmoors, Carn Dum, Gundabad, Fornost, dan banyak lainnya. Petualangan ketiga pahlawan ini juga akan membawa mereka ke perjumpaan dengan beragam karakter yang sudah pasti Anda kenal dan beberapa karakter baru yang juga berjuang demi Middle-Earth.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES