Jagat Review

Twitter Facebook Youtube Flickr RSS

Review Modern Warfare 3: Pertempuran Terakhir Demi Kedamaian Dunia!

Jika kita membicarakan franchise game FPS paling fenomenal di industri game saat ini, nama Call of Duty: Modern Warfare layak menjadi yang terbaik. Kemampuannya meramu sesuatu yang unik, yakni tema perang modern yang berfokus kepada kekinian, menjadi hal yang sangat menjual di kala perilisan awalnya. Apalagi game ini juga menghadirkan plot dengan dramatisasi yang benar-benar memanjakan mata, sekaligus mampu membawa gamer dalam emosi keterlibatan yang unik. Lewat semua kualitas inilah, Modern Warfare berkembang sebuah standar baru yang berusaha diikuti oleh game FPS yang lahir sesudahnya.

Call of Duty: Modern Warfare dan Modern Warfare 2 sendiri sudah membuktikan diri sebagai game-game FPS terbaik dunia. Tidak hanya didasarkan kepada beragam pujian media atas gameplay dan plot yang diusung, tetapi juga mengacu ke data valid seperti tingkat penjualan yang luar biasa. Activision juga dengan cerdasnya membuat seri ini berlanjut dalam sebuah cerita berkesinambungan sehingga cukup mustahil bagi gamer untuk tidak mengikutinya ketika sudah terlibat dalam salah satu serinya. Satu hal yang pasti, sepanjang sejarah game Modern Warfare, single player selalu menjadi kekuatan utama dan seringkali tampil mengagumkan. Tidak heran, jika perilisan Modern Warfare 3 hadir dengan beban tertentu.

Ekspektasi yang tinggi sudah pasti disematkan di seri terbaru, Modern Warfare 3 ini. Mampukah ia menghadirkan kejayaan MW dan MW2 dan sekaligus membawanya ke level yang baru? Apalagi ia kini juga harus menghadapi penantang tak takut untuk bertarung berhadap-hadapan secara frontal, Battlefield 3 dari EA dan DICE, yang tampak begitu superior dari banyak fitur yang ditawarkan. Sementara di pihak gamer, kecurigaan akan kualitas yang buruk mengemuka karena fokus Activision yang tampaknya hanya berusaha untuk menjadikan Modern Warfare 3 tak lebih dari sekadar pundi uang. Dengan perilisan yang kini sudah di tangan, mampukah MW3 membuktikan semua keraguan tersebut?

Bagi Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya, tentu sudah punya gambaran akan apa yang ditawarkan oleh game yang satu in. Tidak hanya sekadar visualisasi, tetapi juga jalinan plot yang diusung. Setelah memasuki waktu permainan yang proporsional, kita akhirnya tiba di moment of truth untuk membahas keseluruhan kualitas yang ditawarkan Modern Warfare 3 ini. Apakah MW3 berhasil menghasilkan sensasi kekaguman yang sama?

Plot

Amerika Serikat hancur berantakan di bawah kekuatan militer Rusia.

Dunia sedang berada di ujung krisis. Setelah “konspirasi” yang dimainkan oleh Makarov dengan cantik di Modern Warfare kedua, Rusia akhirnya terpancing untuk menyerang Amerika Serikat. Dengan kekuatan penuh dan beragam teknologi militer canggih yang disertakan, negara beruang merah ini akhirnya berhasil masuk ke dalam kota-kota besar dan mulai mengokupasi wilayah Amerika Serikat secara perlahan.

Kombinasi personel militer hebat seperti Captain Soap dan Price pun tak mampu berbuat banyak. Mengapa? Konsentrasi terpecah antara memburu Makarov atau menghentikan kegilaan Sheperd yang mulai berkhianat. Keputusan untuk menghabisi Sheperd terlebih dahulu ternyata menghasilkan dampak yang tak kalah buruknya. Soap terluka parah, meregang nyawa, dan Makarov punya lebih banyak waktu untuk merencanakan perang selanjutnya.

Soap yang terluka parah di insiden terakhir MW2.. Akankah ia mampu bertahan?

Makarov, otak di balik kekacauan dunia.

Modern Warfare 3 dimulai dari timeline tepat sesaat setelah akhir dari Modern Warfare 2. Soap yang terluka dan Amerika yang porak-poranda menjadi fokus cerita di awal permainan. Melalui sudut pandang orang yang beragam, gamer mulai mendapatkan gambaran akan tujuan utama Makarov yang sebenarnya. Bahwa ambisi si nasionalis ekstremis Rusia ini ternyata tidak hanya untuk menghabisi Amerika Serikat, tetapi juga menyapu bersih seluruh sekutunya. Makarov yang tak lagi memperlihatkan sisi manusiawinya sama sekali tak segan menggunakan semua cara untuk mencapainya. Anda dipanggil untuk menghentikan kegilaan ini.

Serangan kimia di London digambarkan dramatis lewat sudut pandang warga sipil.

Skema yang dijalankan oleh Makarov membuat dunia tak terhindarkan dari perang dunia ketiga. Ia berhasil menculik dan menekan presiden Rusia, Boris Vorshevsky, yang hampir menghentikan perang lewat perjanjian gencatan senjata. Makarov membuat perang terus berlanjut, sekaligus berusaha mendapatkan akses senjata nuklir dari sang presiden. Sementara itu, di belahan bumi yang lain, ia mempersiapkan senjata kimia untuk meluluhlantakkan negara-negara besar Eropa. Para patriot di seluruh dunia tak punya piihan lain: mereka harus bersatu untuk menghentikan Makarov. Anda akan bertemu dengan Soap, Price, Yuri, Sandman, Nikolai, Frost, Andrei Harkov, dan Burns yang berjuang mati-matian untuk mengembalikan kembali kedamaian dunia.

Gameplay Sama dengan Pengalaman yang Jauh Lebih Intens

Gameplay yang tak banyak berubah, standar FPS dengan ciri khas MW.

Banyak gamer yang mungkin bermimpi untuk merasakan sebuah gameplay FPS perang modern yang berbeda dan inovatif, yang benar-benar membawa sebuah pengalaman yang baru. Namun jujur saja, dengan begitu banyak franchise yang sudah lahir setelah Modern Warfare, pada kenyataannya, memang tidak banyak hal baru yang bisa ditawarkan. Sebuah game first person shooter sudah pasti hanya meminta Anda untuk membawa dan memilih senjata, menembak semua musuh yang ada, berlindung jika sekarat, dan bergerak dari titik A ke B. Terkadang para developer akan menambahkan misi rail-shooter untuk variasi. Namun secara keseluruhan? Kesederhanaan gameplay seperti ini seolah tak terpisahkan dari game FPS mana pun, termasuk Modern Warfare 3 di dalamnya.

Jika Anda berangkat dengan ekspektasi tinggi bahwa Modern Warfare 3 akan datang dengan sebuah gameplay yang baru, urungkan niat tersebut. Tidak banyak hal yang berubah dibandingkan dengan dua seri Modern Warfare sebelumnya. Anda bersama dengan AI yang ada hanya harus menyelesaikan misi tertentu dalam satu jalan linear sembari “menuntaskan” semua musuh yang ada. Jika ada yang berubah, penambahan beragam senjata dual-scope dan variasi senjata baru cukup layak untuk diperhatikan, walaupun tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap permainan. Anda masih akan diberi kesempatan untuk mengendalikan beragam peralatan teknologi canggih, dari AWACS hingga UAV darat bersenjatakan gatling gun. Variasi ini juga diperkuat di beberapa misi di mana gaya permainan rail-shooter terasa.

Jauh lebih intens, lebih masif, lebih epik.

Menembak di gravitasi nol? Cool!

Namun, ada satu hal yang membuat “kesamaan” dan “kesederhanaan” ini justru menjadi unik. Mengapa? Secara mengherankan, gameplay yang sama ini justru mampu menghasilkan pengalaman bermain yang berbeda, jauh lebih baik, intens, dan epik dibandingkan kedua seri sebelumnya. Acungan dua jempol harus diberikan kepada Activision, infinity Ward, dan Sledgehammer Games atas kemampuan mereka untuk meramu plot sedemikian rupa. Berbagai sudut pandang permainan yang berbeda akan membuat membuat cerita berkembang dalam bentuk potongan-potongan kecil. Masing-masing darinya membawa dramatisasi yang akan membuat emosi Anda naik dan turun. Perang yang besar, penuh ledakan, konspirasi, kekejaman, persahabatan, kehilangan, hingga pengorbanan akan Anda rasakan selama single player ini.

Suasana perang yang tergambar begitu destruktif akan membuat Anda berdecak kagum.

Holy.....*piiip*

Walaupun Anda sudah pernah memainkan atau hafal mati dengan dua seri sebelumnya, Modern Warfare dan Modern Warfare 2, Anda tetap akan merasakan kekaguman akan apa yang ditawarkan MW3. Anda masih akan sering terkejut dengan event yang ada, setidaknya cukup membuat Anda bertanya-tanya atau bahkan mengumpat takjub. “Bagaimana bisa?”, “Mengapa”, “&^@*, keren!!” tampaknya akan mudah keluar dari mulut Anda. Apalagi MW3 menghadirkan Yuri sebagai karakter baru yang secara mengejutkan ternyata membawa peran begitu penting dalam keseluruhan franchise Modern Warfare. Walaupun mengusung gameplay yang tak banyak berbeda, Activision berhasil membawa Modern Warfare 3 satu kelas lebih tinggi lewat jalinan cerita yang dibangun. Bahkan lebih baik dari film-film perang Hollywood yang pernah Anda saksikan.

Comments

13 Comments
NaisInpoh on November 14, 2011 at 4:39 pm

tidak mengalami peningkatan karena masi pake dx9 kan?
bagi saya ini jauh lebih baik dari bf3 :)
dan juga ramah system requirement
bf3 menggunakan engine terbaru frostbite2 membuat vga vga baru nan mahal kurang bertaring, persis saat peluncuran game crysis dulu
btw bf3 juga ada bug di versi pcnya


sasori on November 14, 2011 at 6:07 pm

cepet banget ini tamatnya,,,,cuman 6jam-an
T___T

@NaisInpoh
setujuh!! =)

2 hal yg gw iri dari BF…..selain grafis + enginenya (dalam ngehancurin objek…ini asli keren)

ya itu….job differential di multiplayer :)
bener2 asik =D

tapi tetep…1 vote untuk MW3….
story + voice acting + event dan plus2 lainnya hahaha
gw pribadi lebih berkesan abis main MW3

/salute ke tentara2 MW T______T


Pladidus Santoso on November 14, 2011 at 6:12 pm

@NaisInpoh : =)) sesuai dengan nama situ, nais inpoh gan.. :) MW3 memang lebih ramah buat PC, jadi justru bisa dimainin oleh siapa saja. Kalo soal bug di single player? BF3 jauh lebih banyak dari MW3..

@sasori: :) setuju banget bro, single player nya masih bisa ngaduk emosi..


NaisInpoh on November 15, 2011 at 3:12 pm

@sasori – iya bro, kayaknya saling melengkapi kelebihan dan kekurangannya :D
dan saling memberikan experience yang berbeda

@pladidus – hehehehe bisa aja elu gan :)
iya bro :D – btw di mw3 saya mengalami fps lock di angka 40-45 fps, memang masih playable – namun rada gondok di hati :D


OnO Collonelo on November 16, 2011 at 7:23 pm

akhirnya di bf modern warfare 3 bisa ngegunain Price wkwkwkwkwk asoy geboy veteran ….

maunanya nih gwe kok klo nonton cuplikan video sblum main gmbr resolusinya kok pecah ya ???


Jagat Review | Activision Umumkan Angka Penjualan Global Modern Warfare 3! on November 18, 2011 at 8:01 pm

[...] jumlah keuntungan tertinggi di industri hiburan dalam 5 hari pertama penjualan. Percaya atau tidak, Modern Warfare 3 berhasil membukukan penjualan hingga USD 775 juta dalam 5 hari, 100 juta lebih banyak dari Black Ops [...]


irvandi on November 19, 2011 at 8:54 pm

gan klo acer 4540 kuat gak buat main COD:MW3
COD:black op bisa?


ANAK DESO on November 26, 2011 at 10:26 am

pagigan,,,,. q mau nanya lepi ane bisa gk maen ni ni game… ane pake asu* a43sv-vx**** nah spek nya i3-231 ram2 giga + hdd 640 pake vga gt540(2giga vram)


ANAK DESO on November 26, 2011 at 10:36 am

bls doong….. q gaLau nih T.T


Romeo Hotel on November 26, 2011 at 10:28 pm

entah untuk saya pribadi lagu original soundracknya masih kurang greget jika dibanding dengan MW2, tapi akhir cerita memang epik

Slegehammer games dan Activision sudah selesai dengan kisah epik mereka, tinggal tunggu trayach dengan kisah epic yang lain XD


dimas on January 2, 2012 at 11:12 am

Seri FPS yg paling membuat kita bahagia dan mencintai game ini. Benar-benar merasa ikut berperang didalamnya, walaupun sebenarnya kita hanya berjibaku didepan monitor ditemani Mouse & keyboard. Tapi secara 4 jempol, ini game masuk jajaran TERKEREN yang pernah ane mainkan..

@Anak Deso: Dicoba aja.. seharusnya itu Spesifikasi Laptop elu udah bisa maenkan mpe tamat kok..

Ada baiknya maen game berat2 jgn di Laptop, kasihan Keyboardnya.. mending beli keyboard USB portable.. ato beli komputer PC.. hehehe


Kay on January 3, 2012 at 2:18 pm

saran : tiap review game, kasih spesifikasi PC minimum dan yg recommended donk :)


crazii on January 31, 2012 at 8:39 pm

gan ada cara ga nihh buat maen mw3 tanpa lagg padahall udah gua otak atikk option nya ga brubahh
adduuuhhh






© 2011 Jagat Review About Us | Contact Us | Career | Terms of Service