[PR] MorphLabs & Pratesis Perkenalkan DynaLabs Cloud Sebagai Solusi Virtual Private Cloud Untuk Enterprise

Reading time:
February 22, 2012

Jakarta, 22 Februari 2012 – MorphLabs Inc.—sebuah perusahaan pionir layanan cloud computing dan solusi dynamic infrastructure untuk enterprise terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat dan Philipina—bermitra dengan PT Pratesis, sebuah perusahaan teknologi informasi di Indonesia, memperkenalkan DynaLabs Cloud sebagai solusi virtual private cloud untuk enterprise.

DSC 3004

Banyak pihak memprediksi, tahun 2012 ini akan menjadi momentum untuk tumbuh pesatnya implementasi solusi cloud computing. Ini seiring dengan semakin meningkatnya kepercayaan perusahaan akan benefit yang ditawarkan solusi cloud ini. Bahkan, lembaga riset Frost & Sullivan memproyeksi cloud akan menjadi teknologi mainstream dengan perkiraan 30% dari perusahan-perusahaan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, akan menerapkan berbagai jenis cloud computing di tahun ini.

Momentum itulah yang ingin ditangkap MorphLabs dan Pratesis dengan memperkenalkan DynaLabs Cloud kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia—setelah berhasil meluncurkan solusi virtual private cloud yang sama tahun lalu di Philipina.

DynaLabs Cloud merupakan solusi dynamic infrastructure services (DIS) yang sangat aman, simple namun powerful. DynaLabs Cloud bisa memenuhi kebutuhan perusahaan akan solusi private cloud yang aman, karena layanannya dikemas menjadi  “Cloud-in-a-box” –dimana  hardware bisa ditempatkan di data center pelanggan (On-premises). Menggunakan basis teknologi MorphLabs, mCloud DCU terbukti sangat andal, karena didukung oleh beberapa produk yang sudah mumpuni di industrinya. Antara lain: Dell PowerEdge C dan R Series untuk hardware-nya, Arista Network untuk switching, dan Nexenta Enterprise untuk storage-nya. Perpaduan tersebut membuat solusi DynaLabs Cloud sangat reliable dan kompetitif dari sisi harga.

“Solusi DynaLabs Cloud kami menyediakan platform yang paling hemat biaya untuk infrastruktur cloud dan memaksimalkan produktivitas bagi para administrator jaringan dan pengembang perangkat lunak—memberdayakan setiap orang untuk bergabung ke revolusi awan,” ujar Winston Damarillo, CEO dan founder MorphLabs. “Sebagai anggota dari ekosistem cloud, kami menggabungkan open-source software, komoditi hardware dan pengalaman dalam inovasi teknologi untuk membuka peluang untuk semua bisnis dari semua ukuran dapat berinovasi dan bersaing.”

Berbeda dengan solusi private cloud pada umumnya, DynaLabs Cloud merupakan solusi cloud yang:

  • Lengkap dan terintegrasi, dengan virtualization, auto provisioning, orchestration, metering & billing, serta customer self service.Sedangkan solusi private cloud lain hanya menawarkan beberapa fitur saja, yang untuk melengkapinya perlu software tambahan sehingga tentunya berpengaruh baik dari sisi integrasi maupun harga.
  • Private & secure, karena sumber daya cloud tidak berbagi dengan perusahaan lain. Private cloud yang ditawarkan memiliki firewall tersendiri. Alternatif lain yang dapat lebih memberikan nuansa keamanan bagi perusahaan adalah hardware DynaLabs Cloud yang dapat dipasang “on-premises” atau terletak di data center pelanggan. Kelebihan lainnya dari DynaLabs Cloud adalah dapat di-audit oleh auditor internal atau eksternal pelanggan, karena provider bisa menunjukan secara fisik letak perangkat keras yang dialokasi kepada pelanggan.
  • Open dan kompatibel dengan standar cloud yang ada—seperti EC2 dariAmazon Web Services—sehingga pelanggan bisa menggabungkan solusi DynaLabs Cloud dengan penyedia layanan cloud yang lain. Keterbukaan tersebut menghindari kondisi dimana pelanggan terjebak dalam masalah “vendor lock-in”, yang membuat para pelanggan menjadi terikat kepada satu provider. Pada umumnya solusi private cloud lain menggunakan software proprietary dan tidak kompatibel dengan solusi cloud lainnya.
  • Self service/rapid elasticity: pelanggan bisa menambah atau mengurangi virtual machine (VM) sendiri tanpa intervensi atau permintaan kepada penyelenggara cloud. Sedangkan solusi lain menawarkan “elasticity” atas permintaan dan dilaksanakan oleh si penyelenggara cloud.

Di Indonesia, MorphLabs menggandeng Pratesis sebagai mitra strategisnya untuk memberikan layanan solusi DynaLabs Cloud ini kepada perusahaan-perusahaan di industri keuangan, telekomunikasi, penyedia data center, manufaktur, dan lain sebagainya. “Morphlabs memahami bahwa organisasi harus melakukan investasi yang cerdas di tengah kondisi pasar yang terus berkembang, dan model pay per use-nya mencerminkan komitmen untuk mendorong pertumbuhan bagi perusahaan di Indonesia dan Asean,” kata Singgih Tjahjono, Presiden Direktur Pratesis. “Mereka memberikan suatu kombinasi ideal dari teknologi yang kompatibel secara global, dengan standar perusahaan Silicon Valley, yang mana Pratesis dapat mencapai skala maksimum dan keandalan tanpa harus melakukan investasi mahal untuk infrastruktur.”

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…
June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…

Gaming

July 7, 2026 - 0

Developer ARC Raiders Ungkap Merekam 30 TB Data Pemain Setiap Hari

Developer ARC Raiders mengungkap mereka memproses 30 TB data pemain…
July 7, 2026 - 0

Wallpaper Engine di Steam Workshop Hapus Fiturnya Pasca Ancaman Malware

Wallpaper Engine menghapus fitur Application Wallpapers dari Steam Workshop setelah…
July 7, 2026 - 0

Console Xbox Generasi Berikutnya Diklaim Tinggalkan Disc Drive

Rumor menyebut Project Helix selaku console Xbox next-gen akan hadir…
July 7, 2026 - 0

Steam Machine Mulai Dihantui “Red Line of Death” Seperti Xbox 360

Kasus pertama “Red Line of Death” dilaporkan terjadi pada Steam…